#SEEBORNEO

Umbut Rotan, Menu Khas Masyarakat Dayak

Udah pada tau yang namanya rotan kan? Selama ini kita mengenal rotan sebagai salah satu bahan untuk pembuatan kerajinan seperti tikar, meja, kursi, ranjang dan lain-lain. Namun ternyata rotan merupakan salah satu bahan makanan yang digemari oleh Suku Dayak di Kalimantan.


 Rotan yang biasa kita lihat keras dan kuat tersebut ternyata juga memiliki sisi kelembutan, tidak sesangar tampilannya yang penuh dengan onak dan duri. Di Kalimantan, rotan sering ditemukan di sekitar tepi sungai dan hutan hujan yang mendominasi di pulau ketiga terbesar di dunia tersebut.
Menu Umbut Rotan
Untuk menikmat  rotan sebaga makanan, jangan bayangkan suku Dayak akan langsung memakannya mentah-mentah dalam keadaan keras seperti rotan yang biasa kita lihat pada meja atau kursi. Namun rotan yang dimakan tersebut adalah rotan yang masih muda, sama seperti rebung muda pada bambu. Itulah yang dinamakan dengan Umbut Rotan.
Pada pangkal rotan biasanya ada bambu yang baru bertunas, nah itulah yang akan di ambil. Setelah dipotong dan dibersihkan durinya, maka bagian tengah rotan muda yang masih lemah itulah yang diambil kemudian di potong-potong menjadi kecil dan diolah menjadi sayuran.
Penampakan Rotan Muda
Umbut rotan yang sudah di potong kecil-kecil tersebut kemudian di masak bersama dengan rempah-rempah dan pelengkap seperti terong asam yang juga di potong-potong. Sayur umbut rotan paling pas disajikan dengan ikan patin bakar atau ikan nila bakar, ditambah dengan sambal maka dijamin akan menggoda salera makan anda.
Untuk para wisatawan yang sedang berkunjung ke Palangkaraya dan ingin mencoba memakan rotan tidak perlu bersusah payah untuk masuk ke hutan dan mencari umbut rotan di habitatnya. Beberapa restoran dan warung makan khas Kalimantan Tengah di Palangkaraya sudah menyediakan menu tersebut.
Salah satu warung makan yang di rekomendasikan adalah Rumah Makan Samba yang terletak di Jl. RTA. Amilono Palangkaraya, rumah makan ini selalu menjadi  persinggahan bagi para tamu yang datang ke kota Palangkaraya, selain umbut rotan, di rumah makan ini juga menyediakan menu khas Kalimantan lainnya seperti sulur keladi, ikan pepes dan lain-lain.
Ikan Nila Bakar
Seandainya saja warung makan atau restoran  yang menjual makanan khas dayak tersebut juga menerima pesanan secara online, kita tidak perlu capek-capek datang ketika sedang kangen makanan khas tersebut, tinggal pesan dan umbut rotan langsung datang ke rumah.
Namun kabar baiknya  bagi kawan-kawan yang berada d beberapa kota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tanggerang dan Bandung bisa memesan makanan d restoran favorit setempat  hanya dengan cara online melalui situs yang menjual berbagai macam makanan secara online yang bernama Foodpanda. Cukup klik foodpanda.co.id pilih lokasi dan menu makanan, pesan, tinggal santai di rumah  atau sambil kerja d kantor makanan pun datang, mudah bukan?
Sulur Keladi
Ada banyak restoran dan rumah makan yang telah berkerja sama dengan Food Panda sepert Pancious,  Burger King dan lain-lain. Bahkan untuk mempermudah pelanggannya, mereka  juga telah menyediakan aplikasi untuk  smartphone yang bisa langsung di download untuk handphone masing-masing. (Download di sini)
Seandainya saja Food Panda juga membuka cabang di Palangkaraya, tentu saja tidak perlu capek-capek untuk menikmati umbut rotan, tinggal pesan dan menunggu d rumah saja. Semoga secepatnya…tak sabar…
Read more »

Tragedi di Atas Sungai Kahayan

Sungai Kahayan
Excited, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya  ketika trip kali ini. Selain gratis, eh di bayar…selain itu juga di  jalur yang akan dilewati ada area yang masih rawan dengan perampokan dan yang pastinya…pertualangan. River cruise kali ini tidak membawa tamu seperti biasanya, tapi dalam rangka mengantarkan kapal baru yang dimiliki perusahaan untuk dry dock di Banjarmasin.

Jalur yang akan di ambil adalah dari Sungai Kahayan kemudian melalui terusan menuju Sungai Kapuas, lalu dilanjutkan lagi melalui Sungai Barito di Marabahan dan berakhir di Banjarmasin.
Perkampungan suku Dayak di tepi sungai
Namun belum juga berangkat masalah sudah datang, porseneling untuk maju mundur kapal rusak.  Dari yang dijadwalkan pukul 8 akan berangkat hingga akhirnya pukul 12.26 barulah kapal meninggalkan Pelabuhan Rambang di Palangkaraya.
Masalah kembali datang ketika baru saja ingin menikmati perjalanan, setelah berlayar kurang lebih setengah jam tiba-tiba tenaga dorong kapal menjadi melemah, jangkarpun segera dilabuhkan, mekanik bekerja keras untuk menemukan masalahnya.
Karena posisi tempat kita mogok sekarang ini berada di tikungan yang berarus deras,jadinya jangkar seberat 25 kg yang kita labuhkan kurang bisa menahan berat kapal sehingga pelan tapi pasti kapal terbawa arus.
Awan yang segera tumpah
Mekanik yang mandi keringat di ruang mesih akhirnya mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu yang tersangkut di roda karena ketika di coba mesin mati kalau porseneling maju dimasukan. Karena tak ada satupun penyelam yang sanggup menahan napas panjang sambil melawan arus yang deras akhirnya sang kapten kapal berinisiatif untuk meminta bantuan dari Palangkaraya untuk mengirimkan penyelam.
Awan hitam yang bergelayut di kejauhan tampaknya akan segera bertransformasi menjadi tetesan air yang akan membasahi bumi, dan benar saja, tak lama kemudian hujan yang lebat bersama dengan anginnya yang kencang menghampiri, membuat kapal terseret hingga ke tepi sungai. Kejadian ini mengingatkan saya pada salah satu scene di film Anacoda ketika kapal mereka mogok di tengah hujan dan di serang oleh ular raksasa tersebut, namun untungnya itu hanya dalam film dan tidak terjadi sekarang ini.
Terkena Badai
Tenyata masalahnya bukan karena ada sesuatu yang tersangkut di roda kapal, tapi karena saluran minyak ke mesin yang tidak lancar, untungnya sebelumnya penyelam yang datang tadi memeriksa terlebih dahulu dan juga sedikit mengerti tentang mesin. Mesin bisa menyala walaupun masih belum lancar dan kita melanjutkan perjalanan menuju desa terdekat untuk mengambil oli mesin yang telah di kirim dari Palangkaraya dan menginap di desa tersebut.
Hari pertama belum ada kemajuan yang berarti, total perjalanan yang lancar hanya tidak lebih dari setengah jam….
Pemandangan dari haluan kapal
Hari kedua akhirnya bisa berjalan dengan lancar sejak keberangkatan dari  pagi hari karena para mekanik telah bekerja keras memperbaiki kerusakan di malam sebelumnya. Pemandangan khas sungai yang lebar dengan hutan hutan hujan menemani sepanjang perjalanan, sambil sesekali melewati desa yang berada di tepi sungai.
Namun ternyata perjalanan yang lancar tidak bisa bertahan lama, sehabis tengah hari mesin kembali tersendat. Terpaksa kita menurunkan jangkar lagi, hingga sore menjelang mekanik belum juga bisa menemukan penyebab masalah yang terjadi.
Sunset yang menghibur hati
Keindahan matahari senja yang hampir terbenam di ufuk barat sedikit mengobati kekecewaan, pendar kemerahan cahaya sang surya menghiasi langit bercampur degan birunya langit yang tidak menampakan sedikitpun tanda-tanda akan hujan.
Malam kembali berlalu, namun kami baru mencapai seperempat perjalanan dari rute yang akan kita lalui, sedangkan waktu banyak terbuang dengan sia-sia. Pagi harinya team yang berada di Palangkaraya terpaksa menyusul dengan menggunakan mobil dan membawa mekanik yang lebih ahli.
Kapal yang masih belum 100% rampung
Ternyata kerusakan di bagian mesih sudah sangat parah sehingga ada satu part yang harus di bawa kembali ke kota untuk di perbaiki, waktu perbaikan yang lama sehingga menyebabkan molornya waktu dari jadwal yang telah ditentukan untuk dock, akhirnya keputusan di ambil, Kapal kembali ke Palangkaraya dan perjalanan menuju Banjarmasin dibatalkan.
Karena kapal kembali maka selesailah tugas saya, akhirnya sayapun kembali ke Palangkaraya melewati jalur darat. Pertualangan yang dinantikan harus tertunda, namun syukurlah tidak bertemu dengan perompak berseragam atau yang beneran  yang biasa memalak kapal yang sering lewat, karena jalur tersebut belum di masuki.
Read more »

Angsana Beach Clean Up (30-31 Maret 2014)

Di posting kembali dari wisatakalimantanselatan.com
"ANGSANA BEACH CLEAN UP"
Selamatkan Pantai Angsana!

Ada Apa Dengan Angsana..? 

Seperti yang kita ketahui bersama, Pantai Angsana menjadi salah satu primadona destinasi wisata Kalimantan Selatan dewasa ini, pantai yang terletak di desa Angsana, Kec. Angsana, Kab. Tanah Bumbu dan berjarak kurang lebih 5 jam perjalanan darat dari Banjarmasin ini menawarkan keindahan bawah laut yang tidak kalah dengan destinasi wisata di daerah lain, terumbu karang, berbagai macam spesies ikan termasuk ikan "Nemo" juga dapat kita temui di Angsana.

photo by : Galuh Isna
Sayangnya, pemandangan indah ini terganggu dengan banyaknya sampah yang berserakan di sekitar pantai Angsana, seperti foto paling atas, bisa kita lihat perbedaannya khan ?

Yuk teman-teman di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, siapapun anda, mari bergabung dalam kegiatan bersih-bersih pantai Angsana, Kab. Tanah Bumbu, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, juga untuk menyelamatkan salah satu aset pariwisata Kalimantan Selatan. Mulailah dari langkah kecil untuk melakukan perubahan memberi manfaat bagi sekitar.

Selain mengurangi keindahan pemandangan, sampah-sampah yang berserakan itu jika air pasang juga akan terbawa ke laut. Dan itu artinya akan mencemari ekosistem laut di sekitar Angsana yang dihuni berbagai spesies ikan dan terumbu karang.

Angsana beberapa tahun Lalu
photo by: Diyank Athie (09 Maret 2014)
Kapan..?

30-31 Maret 2014. (Meeting Point 30 Maret 2014 di depan Pom Bensin Angsana, Kab. Tanah Bumbu, Pkl. 13.00 wita).
Gambaran kegiatannya sendiri selain melakukan kegiatan bersih-bersih pantai, peserta juga akan diberikan pengetahuan seputar terumbu karang dan manfaatnya (ada sesi tanya jawab), snorkeling (optional), dll. Tentunya menambah teman, atau ketemu jodoh mungkin?hihi..

Itinerary:

30 Maret 2014

- 07.00: yang mau join transport (sharing cost) kumpul di depan RS.Ulin Banjarmasin.
  *Bagi yang mau touring atau pakai transportasi sendiri bisa langsung menuju tempat meeting point di Pom Bensin Angsana).

-13.00: semua peserta sudah berkumpul di depan Pom Bensin Angsana untuk bersama-sama menuju pantai Angsana.

-14.00: briefing dan makan siang bersama.

-15.00-17.00: kegiatan bersih-bersih pantai dan penggalangan tanda tangan massal dari semua partisipan sebagai komitmen untuk menjaga lingkungan.

-17.30: istirahat

-19.00 - selesai : makan malam bersama, penyuluhan seputar terumbu karang (sesi tanya jawab), games dan pengenalan peserta.

31 Maret 2014

- 07.00: sarapan pagi
- 08.00: snorkeling (optional), acara bebas
- 11.00: makan siang bersama
- 12.30: acara selesai, kembali ke rumah masing-masing.

catatan:
- untuk kegiatan tanggal 30 Maret semua peserta diwajibkan memakai baju berwarna merah (tidak ada hubungannya dengan kampanye parpol).

- peserta diwajibkan membayar Rp.60.000,-/orang untuk makan yang tercantum di itinerary (4 kali) dan atribut kegiatan.

- join transportasi dari Banjarmasin dan kegiatan snorkeling sharing cost (bagi yang berminat).

- untuk sementara penginapan di posko pemuda sahabat laut/rumah warga/gazebo. Boleh bawa tenda.

- kegiatan ini terbuka untuk komunitas dan umum.

- berhubung perencanaannya mendadak, untuk sementara kegiatan ini belum ada seponsor dari pihak manapun (harap dimaklumi ya teman-teman kalau semua biaya murni sharing cost kita bersama)
Informasi dan pendaftaran:

Alfian: 0878-1694-8345
Maria: 0878-1500-7899 (twitter @MiaMariaU )

kontak via twitter: @visitkalsel 

under waternya oke, pesisir pantainya juga harus oke, setuju?

*note:
- Panitia siap menerima support fresh money, barang, merchandise dll dari donatur/sponsor manapun yang bersedia mendukung aksi ini, fresh money akan dialokasikan untuk transportasi, makan, dan keperluan lain untuk peserta. Untuk lebih lanjut bisa menghubungi CP di atas.
Read more »

(Travel Video) Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting

Kalau sebelumnya Backpacker Borneo sudah berbagi cerita perjalanan, tips, foto yang diambil dengan pemandangan 360  tentang Taman Nasional Tanjung Puting, namun masih kurang lengkap tanpa kehadiran media visual yang dapat mengangkat dengan lebih nyata bagaimana aktifitas Orangutan di sana
Maka dari itu Backpacker Borneo membagikan sebuah video tentang aktifitas Orangutan ketika Feeding, yaitu pada saat pemberian makahan dari para ranger taman nasional. Di sinilah para wisatawan bisa melihat lebih dekat sang Orangutan pada saat mereka berkumpul.
Orangutan ini masih berkumpul untuk di beri makan karena masih semi liar, ketika musim buah buah mereka akan jarang ke sini, dan apabila mereka sudah tidak pernah lagi datang ke sini, maka itu mereka sudah resmi menjadi Orangutan liar dan kembali ke habitatnya.
Langsung saja silahkan nikmati video di bawah ini yang hanya diambil dengan menggunakan camera pocket, enjoy..

Happy Responsible Travel!
Read more »

Kumpulan Ebook dan Majalah Traveling Gratis

Kumpulan majalah traveling
Kali ini Backpacker Borneo akan berbagi beberapa ebook dan majalah digital yang bisa di unduh secara gratis, walaupun sebagian ada yang sudah tidak terbit lagi edisi terbarunya naum tetap bisa dinikmati. Filenya ada yang dalam bentuk pdf dan exe. Langsung saja, silahkan pilih dan download langsung dari sumbernya di bawah.

Travel 3Sixty

Backpack Idea

 Majalah Backpackin

Info Backpacker Magazine

Majalah Jalan-jalan

Ebook Landscape Indonesia

The Travelist Magazine

UMU Magazine 

Ebook Backpacker Borneo

Happy Responsible Travel!
Read more »

Gemericik Riak Dirung Duhung

Selamat datang di objek wisata Dirung Duhung, demikian yang tertulis di sebuah gapura yang menyambut kedatangan kami. Namun ternyata masih beberapa ratus meter yang harus di jalani untuk menuju objek yang dimaksud, jalan yang dulunya pernah di semen itu kini menjadi kubangan lumpur di beberapa bagian.
Dari Kota Puruk Cahu, sekitar 22 km yang harus di tempuh ke wisata alam yang terletak tak jauh dari Desa Saripoi ini. Jalan yang dilalui bisa dibilang medan offroad, batu-batu besar berserakan di jalan, membawa wanita hamil di jalan ini membuat potensi keguguran 98 persen. Tak heran, angkot yang melewati jalur ini adalah jenis 4x4 double kabin, kadang bak belakang yang semestinya di isi barang juga ada manusia yang duduk di sana.
Ada yang menyebut objek wisata Dirung Duhung ini sebagai air terjun, namun sebenarnya ini lebih pantas di sebut air deras atau jeram. Air yang mengalir deras di bebatuan yang miring membuatnya tampak seperti air terjun.
Di bagian hulu tampak air yang terjun dari ketinggian yang tak lebih dari satu meter. Kemudian setelah melalui aliran yang tenang air sungai mengalir deras melewati bebatuan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan berakhir kembali di kolam yang tenang.
 
Di bagian hilir ini tampatnya menjadi tempat yang pas untuk berendam, di pinggir sungai yang agak miring bisa dijadikan tempat untuk main perosotan air di bebatuan yang licin. Karena hanya berniat untuk mengambil foto, tak satupun dari kami yang menceburkan diri di airnya yang dingin, walaupun matahari bersinar dengan terik.
Sebenarnya fasilitas yang dibangun pemerintah sudah cukup lengkap, ada 6  gazebo dan satu buat gedung pertemuan yang cukup besar, namun sayang kondisinya tidak terawat. Mungkin karena jarangnya wisatawan yang datang ke tempat ini, kecuali pada libur hari-hari besar.
Matahari semakin meninggi ketika memutuskan untuk meninggalkan tempat ini karena perut yang mulai keroncongan. Ketika makan di sebuah warung kita bertemu dengan seorang wanita bule yang rupanya sedang melakukan penelitian, entah apa yang dia teliti, saya tidak sempat bertanya karena ketika dia datang kita sedang menuju rumah teman.
Happy Responsible Travel!
Read more »

Yay, Jadi Finalis Bloscars Travel Awards 2014

Bagi yang suka jalan-jalan pastinya tak asing lagi dengan Skyscanner, sebuah website pencarian tiket penerbangan dan hotel di seluruh dunia. Tahun lalu mereka mengadakan sebuah ajang penghargaan bagi para Travel Blogger yang disebut  Skyscanner Bloscars Travel Awards untuk pertama kalinya.
Dan ternyata blog ini (backpackerborneo.com) menjadi salah satu nominasi dalam ketegori Blogger Pria terbaik. Dan sayangnya saya baru menyetahui hal tersebut beberapa bulan kemudian setelah selesainya event tersebut.
Even yang bikin semangat ngeblog nih
Nah, tahun ini mereka kembali  mengadakan ajang serupa, yaitu Skyscanner Bloscars Travel Awards 2014, untuk seleksi tahap pertama siapa saja boleh menominasikan travel blog favoritnya di dalam website Skyscanner, sayapun mencoba ikut menominasikan blog saya sendiri, kali aja bisa terpilih, demikian fikir saya.
Di suatu sore, tiba-tiba handphone saya berbunyi, di pojok kiri atas layar tampak sebuah icon amplop, yang artinya ada sebuah surat elektronik yang masuk. Saya tidak terlalu antusias kerena sudah terbiasa dengan email pemberitahuan ada komentar terbaru di blog, tapi ternyata ini dari email yang satunya, email khusus untuk korespondesi di blog backpackerborneo.com.
 
Setelah dibuka, sekilas terbaca di subject emailnya ada tulisan “Selamat! Kamu terpilih jadi Finalis Skyscanner Bloscars 2014”. Wow, ternyata blog ini terpilih menjadi 1 travel blog yang akan bersaing dengan 9 peserta lainnya dalam ajang Bloscars Travel Awards tahun ini.
Sungguh kehormatan bisa bersanding dengan Travel Blog keren lainnya yang menjadi finalis dalam event ini.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah menominasikan Backpacker Borneo pada waktu seleksi. Eh, jangan-jangan waktu itu cuma saya yang menominasikan diri sendiri, entahlah.
Tahap kedua Bloscars Travel Awards 2014  yaitu Tahap Voting.
Nah, dalam tahap ini akan diadakan voting dengan cara memasukan alamat email ke dalam kolom “Pilih” yang ada di setiap profil finalis yang ada, tahap ini berlangsung dari 27 Januari hingga 23 Februari 2014.
Saya sangat berharap dukungan teman-teman dengan memberikan vote kepada backpackerborneo.com pada tahapan ini, satu suara yang teman-teman berikan sangat berarti bagi saya pribadi. 
Caranya buka dulu halaman Bloscar saya di halaman ini (Link), klik tombol “Pilih” yang ada,  kemudian masukan email ke dalam form yang tersedia dan selesai. Langkah lebih jelas bisa dilihat di gambar di bawah ini. 
Klik tombol pilih yang berwana hijau seperti di gambar
Kemudian masukan email, lalu klik lagi tombol hijau dan selesai
Oh ya, memberikan suara cuma boleh satu kali perminggu untuk alamat email yang sama, jadi silahkan vote lagi minggu depannya. J
Dalam ajang Bloscars Travel Awards 2014 ini juga ada hadiah menarik bagi selain finalis yang berhadiah voucher tiket pesawat senilai Rp. 5.000.000 setiap minggunya bagi yang beruntung, silahkan cek website, Twitter dan Facebook Skyscanner Indonesia untuk keterangan lebih lanjut.
Sekali lagi terima kasih dukungan sobat Backpacker Borneo sekalian yang telah membatu blog ini terus berkembang, terus memberikan informasi merakit tentang pariwisata di Kalimantan, terus berbagi tips seputar jalan-jalan. Vote Me...!
Happy Responsible Travel!
Read more »

Replika Rumah Betang di Kabupaten Murung Raya

Rumah Betang  tampak dari depan
Ada sebuah Rumah Betang yang selalu saya lewati ketika (dulu) berangkat kerja, Rumah Betang ini terletak persis di tepi jalan, Tepatnya di desa Tahujan UntU yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari kota Puruk Cahu.
Rumah Betang ini bukanlah rumah asli khas Suku Dayak yang sudah didiami selama ratusan tahun, tapi hanyalah sebuah replika yang dibangun sebagai pelestarian adat dan budaya Suku Dayak. Walaupun tidak di tempati, rumah betang ini dipakai ketika ada upacara adat Dayak Siang oleh keluarga yang mengadakan hajatan seperti Wara .
Rumah Betang ini dibangun dengan kayu Ulin, kayu terkeras di dunia. Dari bagian tiang,  lantai, dinding sampai atap berbahan dasar dari kayu Ulin, kayu yang semakin langka ini diperoleh dari pedalaman hutan Kalimantan. 
Fokus ke bunga dari pada Rumah Betangnya :-)
Rumah Betang umumnya berbentuk persegi panjang. Tiang yang menyangga bangunan tinggi hingga bagian bawah rumah bisa digunakan untuk berbagai aktifitas sehari-hari oleh warga Dayak yang mendiamin rumah tersebut.
Dengan bentuknya yang tinggi, hanya ada satu tangga untuk masuk ke rumah ini, itupun terbuat dari kayu bulat yang dipahat dan dibentuk untuk dijadikan pijakan kaki, konon dibuat seperti ini agar mudah diangkat sehingga musuh yang menyerang tidak bisa masuk rumah ataupun mengindari binatang buas. 
Tangga masuk ke Rumah Betang
Di bagian dalam rumah
Di bagian dalam Rumah Betang ini sudah ada kamar-kamar dengan pintunya yang berhiaskan ukiran khas Dayak. Sementara di bagian depan rumah tampak sebuah bangunan kecil yang berbentuk kotak seperti rumah, namanya Sandung. Wadah ini dahulu digunakan sebagai tempat untuk meletakan tulang belulang para leluhur yang telah meninggal dunia.
Di samping rumah, kita bisa menemukan tiang Pantar yang juga dari kayu ulin, di bagian atasnya kita bisa melihat berbagai bentuk macam ukiran, tiang-tiang ini biasanya dibangun ketika ada keluarga yang meninggal dan dipercaya sebagai jalan bagi roh untuk pulang menuju Nirwana.
Sandung tampak di samping tangga masuk
Ada lagi yang namanya Tiang Sapundu, tiang ini rendah namun lebih besar dari tiang Pantar, ukirannya juga lebih bervariasi, ada yang berbentuk naga, ular, burung, belanga hingga manusia. Tiang ini digunakan untuk mengikat hewan yang akan dikorbankan ketika acara adat, di sinilah hewan seperti kerbau tersebut di ikat kemudian di bunuh beramai-ramai dengan menggunakan tombak.
Sebenarnya masih ada 3 Rumah Betang yang masih di huni hingga sekarang di Kabupaten Murung Raya, namun saya hanya pernah berkunjung ke salah satunya yang berada dsi Desa Konut, sekitar 20 km dari Kota Puruk Cahu. Bagaimana dengan sobat Backpacker Borneo, sudah pernah mengunjungi Rumah Betang? 
Rumah Betang saat menjelang senja
Happy Responsibe Travel!
Read more »