#SEEBORNEO

9 Alasan Kenapa Anda Harus Mengunjungi Kalimantan

1. Bertemu Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting


2. Bersantai di Kepulauan Derawan


3. Berenang bersama ubur-ubur di Danau Kakaban


4. Danau Labuan Cermin, danau bening dengan dua rasa


5. Menaiki Bamboo Rafting di Loksado


6. Uniknya Pasar Terapung di Lok Baintan


7. Menikmati Sungai Kahayan dari Kapal Wisata


8. Tinggal di Rumah Betang yang masih asli


9. Festival Budaya Isen Mulang di Palangkaraya


Happy Responsible Travel!
Read more »

[Foto] Lomba Jukung Hias Festival Budaya Isen Mulang

Lomba jukung (perahu) hias adalah satu satu cabang lomba dalam kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang diadakan oleh pemerintah provinsi Kalimantan tengah. FBIM sendiri diadakan setiap tahunnya sekaligus merayakan hari jadi provinsi Kalimantan Tengah.
Lomba jukung hias tahun ini diadakan pada tanggal 19 Mei 2014 yang mengambil rute di sepanjang Sungai Kahayan yang membelah kota Palangkaraya, dimulai dari Pelabuhan Rambang, kemudia peserta dari masing-masing kabupaten berlayar hingga Jembatan Kahayan dan kembali lagi ke titik semula.
Keunikan perahu hias bukan cuma pada hiasan perahu yang kental dengan nuansa budaya Dayak, tapi juga para penari lengkap dengan kostumnya yang menawan menari melenggang-lenggokan badan seiring musik yang mengalun dari setiap perahu.
Berikut beberapa jepretan yang sempat saya abadikan ketika Lomba Jukung Hias Festival Budaya Isen Mulang:
Penonton yang rela panas-panasan
Serba kuning
Jukung motif Burung Enggang
Naganya kaya di Singapura aja 
Ada perahu dalam perahu
Walau miring tetap semangat
Kontingen Kabupaten Murung Raya
Dancing like a bird
Kostumnya heboh banget
Menarilah dengan riang
Happy Responsible Travel!

Read more »

Menantang Jeram Hulu Sungai Kahayan

Bagi yang pernah mencoba arung jeram, pasti mengetahui bagaimana rasanya sensasi melewati jeram bebatuan di sungai yang berarus deras dengan menggunakan perahu karet. Namun bagaimana kalau kami mengarungi jeram ke arah sebaliknya alias melawan arus? Kalau dengan metode yang biasa pasti kami berfikir bahwa itu tidak mungkin.
Namun tenyata, melawan arus bahkan melewati jeram sekalipun dari dahulu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Dayak di Kalimantan. Kebetulan saya pernah memposting sebuah video bagaimana Suku Dayak pada jaman dahulu menantang derasnya arus jeram yang biasa di sebut dengan “kiham”, silahkan dilihat di sini (Link).
Seiring dengan perkembangan jaman, perahu yang dahulunya hanya menggunakan tenaga manusia, kini telah berganti dengan tenaga mesin, bahkan mesin mobil di modifikasi sedemikian rupa sehingga bisa dipasang dan digunakan di dalam sebuah perahu kecil.

Jeram yang harus di lalui
Nah, pengalaman menantang derasnya arus bebatuan sungai pedalaman Kalimantan inilah yang saya rasakan ketika hendak mengunjungi sebuah Rumah Betang yang berada di desa Tumbang Korik, Kalimantan Tengah.
Untuk menuju desa tersebut, dari Palangkaraya saya terlebih dahulu menuju Desa Tumbang Miri yang berada di Kabupaten Gunung Mas yang bisa dicapai dengan perjalanan 7 jam menggunakan mobil dengan jalan yang masih offroad, atau ditempuh dengan 3 hari perjalanan dengan menggunakan perahu di Sungai Kahayan.
Nunggu evakuasi truk
Karena alasan waktu dan sedang menemani tamu, tentu saja saja saya memilih menggunakan mobil, walaupun dengan medan yang bisa dibilang belum bisa disebut dengan jalan raya. Bahkan, mobil yang kami tumpangi sampai mengalami kerusakan yang bisa dibilang tidak umum, tangki bensin yang berada di bagian bawah mobil terlepas, sehingga harus diikat dengan menggunakan tali sampai kami tiba di tujuan. Tak hanya itu, kami harus menunggu hingga satu jam sampai truk yang terperosok di jalan berlumpur selesai di evakuasi. 
Setelah menginap satu malam di Tumbang Miri, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kelotok, sebutan bagi perahu kecil yang menggunakan mesin untuk menuju desa Tumbang Korik. Di Kalimantan, desa yang nama depannya dinamakan dengan “Tumbang” pastilah ada sungai kecil yang bermuara di desa tersebut.
Membelah Sungai Kahayan
Di sinilah pertualangan yang sebenarnya di mulai, mula-mula kami menyusuri hulu Sungai Kahayan yang cukup lebar dan berair coklat karena tambang emas illegal. Ketika memasuki bagian yang berarus deras, dengan bebatuan yang tak beraturan serta bekas patahan kayu yang menyembul di permukaan menghiasinya, detak jantung saya mulai tidak beraturan, adrenalin semakin meningkat. Beberapa kali dasar kelotok menabrak sesuatu di bawah air, kelotok bergoyang halus, kami para penumpang hanya bisa berpandangan sambil berpegangan erah di tepi kelotok. Hingga akhirnya kami bisa melewati jeram tersebut barulah saya bisa bernapas lega. 
Rupanya bukan hanya satu jeram itu yang harus kami hadapi, masih ada beberapa jeram lagi dengan medan dan kesulitan yang berbeda. Menurut pemilik kelotok, selama 6 tahun berbisnis di dunia taksi air sudah 4 badan kelotok dan 5 mesin yang telah menjadi korban keganasan riam di hulu Sungai Kahayan beserta anak-anaknya.
Berpegangan erat
Pasir gusung yang membentang luas seperti pantai di tapi laut menjadi pemandangan yang jamak kami lihat di sepanjang perjalanan, desa-desa Suku Dayak yang tak bisa jauh dari sungai beberapa kali kami lewati hingga akhirnya kami masuk ke anak Sungai Kahayan yang bernama Sungai Hamputung. Pemandangan mulai berbeda, sungai mulai menyempit, terkadang pepohohan membentuk kanopi yang menaungi sungai dari sengatan sinar matahari.
 
Jeram yang kami lewati pun semakin ekstrim, di salah satu jeram hanya ada satu jalan yang bisa dilalui oleh kelotok, itupun bisa dibilang hampir berbentuk seperti air terjun. Saya sempat berfikir mampukan kami melewatinya, namun dengan sedikit sentakan gas, juru mudi kami yang berpengalaman berhasil melaluinya dengan aman.
Bikin deg-degan
Entah sudah berapa puluh kali kelotok yang kami tumpangi menabrak benda di bawah air yang tidak terlihat, mungkin batu mungkin juga kayu. Karena seringnya tersebut terjadi, akhirnya saya bisa lebih menikmati perjalanan, tidak lagi khawatir kelotok yang kami tumpangi akan karam atau semacamnya, saya percayakan saja semuanya kepada juru mudi yang sudah hapal bagian mana yang aman untuk di lalui. 
Alam yang masih asri menemani perjalanan kami menuju Desa Tumbang Korik, sesekali burung-burung terbang melintas dengan bebas tanpa tergangu oleh riuhnya suara mesin kelotok yang kami tumpangi. Bahkan kami sempat berpapasan dengan sepasang burung Enggang yang sedang terbang rendah diantara pepohonan.
Setelah tiga jam berada di depan mesin yang memekakan telinga, tiba jualah kami di sebuah persimpangai sungai kecil yang bernama Sungai Korik, dan di situlah tujuan kami. Pengalaman di Desa Tumbang Korik akan saya ceritakan di postingan yang berbeda, jadi stay tune di backpackerborneo.com ya.
Happy Responsible Travel!
Read more »

Menjelajah Indonesia dengan Gogonesia.com

Mumpung lagi rajin ngereview, postingan kali ini kembali mengulas tentang sebuah website yang berguna bagi para sobat traveler sekalian, khususnya yang tidak mau ribet mengurus detail perjalanan. Kalau sebelumnya mengulas tentang sebuah web perjualan tiket pesawat, kali ini akan mengulas sebuah website local yang menawarkan berbagai paket perjalanan di tempat indah di Indonesia, gogonesia.com. Website ini masih bisa dibilang baru, namun fitur yang disajikan sangat lengkap.
gogonesia.com
Oke, yang pertama saya akan mengulas dari desain terlebih dahulu. Secara  umum, ketika saya mengunjungi  website ini untuk pertama kalinya saya sangat suka dengan tampilannya yang langsung menampilkan slide foto-foto keindahan alam yang memanjakan mata. Di bagian tengah, sebuah box pencarian memudahkan para traveler untuk langsung mencari destinasi tujuannya.
Bukan cuma itu, gogonesia.com juga memberikan langsung memberikan free voucher bagi yang mensubcribe website untuk mendapatkan kabar terbaru yang langsung dikirimkan setiap bulannya dengan  cara menuliskan email di tempat yang telah di sediakan.
Bagian bawah website
“If you find a better price on the other website, just show us the link and we’ll beat the price”. Demikian yang tertulis sebagai garansi mereka memberikan harga yang terbaik bagi para pelanggannya. Selain diskon hingga 50 % diskon yang bisa mereka berikan, juga tak ada tambahan biaya bookingan selain yang tertulis yang di website.
Scrolling ke bawah sedikit, bagian “Special offers” memberikan saya pilihan langsung beberapa paket perjalanan dan pertualangan yang di tawarkan. Lengkap dengan harga, durasi, quota peserta hingga lokasi destinasi tersebut, tingggal klik yang kira-kira membuat anda tertarik atau yang memang sudah di incar sebelumnya.
Special offers
Di bagian bawah, selalu ditampilkan paket perjalanan yang menjadi best seller dari gogonesia.com. Disampingnya, tulisan terbaru dari blog yang menarik untuk dibaca dan informasi terbaru tentang dunia traveling  juga bisa diklik dengan mudah.
Berikutnya, beberapa tempat terkenal di Indonesia bisa menjadi pilihan bagi pengunjung yang masih bingung dengan tujuan liburannya, tinggal klik salah satu gambar yang ada maka beberapa pilihan destinasi yang berada di wilayah tersebut akan segera muncul.
Terus bagaimana cara untuk memesan salah satu pilihan paket perjalanan dan pertualangan yang ada di gogognesia.com? ternyata caranyapun cukup mudah, setelah mendaftar sebagai pengguna di web ini, tinggal memilih tujuan yang dikehendaki,  pilih tanggal, jumlah orang yang akan berangkat dan tinggal klik tulisan “Book Now” yang terpampang dengan jelas.
Pilihan perjalanan di Kalimantan
Kalau punya kode voucher, bisa langsung dimasukan untuk mendapatkan diskon perjalanan tersebut. Di bagian bawah akan ada pilihan cara pembayaran, apakan dengan bank transfer atau dengan kartu kredit. Tinggal isi data bagi yang belum mendaftar dan lakukan pembayaran deh, semudah dan sesimpel  itu.
Habis itu, tinggal packing dah….dan nikmati waktu liburan dengan sebaik-baiknya tanpa harus mengkhawatirkan perkerjaan di kantor dan ketika kembali otak sudah fresh dan siap untuk kembali bekerja keras nyari uang buat liburan lagi.
Walaupun saya masih belum ada rencana jalan-jalan dalam waktu dekat ini, namun website ini bisa menjadi pilihan di kemudian hari diantara semakin menjamurnya website perjalanan wisata yang ada di Indonesia. Majulah pariwisata Indonesia!
Happy Responsible Travel!


Read more »

Traveloka.com – Review Terpercaya Seorang Backpacker

Banyak orang berpikir bahwa seorang backpacker harus bepergian dengan menggunakan kereta api atau bus karena harganya yang murah. Apakah hal ini benar? Bepergian dengan menggunakan kereta api atau bus memang hemat, namun belum tentu cocok dengan kondisi yang kita alami pada saat akan melakukan perjalanan.
Belum lama ini, saya ceritanya mau backpackingan ke Jogja. Sebagai seorang backpacker yang professional, saya berpikir akan menggunakan kereta api karena murah. Saya langsung mengunjungi website kereta api, mencari tiket, dan melihat tiket kereta api yang tersedia. Pada saat itu yang tersedia hanya tinggal kereta api eksekutif saja.Harga tiket tersebut adalah Rp.  475.000, termasuk mahal untuk ukuran backpacker! Maklumlah, memang tanggal yang saya pilih adalah tanggal libur sejuta umat.
Belum menyerah, saya mencoba mencari bus untuk mencapai tujuan idaman saya yaitu Jogja. Pada saat itu harga tiket bus adalah 260.000 Rupiah dengan lama perjalanan minimal 12 jam. Wow, lama sekali perjalanannya!

Waktu yang saya punya untuk menikmati keindahan Indonesia sambil menggendong tas sangat singkat yaitu hanya 3 harisaja. Kalau saya menggunakan bus, pulang pergi saya sudah menghabiskan waktu selama minimal 24 jam di jalanan, sehingga waktu yang saya punya untuk berwisata hanya tinggal 2 hari saja. Belum lagi waktu istirahat yang diperlukan karena lamanya perjalanan menuju Jogja pasti akan membuat badan yang kurang olahraga dan terlalu banyak makan indomie ini lelah.
Pada saat itu hati saya hancur, keinginan saya untuk dapat pergi ke Jogja gagal tercapai hanya karena tidak ada transportasi yang cocok dengan kondisi saya. Saya yang pasrah kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi, sekaligus meratapi nasib.
Setelah selesai mandi, saya berusaha menghibur diri dengan menonton televisi. Pada saat itu kebetulan remote televisi saya lagi ngumpet entah di mana. Gara-gara remote itu enggak ada, saya gak bisa lari dari serangan iklan televisi yang membabi buta. Karena malas bergerak, saya lihat aja semua iklan itu. Nah, tiba-tiba ada iklan tiket pesawat yang menarik perhatian saya. Kenapa? Karena ada tanda-tanda promonya banyak. Sebagai orang yang lagi desperate mau traveling tapi kepentok budget, mata saya langsung bersinar-sinar melihat harga yang ditampilkan di iklan tersebut.
 
Iklan tersebut adalah iklan milik sebuah website booking tiket pesawat. Pada saat itu sebenarnya saya berpikir bahwa pesawat terbang hanya untuk mereka yang berduit saja, dan biasanya iklan hanya memperlihatkan hal-hal yang indah saja.Namun, saya yang sudah lelah melihat iklan televisi yang tak kunjung selesai akhirnya memutuskan untuk mencoba melihat website tersebut.
Saya langsung menyambar blackberry bold kesayangan saya, bagai seekor lebah yang menyengat dengan ganasnya. Saya membuka website yang bernama Traveloka.com tersebut. Website tersebut terbuka dengan cepat walaupun handphone saya udah ketinggalan jaman.
 
Saya langsung mencoba mencari tiket di sana. Hasilnya? Saya mendapatkan hasil yang tidak bisa saya percaya begitu saja. Masa harga tiket pesawat dengan harga kereta api hampir sama? Saya yang tidak percaya langsung berangkat kebeberapa website resmi maskapai penerbangan.
Di sana, saya mencoba mengecek harga tiket pesawat, kemudian saya bandingkan dengan harga di Traveloka.com. Hasilnya? Harga tiket pesawat di Traveloka.com lebih murah dari pada yang ada di website resmi maskapai penerbangan.
Spontan saya langsung berpikir bahwa website ini hanyalah penipu. Sekitar 2 detik kemudian, sisi bijaksana saya berkata “jangan menuduh yang tidak pasti”. Dari situ saya berpikir, kalau penipu kok dia iklan di televisi, kan mahal banget biaya iklannya.
Saya langsung mencoba mencari tahu tentang Traveloka.com di internet. Pada saat saya baru mengetik “traveloka” muncul suggestion berupa “traveloka penipu”. Betapa kagetnya saya ketika Mbah Google menyarankan saya untuk mencari “traveloka penipu”.
Saya melanjutkan penyelidikan saya dengan cara:
Mengetik “traveloka penipu” di Google, sesuai dengan suggestion Google, saya buka semua link yang ada di halaman pertama dan hasilnya tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa Traveloka.com adalah penipu, bahkan banyak yang merekomendasikannya untuk mendapatkan tiket pesawat murah.
Mencari review mengenai pelayanan Traveloka.com dengan cara mengetik “traveloka review” di Google. Hasilnya saya mendarat dengan selamat di dua website yang menampung segala keluhan manusia di dunia maya. Website tersebut adalah trustedcompany.com dan reviewcentre.com.
Menurut trustedcompany.com, nilai untuk Traveloka.com adalah 4.7 dari 5, sedangkan menurut reviewcentre.com, nilainya adalah 4.6 dari 5. Menurut saya, ini adalah nilai yang sangat tinggi.
 
 
Pada titik ini saya sudah mulai percaya bahwa website ini aman. Saya langsung kembali ke TKP, melakukan pencarian tiket, dan melakukan proses booking saat itu juga karena saya takut harganya nanti makin mahal. Pas mau bayar, ternyata ada banyak pilihan metode pembayaran. Saya piker saya gak akan bisa bayar karena saya orang desa, tapi ternyata saya salah.
Enggak lama setelah melakukan pembayaran sebesar Rp 454.253 yang mana lebih murah dari harga tiket kereta api, saya menerima tiket elektronik yang dikirim melalui E-mail. Karena gak punya printer, langsung aja ke warnet terdekat dari rumah saya. Pas saya nge-print di warnet itu, operatornya bilang kalau dia juga pakai Traveloka.com untuk pesan tiket Lebaran. Pada saat itu saya merasa bodoh dan ketinggalan jaman, kenapa gak dari dulu saya beli tiket pesawat secara online, tapi sudahlah yang penting sekarang saya berhasil mendapatkan tiket untuk menuju Jogja.
Saat tiba hari keberangkatan, saya dengan cemas pergi ke bandara. Saya takut tiket yang berupa secarik kertas yang saya print sendiri ini ditolak dan di buang seperti sampah di bandara. Keadaan di bandara pada saat itu ramai, ada sekitar 10 orang yang antri di depan saya. Yang mengejutkan, sebagian besar dari mereka memegang kertas bertuliskan Traveloka.com. Ternyata Cuma saya sendiri yang bodoh dan ketinggalan jaman. Namun walau begitu, hati saya menjadi tenang karena melihat ada banyak orang membawa tiket pesawat yang serupa dengan tiket saya.
Akhirnya, saya tiba dengan muka bahagia di Jogja. Karena lokasi bandara di Jogja dekat dengan Candi Prambanan, saya memutuskan untuk langsung pergi kesana. Saya menggunakan bus Trans Jogja yang ada di bandara. Dengan bus itu, saya hanya butuh modal 3,000 Rupiah untuk dapat mencapai Candi Prambanan. Sudah dekat, irit waktu, murah pula. Sepertinya saya adalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini saat itu.
Mulai sekarang,  kereta api dan bus bukan lagi menjadi pilihan utama sayau ntuk menikmati wisata ala backpacker. Saya sudah ketagihan naik pesawat terbang karena cepat dan murah.
 Happy Responsible Travel!
Read more »

Hutan Kalimantan, Nasibmu Kini

Menyusuri Sungai di Kalimantan
                    Tiba-tiba saja saya teringat dengan Orangutan yang kami temui di perjalanan antara Bontang dan Samarinda sekitar Km. 28, tiba-tiba saja dia menyeberang di depan kita,untung saja waktu itu jalan dalam keadaan sepi. Kitapun memperlambat laju mobil untuk memberi dia kesempatan menyeberang dan menghilang di balik semak belukar. Entah bagaimana nasib Orangutan itu sekarang, apalagi tempat itu tak jauh dari pemukiman penduduk.
Sehari sebelumnya, saya melewati jalan bekas HPH yang sekarang berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Sepanjang mata memandang hanyalah ada pohon sawit, hati saya makin terenyuh ketika melihat hutan yang tampaknya baru saja dibuka dan ditanami dengan pohon sawit yang masih kecil, tampak beberapa pohon yang menjulang tinggi diantara anak sawit tersebut, namun tetap saja tidak bisa menjadi penobang bagi kesuburan bumi ini. Kalah oleh rakusnya pohon sawit akan air tanah dan unsur hara.
Sedih liat yang kaya gini (Sumber foto greenpeace.org)
Beribu-ribu hektar hutan kalimantan telah berubah fungsi menjadi tambang dan kebun sawit. Pantas saja salah satu Orangutan tadi sampai nyasar ke daerah pemukiman penduduk karena tempat tinggalnya sudah dirampas oleh kaum kapitalis yang haus akan kekayaan tanah Borneo. Bahkan satu-satunya kerajaan Orangutan paling besar di Kalimantan juga terancam, ekspansi kebun sawit juga akan merambah wilayah Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.
Para penguasa yang memangku kebijakan di daerah juga berlomba-lomba untuk menimbun kekayaan tanpa memperdulikan lagi masalah konservasi dan kelestarian alam. Jangan heran kalau ada penjabat di Kalimantan mempunyai kekayaan yang sanggup untuk menghidupi tujuh turunan.
Apalagi di daerah penghasil batu bara, para pejabat berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya kepada perusahaan asing beroperasi di daerah mereka. Belum lagi "Upeti" yang setiap bulannya dibayarkan kepada mereka. Jadi jangan heran kalau orang-orang pada berebut untuk mencalon sebagai pemimpin daerah.
Tambang di Kalimantan Tengah
Saat ini, hutan Kalimantan yang katanya paru-paru dunia menyusut dengan drastis. Menurut Greenpeace, pada tahun 2010 hutan di Kalimantan tinggal tersisa 25,5 juta hektar saja. Paru-paru itu sudah mulai korengan, bopeng di mana-mana akibat bekas tambang yang tidak di reklamasi, tercemar asap pembakaran lahan sawit yang tidak bertanggung jawab.
Data yang dikeluarkan oleh State of the World's Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 adalah 1,8 juta hektar/tahun. Tingginya laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record menganugrahi Indonesia sebagai negara yang laju kerusakan hutannya tercepat di dunia. Sebuah prestasi yang tidak patut untuk dibanggakan. (sumber)
Berdasarkan data di atas, maka kalau di hitung dalam 15 tahun kedepan tak akan ada hutan lagi di Kalimantan. Seandainya tak ada hutan, Lalu di mana Orangutan akan tinggal? Di mana burung-burung bersarang? Dari mana sumber air berasal?
Kembalikan rumah kami
Tulisan ini dipersembahkan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2014 yang jatuh pada hari ini, 5 Juni 2014. Berikut beberapa tulisan dari teman-teman Travel Blogger Indonesia tentang #WED2014 :
Read more »

[Foto] Karnaval Festival Budaya Isen Mulang

Jalanan Kota Palangkaraya yang biasanya lengang tiba-tiba saja menjadi ramai dan dipenuhi oleh lautan manusia. Karnaval Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang dilaksanakan di siang hari dengan udara yang panas menyengat tak menyurutkan animo masyarakat untuk menonton arak-arakan untuk membuka acara tahunan Provinsi Kalimantan Tengah ini.
Karnaval Festival Budaya Isen Mulang
Karnaval atau pawai budaya bisa dibilang acara yang paling meriah, perwakilan dari semua kabupaten, instansi pemerintahan, sekolah, sampai kerukunan warga yang berasal dari luar Kalimantan beramai-ramai menyukseskan acara ini.
FestivalBudaya Isen Mulang yang diadakan setiap tanggal 19-24 Mei tiap tahunnya sendiri terdiri dari berbagai macam acara dan lomba tradisional yang mengangkat budaya khas Kalimantan Tengah, Karnaval hanyalah permulaan. Masih banyak acara lain yang wajib untuk ditonton.
Berikut sedikit jepretan berhasil camera saya tangkap kemaren. Enjoy..!
Dayak Warrior, Kontingen dari Murung Raya
Ini Dayak atau Indian ya??
Salah satu kreasi untuk pawai budaya
Anak-anak juga tak mau kalah

Maka kecantikan gadis dayak mana yang kau dustakan?
Kostumnya juara!!
Si Cepot ternyata kepincut cewek Dayak

Dengan tatto dayak motif tribal
Peserta karnaval yang berasal dari Papua.
KURANG FOTONYA?? MAU LAGI??

 Happy Responsible Travel!
Read more »