#SEEBORNEO

Camping di Gunung Batu, Riam Kanan


Trip kali ini sebenarnya berawal dari postingan foto seorang kawan di facebook, tempat yang bukanlah tempat yang terkenal untuk camping seperti di Bukit Batas yang sudah mulai jadi destinasi yang baru ngetren di Kalimantan Selatan.
Read more »

Teluk Mayalibit, Pembelah Puau Waigeo

Perjalanan saya di Raja Ampat kali ini memang tanpa Itenerary yang jelas, namun karena penasaran dengan cerita tentang batu di Teluk Mayalibit akhirnya saya memutuskan kesanalah tujuan saya selanjutnya. Untuk menjangkau tempat ini selain dengan kapal juga bisa ditempuh dengan jalan darat.
Bermodalkan petunjuk jalan dari seorang teman dan motornya yang dia sewakan saya berangkat seorang diri, jalannya masih belum beraspal dan hanya diperkeras dengan batu koral, bahkan ada bagian jalan yang runtuh. Di tengah perjalan ada sebuah air terjun yang cukup bagus dan memutuskan untuk mampir mandi ketika perjalanan pulang nanti, hanya satu kali saya berpapasan dengan angkot  berupa mobil  4 wheel drive yang bagian belakangnya di modif sedemikian rupa untuk penumpang duduk. 
Desa Warsambin
Read more »

Mengintip Gunung Kelud Setelah Erupsi

Empat bulan sudah sejak Gunung Kelud memuntahkan isi perutnya , pasir  tampak masih menumpuk di semua halaman rumah penduduk ketika saya datang ke rumah mertua di Kediri, bahkan sampai ada yang sampai dijadikan tempat bermain untuk anak-anak.
Penasaran akan kehancuran yang ditimbulkan, saya bersama istri yang sedang hamil akhirnya mencoba untuk mengunjungi gunung  yang menjadi wisata andalan Kabupaten Kediri tersebut, semakin dekat dengan tujuan, semakin terlihat efek dari lontaran abu dan kerikil dari kawah Gunung Kelud. Walaupun sebagian besar telah diperbaiki, namun masih tampak atap rumah yang hanya di tutupi  terpal oleh pemiliknya.
Gulung Kelud di Kediri, Jawa Timur
Gapura besar bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Gunung Kelud” menyambut kedatangan kami, tampaknya pariwisata di sini sudah mulai menggeliat,  beberapa bus pariwisata terparkir rapi, karena dari sini mobil pengunjung tidak diperbolehkan untuk melanjutkan naik ke atas, harus dengan angkutan umum yang di sediakan atau naik ojek.
Bagi yang datang dengan sepeda motor masih tetap diperbolehkan untuk membawa motor untuk naik ke atas, jalanan yang mananjak dan berkelok-kelok rupanya menjadi alasan kenapa mobil pribadi dilarang naik hingga ke atas, selain untuk berbagi rezeki dengan supir angkot dan ojek lokal tentunya.
Pemandangan umum yang dilihat
Pohon-pohon tampak meranggas, berdiri tegak tanpa daun karena telah gugur oleh luluhan awan panas, entah masih hidup atau sudah kering kerontang, namun rumput dan sebagian tumbuhan sudah mulai menghijau, dan yang pastinya tanah yang telah dilapisi oleh material dari perut bumi tersebut nantinya kan menjadi semakin subur.
Jalan Misteri atau Mysterious Road adalah satu-satunya objek wisata yang ada di kawasan Gunung Kelud karena hanya berupa sebuah jalan dan keterangan tentang jalan tersebut. Jalan ini dinamakan Jalan Misteri karena walaupun terlihat menajak, namun mobil atau motor yang netral akan maju dengan sendirinya.
Jalan Misteri 
Batas pengunjung
Sayapun penasaran untuk membuktikan Jalan Misteri tersebut, mesin saya matikan, porsneling dalam kondisi netral dan setelah beberapa saat ternyata motor yang saya duduki mulai bergerak maju, persis seperti yang dikatakan orang selama ini. Namun setelah saya perhatikan sampai hampir tiarap di atas aspal, jalan tersebut sebenarnya terlihat menurun, namun secara kasar mata menanjak entah karena kountur tanah atau memang elevasi aspalnya yang membuat fatamorgana.
Jarak 3 kilometer dari Puncak adalah batas yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, pagar besi yang terkunci rapat akan menghalangi siapa saja yang mencoba untuk menerobos masuk. Alasan untuk keamanan pengunjung serta jalan yang masih belum stabil membuat kita tidak bisa naik lebih jauh.
Meranggas
Jasa Foto
Namun pemandangan yang dilihat akan sama saja, hamparan pasir dan bebatuan yang menutupi sebagian besar permukaan lembah dan bukit sajalah yang bisa kita lihat sejauh mata memandang, tersisa juga sedikit kayu yang sudah meranggas.
Beberapa warung tampak sudah berdiri di lokasi ini, jasa foto bagi yang tidak membawa kamera, serta teropong yang juga telah tersedia bagi pengunjung yang ingin mengintip bendera merah putih yang berdiri gagah di puncak Kelud yang selalu tertutup kabut.
Menyaksikan kerusakan yang ditimbulkan oleh erupsi Gunung Kelud membuat saya kembali mengingat betapa kecilnya kita di muka bumi ini, batu seukuran kerbau dengan mudahnya terbang hingga beberapa kilometer dari pusat letusan mencerminkan betapa kuatnya daya dorong dari pusat bumi. Abu vulkanik menyebar hingga ke jawa tengah, membuat Kota Jogjakarta memutih laksana tertutup salju.
Semoga pariwisata di kawasan Gunung Kelud kembali normal dan mensejahterakan masyarakat di sekitarnya. Amiin.
Happy Responsible Travel!!


Read more »

Tips Buat yang Pengen Jadi Travel Blogger

Ternyata udah lama tidak berbagi tips kepada pada pembaca setia Backpacker Borneo (emang ada?) sejak menulis tentang panduan lengkap berwisatake Kepulauan Derawan. Nah, kali ini saya akan berbagi tentang tips travel blogging.
Kenapa Travel Blog? Karena itulah yang menjadi spesialisasi backpackerborneo.com, yaitu berhubungan dengan jalan-jalan. Walaupun di luar sana lebih banyak blog yang bagus dan sukses dari blog ini namun dengan menulis tips ini mudah-mudahan blog ini menjadi semakin bagus juga. Oleh karena itu, saya juga mengajak travel blogger lainnya untuk berbagi di sini. Oke silahkan langsung di simak ya…
·         Punya Blog dan suka jalan-jalan
Itu hal pasti yang harus dimiliki kalau ingin menjadi travel blogger. Kalau kamu nulisnya masih di diari buruan sana bikin blog, banyak kok penyedia layanan blog yang gratis seperti blogspot, wordpress, tumblr dan lain-lain.
Selain itu karena temanya jalan-jalan, hobi kelayapan adalah hal  yang harus dimiliki, nggak harus jauh, sekitar rumah juga bisa menjadi bahan blog kok, tinggal bagaimana mengemas perjalanan tersebut ke dalam tulisan.
·         Desain blog
Pilihlah desain yang enak dipandang, karena seringkali walaupun tulisan kamu bagus namun karena desainnya berantakan jadinya pembaca bisa malas untuk melanjutkan. Walaupun desain standar tapi rapi dan ketika mereka ingin membaca tulisan yang lain, navigasi mudah.
Oleh karena itu, penggunaan widget yang tidak terlalu penting sebaiknya tidak usah di pasang karena semakin banyak widged di sidebar atau footer, maka blog akan semakin berat ketika di buka.
Kalau ingin kelihatan lebih professional, ada banyak pilihan template desain blog yang bagus yang bisa di pakai untuk blog dan itu gratis, tinggal Tanya sama om Google.
·         Konsisten
Konsistensi adalah salah satu kunci sukses seorang blogger. Buatlah jadwal postingan seperti seminggu dua kali, seminggu sekali ataupun sebulan dua kali. Seringkali yang terjadi adalah ketika habis jalan-jalan dan masih semangat nulis maka langsung memposting sampai 5 tulisan sehari, tapi kemudian tidak ada postingan sama sekali selama beberapa minggu bahkan bulan. Sebaiknya ini dihindari, salah satu caranya adalah dengan simpan di draft dan jadwalkan tulisan tersebut agar terposting secara otomatis.
·         Maksimalkan SEO (dari Virus Traveling)
Kalo aturannya SEO itu kan kita analisa keyword dulu mana yang optimal mana yang nggak kemudian keyword itu yang dijadiin artikel. Nah, kalau di travel blogger enggak  begitu menurut Bobby Ertanto, jangan. Tapi diganti urutannya.
1.       Bikin Artikelnya
2.       Tag keyword dicari menggunakan tools adwords.google.com yg 'keyword planner'. Cukup 5 keyword saja yg berbeda dan cari yang low competitor tapi yang nyari keyword itu banyak.
3.       Lihat juga di google.com/trends.
4.        Kalau bisa beberapa dr keyword itu ada yang masuk di tulisan.
Itu untuk tulisan. Dari setingan untuk optimasi Onpage SEO:
1.        Keyword ada dijudul, body, meta title, description.
2.       Format link: www.domainkamu.com/langsung-judulnya/ (ga pake tgl, dll)   
·         Metode Penulisan (dari Fahmi Anhar)
Bagi pemula, mungkin akan lebih mudah menulis postingan dengan metode naratif, menggambarkan apa yang dialami selama perjalanan. Alat bantunya bisa dengan sambil melihat foto/video traveling. Salah satu kunci travel blogging adalah memperhatikan gaya penulisan, karena itu akan menjadi identitasmu. Semakin sering kita menulis & membaca, maka akan semakin berkembang juga.
·         Tulisan nggak harus menggunakan bahasa baku, senyaman kamu aja. ( dari The Travelearn)
Tapi, tetap gunakan kaidah-kaidah EYD agar tulisan enak dibaca. Terutama dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca (titik, koma, tanda petik) yang tepat.
Jangan minder kalau kamu nggak punya kamera secanggih DSLR dan cuma punya kamera smartphone. Yang penting, coba asah sudut pengambilan gambar kamu, supaya tetap kelihatan bagus. Utak-atik supaya foto kamu bisa kelihatan oke, misalnya atur White Balance atau Mode. Hanya punya kamera smartphone bukan berarti kamu nggak bisa sesukses travel blogger yang lain kok :)
Buat yang merasa hasil fotonya sudah oke, gue sarankan beri watermark di foto kamu untuk menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab.
Buat judul yang kreatif, tapi tetap mudah ditemukan.  Jadi, di dalam judul itu harus mengandung objek yang akan kamu review. Apalagi buat kamu yang masih pendatang baru ya.
·         Buat catatan ketika di perjalanan (dari Tindak Tanduk Arsitek)
Pergunakan waktu menunggu untuk membuat catatan-catatan, atau menulis draft. Sering dalam bepergian kita dihadapkan pada waktu-nggak-tahu-mau-ngapain. Waktu ini biasanya antara check-in dengan boarding, atau masa-masa menunggu atau di dalam alat transportasi lain (waktu yang cocok buat ngetweet pamer posisimu di mana).
Kalau sudah bosan ngetweet dan chatting, mendingan mengerjakan draft blog. Aku sendiri sangat sering mengerjakan draft blog di dalam travel atau di kereta. Entah kenapa, ide tentang cerita perjalanan lebih mudah meluncur deras ketika dalam perjalanan. Tak jarang perjalanan bulan lalu baru dituliskan di dalam kendaraan berangkat di perjalanan bulan ini. Tak bawa laptop, tulis di gadget pun tak apa, yang penting huruf dan katanya sempat tersimpan dan bisa diotak-atik kemudian. Tulis sebanyak-banyaknya dengan hati, jika nanti ada waktu baru edit dengan rapi.
·         Tips mengatasi blogstuck  (dari Tindak Tanduk Arsitek)
Banyak kondisi malas menulis lagi karena kehabisan ide, atau karena terlalu banyak bepergian, atau bosan dengan tulisan sendiri. Kalau aku mengalami itu, maka aku akan mulai  membaca buku, karena bisa memperkaya diksi dan mendapatkan ide-ide baru. Tak jarang sesudah membaca aku malah punya cara menulis yang berbeda. Kalau begitu, rasanya lebih segar dan bikin bersemangat lagi untuk menulis. Buatku yang tidak menjadikan menulis sebagai pekerjaan utama ini, menulis benar-benar membutuhkan mood, tidak bisa dipaksakan, karena cerita yang dihasilkan merupakan suasana hati.
Cara kedua adalah bertemu teman-teman secara nyata, bukan hanya kontak dunia maya saja. Bagikan ide yang stuck itu untuk mendapatkan tanggapan dari orang lain, sehingga bisa dituangkan dalam tulisan. Latih untuk luwes dalam mengingat, sehingga hasil obrolan tidak terbang begitu saja.
·         Saling Blogwalking  (dari The Travelearn)
Mampir ke blog mereka, komentari tulisan-tulisannya, dan follow blog mereka. Biasanya akan berkunjung balik ke blog kamu, bahkan sampai follow balik. Bukan hanya bisa mengenal banyak travel blogger, tapi kamu juga bisa belajar banyak dari mereka tentang gaya menulis, teknik fotografi, desain blog, hingga aktivasi personal branding.
·         Jalin network  (dari titiw.com)
Jangan cuma gaulnya di komunitas-komunitas traveling aja. Jalin hubungan di komunitas yang masih berurusan dengan traveling. Misalnya gabung ke komunitas "hijau", yang mana bisa jadi wawasan tambahan ketika kita mau nulis tentang eco tourism.
·          Pilah-pilih ajakan media trip atau review (darititiw.com)
Apakah benefit yang mereka berikan setara dengan apa yang wajib kamu lakukan? (Misalnya cuma diminta review resto, tapi minta 5 tulisan) Sehingga win win solution.
Tapi meskipun selektif, be flexible juga. Misalnya kamu diminta review laptop. Sebagai travel blogger, jangan langsung nolak karena kamu pikir nggak ada hubungannya laptop sama traveling. Nah pinter-penternya kita sebagai blogger travel untuk menyulapnya jadi cocok. Misalnya laptop ini karena ukurannya compact jadinya cocok dibawa-bawa pas traveling, ada aplikasi apa yang bikin mudah nulis, dll.
·         Sedikit tips dari Olive's Journey jika ingin terjun di dunia travel blog:
§  Kenali panggilan jiwamu (passionnya kemana), mantapkan tujuannya u/ apa dan konsisten dengan tujuan yg ingin dicapai
§  Berinteraksi dengan lingkungan dan warga lokal saat bertandang ke satu destinasi
§  Bangun jaringan dengan sesama pejalan, bergabung dengan komunitas
§  Menimba pengetahuan dengan membaca dan mengikuti perkembangan di dunia traveling
§   Tidak menutup diri terhadap dunia lain di luar traveling
§   Tulis, tulis dan tulis ide, impian, harapanmu dari setiap perjalanan yang dijalani (selalu bawa note kecil untuk mencatat)
§  Konsisten dengan pilihanmu dan terus belajar untuk mengembangkan diri
§  Bersiap untuk kesempatan yang menghampiri
§   Tetaplah rendah hati

Ada yang mau Menambahkan?


Read more »

Paket Murah Bromo Sunrise Trip

Destinasi Wisata Lengkap :
1. Penanjakan
2. Bukit Teletubies
3. Pasir Berbisik
Itinerary
Meeting point Stasiun Malang
23.00 – 00.00 : Persiapan, dijemput Jeep/Landrover menuju Bromo.
00.30 – 03.30 : Perjalanan menuju ke Bromo/Penanjakan , the best view sunrise. Morning coffe
04.00 – 05.30 : Menunggu Sunrise di Penanjakan, hunting foto, foto bareng
05.30 – 10.00 : Explore Kawah Bromo, pasir Berbisik, Bukit Teletabis
10.30 – 13.00 : (Optional: Menuju Coban Pelangi, Menikmati Air terjun Coban pelangi, hunting foto), Kembali ke Malang, acara selesai.
Include:
- Penjemputan group di Malang
- Jeep/Hartop/Land rover
- Transportasi
- Sopir
- BBM
- Tiket Bromo
- Morning coffe/tea
- Air putih, masker,  
- Guide
Exclude:
- Tiket PP dari kota masing-masing ke Malang
- Penginapan
- Makan
- Pengeluaran pribadi
Biaya trip:
Only 340.000/orang

(HOT PROMO BULAN SEPTEMBER: Rp. 290.000/ORANG)
Cara Booking :
1. Email ke bpborneo@gmail.com atau pin BBM 7DF799A9 atau WA 085651202195.
2. Konfirmasi tangal keikutsertaan.
3. 
Kirim Nama, No Hp dan Alamat 
4. Bayar DP 200ribu/orang
5. Deal. 

Ketentuan Trip:
1. Down payment (DP) minamal di transfer 1 minggu sebelum keberangkatan.
2. Konfirmasi pembayaran transfer dengan meyertakan foto bukti pembayaran melalui BBM, WA atau email.
3. DP dianggap hangus jika peserta membatalkan keikutsertaannya, kecuali menemukan pengganti.
4. Jika terjadi pembatalan oleh panitia karena sebab yang tidak dapat di tanggulangi, maka DP yang sudah di bayarkan akan dikembalikan.
Jadwal Trip 2014:
Oktober:

4-5 Oktober 2014

11-12 Oktober 2014

18-19 Oktober 2014

25-26 Oktober 2014

November:

1-2 November 2014

8-9 November 2014

15-16 November 2014

22-13 November 2014

29-30 November 2014



Previous Trip









Read more »

9 Alasan Kenapa Anda Harus Mengunjungi Kalimantan

1. Bertemu Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting


2. Bersantai di Kepulauan Derawan


3. Berenang bersama ubur-ubur di Danau Kakaban


4. Danau Labuan Cermin, danau bening dengan dua rasa


5. Menaiki Bamboo Rafting di Loksado


6. Uniknya Pasar Terapung di Lok Baintan


7. Menikmati Sungai Kahayan dari Kapal Wisata


8. Tinggal di Rumah Betang yang masih asli


9. Festival Budaya Isen Mulang di Palangkaraya


Happy Responsible Travel!
Read more »

[Foto] Lomba Jukung Hias Festival Budaya Isen Mulang

Lomba jukung (perahu) hias adalah satu satu cabang lomba dalam kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang diadakan oleh pemerintah provinsi Kalimantan tengah. FBIM sendiri diadakan setiap tahunnya sekaligus merayakan hari jadi provinsi Kalimantan Tengah.
Lomba jukung hias tahun ini diadakan pada tanggal 19 Mei 2014 yang mengambil rute di sepanjang Sungai Kahayan yang membelah kota Palangkaraya, dimulai dari Pelabuhan Rambang, kemudia peserta dari masing-masing kabupaten berlayar hingga Jembatan Kahayan dan kembali lagi ke titik semula.
Keunikan perahu hias bukan cuma pada hiasan perahu yang kental dengan nuansa budaya Dayak, tapi juga para penari lengkap dengan kostumnya yang menawan menari melenggang-lenggokan badan seiring musik yang mengalun dari setiap perahu.
Berikut beberapa jepretan yang sempat saya abadikan ketika Lomba Jukung Hias Festival Budaya Isen Mulang:
Penonton yang rela panas-panasan
Serba kuning
Jukung motif Burung Enggang
Naganya kaya di Singapura aja 
Ada perahu dalam perahu
Walau miring tetap semangat
Kontingen Kabupaten Murung Raya
Dancing like a bird
Kostumnya heboh banget
Menarilah dengan riang
Happy Responsible Travel!

Read more »

Menantang Jeram Hulu Sungai Kahayan

Bagi yang pernah mencoba arung jeram, pasti mengetahui bagaimana rasanya sensasi melewati jeram bebatuan di sungai yang berarus deras dengan menggunakan perahu karet. Namun bagaimana kalau kami mengarungi jeram ke arah sebaliknya alias melawan arus? Kalau dengan metode yang biasa pasti kami berfikir bahwa itu tidak mungkin.
Namun tenyata, melawan arus bahkan melewati jeram sekalipun dari dahulu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Dayak di Kalimantan. Kebetulan saya pernah memposting sebuah video bagaimana Suku Dayak pada jaman dahulu menantang derasnya arus jeram yang biasa di sebut dengan “kiham”, silahkan dilihat di sini (Link).
Seiring dengan perkembangan jaman, perahu yang dahulunya hanya menggunakan tenaga manusia, kini telah berganti dengan tenaga mesin, bahkan mesin mobil di modifikasi sedemikian rupa sehingga bisa dipasang dan digunakan di dalam sebuah perahu kecil.

Jeram yang harus di lalui
Nah, pengalaman menantang derasnya arus bebatuan sungai pedalaman Kalimantan inilah yang saya rasakan ketika hendak mengunjungi sebuah Rumah Betang yang berada di desa Tumbang Korik, Kalimantan Tengah.
Untuk menuju desa tersebut, dari Palangkaraya saya terlebih dahulu menuju Desa Tumbang Miri yang berada di Kabupaten Gunung Mas yang bisa dicapai dengan perjalanan 7 jam menggunakan mobil dengan jalan yang masih offroad, atau ditempuh dengan 3 hari perjalanan dengan menggunakan perahu di Sungai Kahayan.
Nunggu evakuasi truk
Karena alasan waktu dan sedang menemani tamu, tentu saja saja saya memilih menggunakan mobil, walaupun dengan medan yang bisa dibilang belum bisa disebut dengan jalan raya. Bahkan, mobil yang kami tumpangi sampai mengalami kerusakan yang bisa dibilang tidak umum, tangki bensin yang berada di bagian bawah mobil terlepas, sehingga harus diikat dengan menggunakan tali sampai kami tiba di tujuan. Tak hanya itu, kami harus menunggu hingga satu jam sampai truk yang terperosok di jalan berlumpur selesai di evakuasi. 
Setelah menginap satu malam di Tumbang Miri, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kelotok, sebutan bagi perahu kecil yang menggunakan mesin untuk menuju desa Tumbang Korik. Di Kalimantan, desa yang nama depannya dinamakan dengan “Tumbang” pastilah ada sungai kecil yang bermuara di desa tersebut.
Membelah Sungai Kahayan
Di sinilah pertualangan yang sebenarnya di mulai, mula-mula kami menyusuri hulu Sungai Kahayan yang cukup lebar dan berair coklat karena tambang emas illegal. Ketika memasuki bagian yang berarus deras, dengan bebatuan yang tak beraturan serta bekas patahan kayu yang menyembul di permukaan menghiasinya, detak jantung saya mulai tidak beraturan, adrenalin semakin meningkat. Beberapa kali dasar kelotok menabrak sesuatu di bawah air, kelotok bergoyang halus, kami para penumpang hanya bisa berpandangan sambil berpegangan erah di tepi kelotok. Hingga akhirnya kami bisa melewati jeram tersebut barulah saya bisa bernapas lega. 
Rupanya bukan hanya satu jeram itu yang harus kami hadapi, masih ada beberapa jeram lagi dengan medan dan kesulitan yang berbeda. Menurut pemilik kelotok, selama 6 tahun berbisnis di dunia taksi air sudah 4 badan kelotok dan 5 mesin yang telah menjadi korban keganasan riam di hulu Sungai Kahayan beserta anak-anaknya.
Berpegangan erat
Pasir gusung yang membentang luas seperti pantai di tapi laut menjadi pemandangan yang jamak kami lihat di sepanjang perjalanan, desa-desa Suku Dayak yang tak bisa jauh dari sungai beberapa kali kami lewati hingga akhirnya kami masuk ke anak Sungai Kahayan yang bernama Sungai Hamputung. Pemandangan mulai berbeda, sungai mulai menyempit, terkadang pepohohan membentuk kanopi yang menaungi sungai dari sengatan sinar matahari.
 
Jeram yang kami lewati pun semakin ekstrim, di salah satu jeram hanya ada satu jalan yang bisa dilalui oleh kelotok, itupun bisa dibilang hampir berbentuk seperti air terjun. Saya sempat berfikir mampukan kami melewatinya, namun dengan sedikit sentakan gas, juru mudi kami yang berpengalaman berhasil melaluinya dengan aman.
Bikin deg-degan
Entah sudah berapa puluh kali kelotok yang kami tumpangi menabrak benda di bawah air yang tidak terlihat, mungkin batu mungkin juga kayu. Karena seringnya tersebut terjadi, akhirnya saya bisa lebih menikmati perjalanan, tidak lagi khawatir kelotok yang kami tumpangi akan karam atau semacamnya, saya percayakan saja semuanya kepada juru mudi yang sudah hapal bagian mana yang aman untuk di lalui. 
Alam yang masih asri menemani perjalanan kami menuju Desa Tumbang Korik, sesekali burung-burung terbang melintas dengan bebas tanpa tergangu oleh riuhnya suara mesin kelotok yang kami tumpangi. Bahkan kami sempat berpapasan dengan sepasang burung Enggang yang sedang terbang rendah diantara pepohonan.
Setelah tiga jam berada di depan mesin yang memekakan telinga, tiba jualah kami di sebuah persimpangai sungai kecil yang bernama Sungai Korik, dan di situlah tujuan kami. Pengalaman di Desa Tumbang Korik akan saya ceritakan di postingan yang berbeda, jadi stay tune di backpackerborneo.com ya.
Happy Responsible Travel!
Read more »