#SEEBORNEO

Mengintip Gunung Kelud Setelah Erupsi

Empat bulan sudah sejak Gunung Kelud memuntahkan isi perutnya , pasir  tampak masih menumpuk di semua halaman rumah penduduk ketika saya datang ke rumah mertua di Kediri, bahkan sampai ada yang sampai dijadikan tempat bermain untuk anak-anak.
Penasaran akan kehancuran yang ditimbulkan, saya bersama istri yang sedang hamil akhirnya mencoba untuk mengunjungi gunung  yang menjadi wisata andalan Kabupaten Kediri tersebut, semakin dekat dengan tujuan, semakin terlihat efek dari lontaran abu dan kerikil dari kawah Gunung Kelud. Walaupun sebagian besar telah diperbaiki, namun masih tampak atap rumah yang hanya di tutupi  terpal oleh pemiliknya.
Gulung Kelud di Kediri, Jawa Timur
Gapura besar bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Gunung Kelud” menyambut kedatangan kami, tampaknya pariwisata di sini sudah mulai menggeliat,  beberapa bus pariwisata terparkir rapi, karena dari sini mobil pengunjung tidak diperbolehkan untuk melanjutkan naik ke atas, harus dengan angkutan umum yang di sediakan atau naik ojek.
Bagi yang datang dengan sepeda motor masih tetap diperbolehkan untuk membawa motor untuk naik ke atas, jalanan yang mananjak dan berkelok-kelok rupanya menjadi alasan kenapa mobil pribadi dilarang naik hingga ke atas, selain untuk berbagi rezeki dengan supir angkot dan ojek lokal tentunya.
Pemandangan umum yang dilihat
Pohon-pohon tampak meranggas, berdiri tegak tanpa daun karena telah gugur oleh luluhan awan panas, entah masih hidup atau sudah kering kerontang, namun rumput dan sebagian tumbuhan sudah mulai menghijau, dan yang pastinya tanah yang telah dilapisi oleh material dari perut bumi tersebut nantinya kan menjadi semakin subur.
Jalan Misteri atau Mysterious Road adalah satu-satunya objek wisata yang ada di kawasan Gunung Kelud karena hanya berupa sebuah jalan dan keterangan tentang jalan tersebut. Jalan ini dinamakan Jalan Misteri karena walaupun terlihat menajak, namun mobil atau motor yang netral akan maju dengan sendirinya.
Jalan Misteri 
Batas pengunjung
Sayapun penasaran untuk membuktikan Jalan Misteri tersebut, mesin saya matikan, porsneling dalam kondisi netral dan setelah beberapa saat ternyata motor yang saya duduki mulai bergerak maju, persis seperti yang dikatakan orang selama ini. Namun setelah saya perhatikan sampai hampir tiarap di atas aspal, jalan tersebut sebenarnya terlihat menurun, namun secara kasar mata menanjak entah karena kountur tanah atau memang elevasi aspalnya yang membuat fatamorgana.
Jarak 3 kilometer dari Puncak adalah batas yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, pagar besi yang terkunci rapat akan menghalangi siapa saja yang mencoba untuk menerobos masuk. Alasan untuk keamanan pengunjung serta jalan yang masih belum stabil membuat kita tidak bisa naik lebih jauh.
Meranggas
Jasa Foto
Namun pemandangan yang dilihat akan sama saja, hamparan pasir dan bebatuan yang menutupi sebagian besar permukaan lembah dan bukit sajalah yang bisa kita lihat sejauh mata memandang, tersisa juga sedikit kayu yang sudah meranggas.
Beberapa warung tampak sudah berdiri di lokasi ini, jasa foto bagi yang tidak membawa kamera, serta teropong yang juga telah tersedia bagi pengunjung yang ingin mengintip bendera merah putih yang berdiri gagah di puncak Kelud yang selalu tertutup kabut.
Menyaksikan kerusakan yang ditimbulkan oleh erupsi Gunung Kelud membuat saya kembali mengingat betapa kecilnya kita di muka bumi ini, batu seukuran kerbau dengan mudahnya terbang hingga beberapa kilometer dari pusat letusan mencerminkan betapa kuatnya daya dorong dari pusat bumi. Abu vulkanik menyebar hingga ke jawa tengah, membuat Kota Jogjakarta memutih laksana tertutup salju.
Semoga pariwisata di kawasan Gunung Kelud kembali normal dan mensejahterakan masyarakat di sekitarnya. Amiin.
Happy Responsible Travel!!


Read more »

Tips Buat yang Pengen Jadi Travel Blogger

Ternyata udah lama tidak berbagi tips kepada pada pembaca setia Backpacker Borneo (emang ada?) sejak menulis tentang panduan lengkap berwisatake Kepulauan Derawan. Nah, kali ini saya akan berbagi tentang tips travel blogging.
Kenapa Travel Blog? Karena itulah yang menjadi spesialisasi backpackerborneo.com, yaitu berhubungan dengan jalan-jalan. Walaupun di luar sana lebih banyak blog yang bagus dan sukses dari blog ini namun dengan menulis tips ini mudah-mudahan blog ini menjadi semakin bagus juga. Oleh karena itu, saya juga mengajak travel blogger lainnya untuk berbagi di sini. Oke silahkan langsung di simak ya…
·         Punya Blog dan suka jalan-jalan
Itu hal pasti yang harus dimiliki kalau ingin menjadi travel blogger. Kalau kamu nulisnya masih di diari buruan sana bikin blog, banyak kok penyedia layanan blog yang gratis seperti blogspot, wordpress, tumblr dan lain-lain.
Selain itu karena temanya jalan-jalan, hobi kelayapan adalah hal  yang harus dimiliki, nggak harus jauh, sekitar rumah juga bisa menjadi bahan blog kok, tinggal bagaimana mengemas perjalanan tersebut ke dalam tulisan.
·         Desain blog
Pilihlah desain yang enak dipandang, karena seringkali walaupun tulisan kamu bagus namun karena desainnya berantakan jadinya pembaca bisa malas untuk melanjutkan. Walaupun desain standar tapi rapi dan ketika mereka ingin membaca tulisan yang lain, navigasi mudah.
Oleh karena itu, penggunaan widget yang tidak terlalu penting sebaiknya tidak usah di pasang karena semakin banyak widged di sidebar atau footer, maka blog akan semakin berat ketika di buka.
Kalau ingin kelihatan lebih professional, ada banyak pilihan template desain blog yang bagus yang bisa di pakai untuk blog dan itu gratis, tinggal Tanya sama om Google.
·         Konsisten
Konsistensi adalah salah satu kunci sukses seorang blogger. Buatlah jadwal postingan seperti seminggu dua kali, seminggu sekali ataupun sebulan dua kali. Seringkali yang terjadi adalah ketika habis jalan-jalan dan masih semangat nulis maka langsung memposting sampai 5 tulisan sehari, tapi kemudian tidak ada postingan sama sekali selama beberapa minggu bahkan bulan. Sebaiknya ini dihindari, salah satu caranya adalah dengan simpan di draft dan jadwalkan tulisan tersebut agar terposting secara otomatis.
·         Maksimalkan SEO (dari Virus Traveling)
Kalo aturannya SEO itu kan kita analisa keyword dulu mana yang optimal mana yang nggak kemudian keyword itu yang dijadiin artikel. Nah, kalau di travel blogger enggak  begitu menurut Bobby Ertanto, jangan. Tapi diganti urutannya.
1.       Bikin Artikelnya
2.       Tag keyword dicari menggunakan tools adwords.google.com yg 'keyword planner'. Cukup 5 keyword saja yg berbeda dan cari yang low competitor tapi yang nyari keyword itu banyak.
3.       Lihat juga di google.com/trends.
4.        Kalau bisa beberapa dr keyword itu ada yang masuk di tulisan.
Itu untuk tulisan. Dari setingan untuk optimasi Onpage SEO:
1.        Keyword ada dijudul, body, meta title, description.
2.       Format link: www.domainkamu.com/langsung-judulnya/ (ga pake tgl, dll)   
·         Metode Penulisan (dari Fahmi Anhar)
Bagi pemula, mungkin akan lebih mudah menulis postingan dengan metode naratif, menggambarkan apa yang dialami selama perjalanan. Alat bantunya bisa dengan sambil melihat foto/video traveling. Salah satu kunci travel blogging adalah memperhatikan gaya penulisan, karena itu akan menjadi identitasmu. Semakin sering kita menulis & membaca, maka akan semakin berkembang juga.
·         Tulisan nggak harus menggunakan bahasa baku, senyaman kamu aja. ( dari The Travelearn)
Tapi, tetap gunakan kaidah-kaidah EYD agar tulisan enak dibaca. Terutama dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca (titik, koma, tanda petik) yang tepat.
Jangan minder kalau kamu nggak punya kamera secanggih DSLR dan cuma punya kamera smartphone. Yang penting, coba asah sudut pengambilan gambar kamu, supaya tetap kelihatan bagus. Utak-atik supaya foto kamu bisa kelihatan oke, misalnya atur White Balance atau Mode. Hanya punya kamera smartphone bukan berarti kamu nggak bisa sesukses travel blogger yang lain kok :)
Buat yang merasa hasil fotonya sudah oke, gue sarankan beri watermark di foto kamu untuk menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab.
Buat judul yang kreatif, tapi tetap mudah ditemukan.  Jadi, di dalam judul itu harus mengandung objek yang akan kamu review. Apalagi buat kamu yang masih pendatang baru ya.
·         Buat catatan ketika di perjalanan (dari Tindak Tanduk Arsitek)
Pergunakan waktu menunggu untuk membuat catatan-catatan, atau menulis draft. Sering dalam bepergian kita dihadapkan pada waktu-nggak-tahu-mau-ngapain. Waktu ini biasanya antara check-in dengan boarding, atau masa-masa menunggu atau di dalam alat transportasi lain (waktu yang cocok buat ngetweet pamer posisimu di mana).
Kalau sudah bosan ngetweet dan chatting, mendingan mengerjakan draft blog. Aku sendiri sangat sering mengerjakan draft blog di dalam travel atau di kereta. Entah kenapa, ide tentang cerita perjalanan lebih mudah meluncur deras ketika dalam perjalanan. Tak jarang perjalanan bulan lalu baru dituliskan di dalam kendaraan berangkat di perjalanan bulan ini. Tak bawa laptop, tulis di gadget pun tak apa, yang penting huruf dan katanya sempat tersimpan dan bisa diotak-atik kemudian. Tulis sebanyak-banyaknya dengan hati, jika nanti ada waktu baru edit dengan rapi.
·         Tips mengatasi blogstuck  (dari Tindak Tanduk Arsitek)
Banyak kondisi malas menulis lagi karena kehabisan ide, atau karena terlalu banyak bepergian, atau bosan dengan tulisan sendiri. Kalau aku mengalami itu, maka aku akan mulai  membaca buku, karena bisa memperkaya diksi dan mendapatkan ide-ide baru. Tak jarang sesudah membaca aku malah punya cara menulis yang berbeda. Kalau begitu, rasanya lebih segar dan bikin bersemangat lagi untuk menulis. Buatku yang tidak menjadikan menulis sebagai pekerjaan utama ini, menulis benar-benar membutuhkan mood, tidak bisa dipaksakan, karena cerita yang dihasilkan merupakan suasana hati.
Cara kedua adalah bertemu teman-teman secara nyata, bukan hanya kontak dunia maya saja. Bagikan ide yang stuck itu untuk mendapatkan tanggapan dari orang lain, sehingga bisa dituangkan dalam tulisan. Latih untuk luwes dalam mengingat, sehingga hasil obrolan tidak terbang begitu saja.
·         Saling Blogwalking  (dari The Travelearn)
Mampir ke blog mereka, komentari tulisan-tulisannya, dan follow blog mereka. Biasanya akan berkunjung balik ke blog kamu, bahkan sampai follow balik. Bukan hanya bisa mengenal banyak travel blogger, tapi kamu juga bisa belajar banyak dari mereka tentang gaya menulis, teknik fotografi, desain blog, hingga aktivasi personal branding.
·         Jalin network  (dari titiw.com)
Jangan cuma gaulnya di komunitas-komunitas traveling aja. Jalin hubungan di komunitas yang masih berurusan dengan traveling. Misalnya gabung ke komunitas "hijau", yang mana bisa jadi wawasan tambahan ketika kita mau nulis tentang eco tourism.
·          Pilah-pilih ajakan media trip atau review (darititiw.com)
Apakah benefit yang mereka berikan setara dengan apa yang wajib kamu lakukan? (Misalnya cuma diminta review resto, tapi minta 5 tulisan) Sehingga win win solution.
Tapi meskipun selektif, be flexible juga. Misalnya kamu diminta review laptop. Sebagai travel blogger, jangan langsung nolak karena kamu pikir nggak ada hubungannya laptop sama traveling. Nah pinter-penternya kita sebagai blogger travel untuk menyulapnya jadi cocok. Misalnya laptop ini karena ukurannya compact jadinya cocok dibawa-bawa pas traveling, ada aplikasi apa yang bikin mudah nulis, dll.
·         Sedikit tips dari Olive's Journey jika ingin terjun di dunia travel blog:
§  Kenali panggilan jiwamu (passionnya kemana), mantapkan tujuannya u/ apa dan konsisten dengan tujuan yg ingin dicapai
§  Berinteraksi dengan lingkungan dan warga lokal saat bertandang ke satu destinasi
§  Bangun jaringan dengan sesama pejalan, bergabung dengan komunitas
§  Menimba pengetahuan dengan membaca dan mengikuti perkembangan di dunia traveling
§   Tidak menutup diri terhadap dunia lain di luar traveling
§   Tulis, tulis dan tulis ide, impian, harapanmu dari setiap perjalanan yang dijalani (selalu bawa note kecil untuk mencatat)
§  Konsisten dengan pilihanmu dan terus belajar untuk mengembangkan diri
§  Bersiap untuk kesempatan yang menghampiri
§   Tetaplah rendah hati

Ada yang mau Menambahkan?


Read more »

Paket Murah Bromo Sunrise Trip

Destinasi Wisata Lengkap :
1. Penanjakan
2. Bukit Teletubies
3. Pasir Berbisik
Itinerary
Meeting point Stasiun Malang
23.00 – 00.00 : Persiapan, dijemput Jeep/Landrover menuju Bromo.
00.30 – 03.30 : Perjalanan menuju ke Bromo/Penanjakan , the best view sunrise. Morning coffe
04.00 – 05.30 : Menunggu Sunrise di Penanjakan, hunting foto, foto bareng
05.30 – 10.00 : Explore Kawah Bromo, pasir Berbisik, Bukit Teletabis
10.30 – 13.00 : (Optional: Menuju Coban Pelangi, Menikmati Air terjun Coban pelangi, hunting foto), Kembali ke Malang, acara selesai.
Include:
- Penjemputan group di Malang
- Jeep/Hartop/Land rover
- Transportasi
- Sopir
- BBM
- Tiket Bromo
- Morning coffe/tea
- Air putih, masker,  
- Guide
Exclude:
- Tiket PP dari kota masing-masing ke Malang
- Penginapan
- Makan
- Pengeluaran pribadi
Biaya trip:
Only 340.000/orang

(HOT PROMO BULAN SEPTEMBER: Rp. 290.000/ORANG)
Cara Booking :
1. Email ke bpborneo@gmail.com atau pin BBM 7DF799A9 atau WA 085651202195.
2. Konfirmasi tangal keikutsertaan.
3. 
Kirim Nama, No Hp dan Alamat 
4. Bayar DP 200ribu/orang
5. Deal. 

Ketentuan Trip:
1. Down payment (DP) minamal di transfer 1 minggu sebelum keberangkatan.
2. Konfirmasi pembayaran transfer dengan meyertakan foto bukti pembayaran melalui BBM, WA atau email.
3. DP dianggap hangus jika peserta membatalkan keikutsertaannya, kecuali menemukan pengganti.
4. Jika terjadi pembatalan oleh panitia karena sebab yang tidak dapat di tanggulangi, maka DP yang sudah di bayarkan akan dikembalikan.
Jadwal Trip 2014:
September:

6-7 September 2014 

13-14 September 2014 

20-21 September 2014  

27-28 September 2014  

Oktober:

4-5 Oktober 2014

11-12 Oktober 2014

18-19 Oktober 2014

25-26 Oktober 2014


Previous Trip









Read more »

9 Alasan Kenapa Anda Harus Mengunjungi Kalimantan

1. Bertemu Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting


2. Bersantai di Kepulauan Derawan


3. Berenang bersama ubur-ubur di Danau Kakaban


4. Danau Labuan Cermin, danau bening dengan dua rasa


5. Menaiki Bamboo Rafting di Loksado


6. Uniknya Pasar Terapung di Lok Baintan


7. Menikmati Sungai Kahayan dari Kapal Wisata


8. Tinggal di Rumah Betang yang masih asli


9. Festival Budaya Isen Mulang di Palangkaraya


Happy Responsible Travel!
Read more »

[Foto] Lomba Jukung Hias Festival Budaya Isen Mulang

Lomba jukung (perahu) hias adalah satu satu cabang lomba dalam kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang diadakan oleh pemerintah provinsi Kalimantan tengah. FBIM sendiri diadakan setiap tahunnya sekaligus merayakan hari jadi provinsi Kalimantan Tengah.
Lomba jukung hias tahun ini diadakan pada tanggal 19 Mei 2014 yang mengambil rute di sepanjang Sungai Kahayan yang membelah kota Palangkaraya, dimulai dari Pelabuhan Rambang, kemudia peserta dari masing-masing kabupaten berlayar hingga Jembatan Kahayan dan kembali lagi ke titik semula.
Keunikan perahu hias bukan cuma pada hiasan perahu yang kental dengan nuansa budaya Dayak, tapi juga para penari lengkap dengan kostumnya yang menawan menari melenggang-lenggokan badan seiring musik yang mengalun dari setiap perahu.
Berikut beberapa jepretan yang sempat saya abadikan ketika Lomba Jukung Hias Festival Budaya Isen Mulang:
Penonton yang rela panas-panasan
Serba kuning
Jukung motif Burung Enggang
Naganya kaya di Singapura aja 
Ada perahu dalam perahu
Walau miring tetap semangat
Kontingen Kabupaten Murung Raya
Dancing like a bird
Kostumnya heboh banget
Menarilah dengan riang
Happy Responsible Travel!

Read more »

Menantang Jeram Hulu Sungai Kahayan

Bagi yang pernah mencoba arung jeram, pasti mengetahui bagaimana rasanya sensasi melewati jeram bebatuan di sungai yang berarus deras dengan menggunakan perahu karet. Namun bagaimana kalau kami mengarungi jeram ke arah sebaliknya alias melawan arus? Kalau dengan metode yang biasa pasti kami berfikir bahwa itu tidak mungkin.
Namun tenyata, melawan arus bahkan melewati jeram sekalipun dari dahulu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Dayak di Kalimantan. Kebetulan saya pernah memposting sebuah video bagaimana Suku Dayak pada jaman dahulu menantang derasnya arus jeram yang biasa di sebut dengan “kiham”, silahkan dilihat di sini (Link).
Seiring dengan perkembangan jaman, perahu yang dahulunya hanya menggunakan tenaga manusia, kini telah berganti dengan tenaga mesin, bahkan mesin mobil di modifikasi sedemikian rupa sehingga bisa dipasang dan digunakan di dalam sebuah perahu kecil.

Jeram yang harus di lalui
Nah, pengalaman menantang derasnya arus bebatuan sungai pedalaman Kalimantan inilah yang saya rasakan ketika hendak mengunjungi sebuah Rumah Betang yang berada di desa Tumbang Korik, Kalimantan Tengah.
Untuk menuju desa tersebut, dari Palangkaraya saya terlebih dahulu menuju Desa Tumbang Miri yang berada di Kabupaten Gunung Mas yang bisa dicapai dengan perjalanan 7 jam menggunakan mobil dengan jalan yang masih offroad, atau ditempuh dengan 3 hari perjalanan dengan menggunakan perahu di Sungai Kahayan.
Nunggu evakuasi truk
Karena alasan waktu dan sedang menemani tamu, tentu saja saja saya memilih menggunakan mobil, walaupun dengan medan yang bisa dibilang belum bisa disebut dengan jalan raya. Bahkan, mobil yang kami tumpangi sampai mengalami kerusakan yang bisa dibilang tidak umum, tangki bensin yang berada di bagian bawah mobil terlepas, sehingga harus diikat dengan menggunakan tali sampai kami tiba di tujuan. Tak hanya itu, kami harus menunggu hingga satu jam sampai truk yang terperosok di jalan berlumpur selesai di evakuasi. 
Setelah menginap satu malam di Tumbang Miri, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kelotok, sebutan bagi perahu kecil yang menggunakan mesin untuk menuju desa Tumbang Korik. Di Kalimantan, desa yang nama depannya dinamakan dengan “Tumbang” pastilah ada sungai kecil yang bermuara di desa tersebut.
Membelah Sungai Kahayan
Di sinilah pertualangan yang sebenarnya di mulai, mula-mula kami menyusuri hulu Sungai Kahayan yang cukup lebar dan berair coklat karena tambang emas illegal. Ketika memasuki bagian yang berarus deras, dengan bebatuan yang tak beraturan serta bekas patahan kayu yang menyembul di permukaan menghiasinya, detak jantung saya mulai tidak beraturan, adrenalin semakin meningkat. Beberapa kali dasar kelotok menabrak sesuatu di bawah air, kelotok bergoyang halus, kami para penumpang hanya bisa berpandangan sambil berpegangan erah di tepi kelotok. Hingga akhirnya kami bisa melewati jeram tersebut barulah saya bisa bernapas lega. 
Rupanya bukan hanya satu jeram itu yang harus kami hadapi, masih ada beberapa jeram lagi dengan medan dan kesulitan yang berbeda. Menurut pemilik kelotok, selama 6 tahun berbisnis di dunia taksi air sudah 4 badan kelotok dan 5 mesin yang telah menjadi korban keganasan riam di hulu Sungai Kahayan beserta anak-anaknya.
Berpegangan erat
Pasir gusung yang membentang luas seperti pantai di tapi laut menjadi pemandangan yang jamak kami lihat di sepanjang perjalanan, desa-desa Suku Dayak yang tak bisa jauh dari sungai beberapa kali kami lewati hingga akhirnya kami masuk ke anak Sungai Kahayan yang bernama Sungai Hamputung. Pemandangan mulai berbeda, sungai mulai menyempit, terkadang pepohohan membentuk kanopi yang menaungi sungai dari sengatan sinar matahari.
 
Jeram yang kami lewati pun semakin ekstrim, di salah satu jeram hanya ada satu jalan yang bisa dilalui oleh kelotok, itupun bisa dibilang hampir berbentuk seperti air terjun. Saya sempat berfikir mampukan kami melewatinya, namun dengan sedikit sentakan gas, juru mudi kami yang berpengalaman berhasil melaluinya dengan aman.
Bikin deg-degan
Entah sudah berapa puluh kali kelotok yang kami tumpangi menabrak benda di bawah air yang tidak terlihat, mungkin batu mungkin juga kayu. Karena seringnya tersebut terjadi, akhirnya saya bisa lebih menikmati perjalanan, tidak lagi khawatir kelotok yang kami tumpangi akan karam atau semacamnya, saya percayakan saja semuanya kepada juru mudi yang sudah hapal bagian mana yang aman untuk di lalui. 
Alam yang masih asri menemani perjalanan kami menuju Desa Tumbang Korik, sesekali burung-burung terbang melintas dengan bebas tanpa tergangu oleh riuhnya suara mesin kelotok yang kami tumpangi. Bahkan kami sempat berpapasan dengan sepasang burung Enggang yang sedang terbang rendah diantara pepohonan.
Setelah tiga jam berada di depan mesin yang memekakan telinga, tiba jualah kami di sebuah persimpangai sungai kecil yang bernama Sungai Korik, dan di situlah tujuan kami. Pengalaman di Desa Tumbang Korik akan saya ceritakan di postingan yang berbeda, jadi stay tune di backpackerborneo.com ya.
Happy Responsible Travel!
Read more »

Menjelajah Indonesia dengan Gogonesia.com

Mumpung lagi rajin ngereview, postingan kali ini kembali mengulas tentang sebuah website yang berguna bagi para sobat traveler sekalian, khususnya yang tidak mau ribet mengurus detail perjalanan. Kalau sebelumnya mengulas tentang sebuah web perjualan tiket pesawat, kali ini akan mengulas sebuah website local yang menawarkan berbagai paket perjalanan di tempat indah di Indonesia, gogonesia.com. Website ini masih bisa dibilang baru, namun fitur yang disajikan sangat lengkap.
gogonesia.com
Oke, yang pertama saya akan mengulas dari desain terlebih dahulu. Secara  umum, ketika saya mengunjungi  website ini untuk pertama kalinya saya sangat suka dengan tampilannya yang langsung menampilkan slide foto-foto keindahan alam yang memanjakan mata. Di bagian tengah, sebuah box pencarian memudahkan para traveler untuk langsung mencari destinasi tujuannya.
Bukan cuma itu, gogonesia.com juga memberikan langsung memberikan free voucher bagi yang mensubcribe website untuk mendapatkan kabar terbaru yang langsung dikirimkan setiap bulannya dengan  cara menuliskan email di tempat yang telah di sediakan.
Bagian bawah website
“If you find a better price on the other website, just show us the link and we’ll beat the price”. Demikian yang tertulis sebagai garansi mereka memberikan harga yang terbaik bagi para pelanggannya. Selain diskon hingga 50 % diskon yang bisa mereka berikan, juga tak ada tambahan biaya bookingan selain yang tertulis yang di website.
Scrolling ke bawah sedikit, bagian “Special offers” memberikan saya pilihan langsung beberapa paket perjalanan dan pertualangan yang di tawarkan. Lengkap dengan harga, durasi, quota peserta hingga lokasi destinasi tersebut, tingggal klik yang kira-kira membuat anda tertarik atau yang memang sudah di incar sebelumnya.
Special offers
Di bagian bawah, selalu ditampilkan paket perjalanan yang menjadi best seller dari gogonesia.com. Disampingnya, tulisan terbaru dari blog yang menarik untuk dibaca dan informasi terbaru tentang dunia traveling  juga bisa diklik dengan mudah.
Berikutnya, beberapa tempat terkenal di Indonesia bisa menjadi pilihan bagi pengunjung yang masih bingung dengan tujuan liburannya, tinggal klik salah satu gambar yang ada maka beberapa pilihan destinasi yang berada di wilayah tersebut akan segera muncul.
Terus bagaimana cara untuk memesan salah satu pilihan paket perjalanan dan pertualangan yang ada di gogognesia.com? ternyata caranyapun cukup mudah, setelah mendaftar sebagai pengguna di web ini, tinggal memilih tujuan yang dikehendaki,  pilih tanggal, jumlah orang yang akan berangkat dan tinggal klik tulisan “Book Now” yang terpampang dengan jelas.
Pilihan perjalanan di Kalimantan
Kalau punya kode voucher, bisa langsung dimasukan untuk mendapatkan diskon perjalanan tersebut. Di bagian bawah akan ada pilihan cara pembayaran, apakan dengan bank transfer atau dengan kartu kredit. Tinggal isi data bagi yang belum mendaftar dan lakukan pembayaran deh, semudah dan sesimpel  itu.
Habis itu, tinggal packing dah….dan nikmati waktu liburan dengan sebaik-baiknya tanpa harus mengkhawatirkan perkerjaan di kantor dan ketika kembali otak sudah fresh dan siap untuk kembali bekerja keras nyari uang buat liburan lagi.
Walaupun saya masih belum ada rencana jalan-jalan dalam waktu dekat ini, namun website ini bisa menjadi pilihan di kemudian hari diantara semakin menjamurnya website perjalanan wisata yang ada di Indonesia. Majulah pariwisata Indonesia!
Happy Responsible Travel!


Read more »

Traveloka.com – Review Terpercaya Seorang Backpacker

Banyak orang berpikir bahwa seorang backpacker harus bepergian dengan menggunakan kereta api atau bus karena harganya yang murah. Apakah hal ini benar? Bepergian dengan menggunakan kereta api atau bus memang hemat, namun belum tentu cocok dengan kondisi yang kita alami pada saat akan melakukan perjalanan.
Belum lama ini, saya ceritanya mau backpackingan ke Jogja. Sebagai seorang backpacker yang professional, saya berpikir akan menggunakan kereta api karena murah. Saya langsung mengunjungi website kereta api, mencari tiket, dan melihat tiket kereta api yang tersedia. Pada saat itu yang tersedia hanya tinggal kereta api eksekutif saja.Harga tiket tersebut adalah Rp.  475.000, termasuk mahal untuk ukuran backpacker! Maklumlah, memang tanggal yang saya pilih adalah tanggal libur sejuta umat.
Belum menyerah, saya mencoba mencari bus untuk mencapai tujuan idaman saya yaitu Jogja. Pada saat itu harga tiket bus adalah 260.000 Rupiah dengan lama perjalanan minimal 12 jam. Wow, lama sekali perjalanannya!

Waktu yang saya punya untuk menikmati keindahan Indonesia sambil menggendong tas sangat singkat yaitu hanya 3 harisaja. Kalau saya menggunakan bus, pulang pergi saya sudah menghabiskan waktu selama minimal 24 jam di jalanan, sehingga waktu yang saya punya untuk berwisata hanya tinggal 2 hari saja. Belum lagi waktu istirahat yang diperlukan karena lamanya perjalanan menuju Jogja pasti akan membuat badan yang kurang olahraga dan terlalu banyak makan indomie ini lelah.
Pada saat itu hati saya hancur, keinginan saya untuk dapat pergi ke Jogja gagal tercapai hanya karena tidak ada transportasi yang cocok dengan kondisi saya. Saya yang pasrah kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi, sekaligus meratapi nasib.
Setelah selesai mandi, saya berusaha menghibur diri dengan menonton televisi. Pada saat itu kebetulan remote televisi saya lagi ngumpet entah di mana. Gara-gara remote itu enggak ada, saya gak bisa lari dari serangan iklan televisi yang membabi buta. Karena malas bergerak, saya lihat aja semua iklan itu. Nah, tiba-tiba ada iklan tiket pesawat yang menarik perhatian saya. Kenapa? Karena ada tanda-tanda promonya banyak. Sebagai orang yang lagi desperate mau traveling tapi kepentok budget, mata saya langsung bersinar-sinar melihat harga yang ditampilkan di iklan tersebut.
 
Iklan tersebut adalah iklan milik sebuah website booking tiket pesawat. Pada saat itu sebenarnya saya berpikir bahwa pesawat terbang hanya untuk mereka yang berduit saja, dan biasanya iklan hanya memperlihatkan hal-hal yang indah saja.Namun, saya yang sudah lelah melihat iklan televisi yang tak kunjung selesai akhirnya memutuskan untuk mencoba melihat website tersebut.
Saya langsung menyambar blackberry bold kesayangan saya, bagai seekor lebah yang menyengat dengan ganasnya. Saya membuka website yang bernama Traveloka.com tersebut. Website tersebut terbuka dengan cepat walaupun handphone saya udah ketinggalan jaman.
 
Saya langsung mencoba mencari tiket di sana. Hasilnya? Saya mendapatkan hasil yang tidak bisa saya percaya begitu saja. Masa harga tiket pesawat dengan harga kereta api hampir sama? Saya yang tidak percaya langsung berangkat kebeberapa website resmi maskapai penerbangan.
Di sana, saya mencoba mengecek harga tiket pesawat, kemudian saya bandingkan dengan harga di Traveloka.com. Hasilnya? Harga tiket pesawat di Traveloka.com lebih murah dari pada yang ada di website resmi maskapai penerbangan.
Spontan saya langsung berpikir bahwa website ini hanyalah penipu. Sekitar 2 detik kemudian, sisi bijaksana saya berkata “jangan menuduh yang tidak pasti”. Dari situ saya berpikir, kalau penipu kok dia iklan di televisi, kan mahal banget biaya iklannya.
Saya langsung mencoba mencari tahu tentang Traveloka.com di internet. Pada saat saya baru mengetik “traveloka” muncul suggestion berupa “traveloka penipu”. Betapa kagetnya saya ketika Mbah Google menyarankan saya untuk mencari “traveloka penipu”.
Saya melanjutkan penyelidikan saya dengan cara:
Mengetik “traveloka penipu” di Google, sesuai dengan suggestion Google, saya buka semua link yang ada di halaman pertama dan hasilnya tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa Traveloka.com adalah penipu, bahkan banyak yang merekomendasikannya untuk mendapatkan tiket pesawat murah.
Mencari review mengenai pelayanan Traveloka.com dengan cara mengetik “traveloka review” di Google. Hasilnya saya mendarat dengan selamat di dua website yang menampung segala keluhan manusia di dunia maya. Website tersebut adalah trustedcompany.com dan reviewcentre.com.
Menurut trustedcompany.com, nilai untuk Traveloka.com adalah 4.7 dari 5, sedangkan menurut reviewcentre.com, nilainya adalah 4.6 dari 5. Menurut saya, ini adalah nilai yang sangat tinggi.
 
 
Pada titik ini saya sudah mulai percaya bahwa website ini aman. Saya langsung kembali ke TKP, melakukan pencarian tiket, dan melakukan proses booking saat itu juga karena saya takut harganya nanti makin mahal. Pas mau bayar, ternyata ada banyak pilihan metode pembayaran. Saya piker saya gak akan bisa bayar karena saya orang desa, tapi ternyata saya salah.
Enggak lama setelah melakukan pembayaran sebesar Rp 454.253 yang mana lebih murah dari harga tiket kereta api, saya menerima tiket elektronik yang dikirim melalui E-mail. Karena gak punya printer, langsung aja ke warnet terdekat dari rumah saya. Pas saya nge-print di warnet itu, operatornya bilang kalau dia juga pakai Traveloka.com untuk pesan tiket Lebaran. Pada saat itu saya merasa bodoh dan ketinggalan jaman, kenapa gak dari dulu saya beli tiket pesawat secara online, tapi sudahlah yang penting sekarang saya berhasil mendapatkan tiket untuk menuju Jogja.
Saat tiba hari keberangkatan, saya dengan cemas pergi ke bandara. Saya takut tiket yang berupa secarik kertas yang saya print sendiri ini ditolak dan di buang seperti sampah di bandara. Keadaan di bandara pada saat itu ramai, ada sekitar 10 orang yang antri di depan saya. Yang mengejutkan, sebagian besar dari mereka memegang kertas bertuliskan Traveloka.com. Ternyata Cuma saya sendiri yang bodoh dan ketinggalan jaman. Namun walau begitu, hati saya menjadi tenang karena melihat ada banyak orang membawa tiket pesawat yang serupa dengan tiket saya.
Akhirnya, saya tiba dengan muka bahagia di Jogja. Karena lokasi bandara di Jogja dekat dengan Candi Prambanan, saya memutuskan untuk langsung pergi kesana. Saya menggunakan bus Trans Jogja yang ada di bandara. Dengan bus itu, saya hanya butuh modal 3,000 Rupiah untuk dapat mencapai Candi Prambanan. Sudah dekat, irit waktu, murah pula. Sepertinya saya adalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini saat itu.
Mulai sekarang,  kereta api dan bus bukan lagi menjadi pilihan utama sayau ntuk menikmati wisata ala backpacker. Saya sudah ketagihan naik pesawat terbang karena cepat dan murah.
 Happy Responsible Travel!
Read more »