#SEEBORNEO

14 Hal Yang Bisa Dilakukan di Kota Palangkaraya

Sebagai kota yang tidak terlalu terkenal sebagai tujuan untuk berlibur, kadang orang-orang masih bingung mau ke mana saja dan hal apa saya yang bisa dilakukan ketika berwisata ke Kota Palangkaraya. Berdasarkan pengalaman sebagai pemandu wisata berikut saya coba untuk memberikan rekomendasi 14 hal yang bisa dilakukan ketika berada di Kota Palangkaraya:
1.       Wisata susur sungai
Ini adalah atraksi utamma yang wajib untuk di lakukan ketika berada di Kota Palangkaraya, ada kapal susur sungai yang berada di dermaga tugu pahlawan yang selalu siap untuk mengantarkan anda untuk menikmati keindahan panorama sungai Kahayan dan Rungan. Kapal wisata milik pemerintah ini berangkan setiap hari selama kurang lebih 3 jam sekali berangkat dengan minimun penumpang 25 orang. Selain itu juga ada kapal milik swasta namun lebih mahal karena pasarnya adalah wisatawan mancanegara, namun semua fasilitas di kapal ini full service, dari penjemputan hingga makan dan kamar tidur yang berada di dalam lambung kapal.
2.       Menikmati Baram 
Baram adalah minuman alkohol tradisional suku Dayak yang terbuat dari fermentasi beras ketan, di beberapa cafe mereka telah mengolahnya menjadi minuman yang tidak memabukan, salah satunya dengan menjadikannya coctail baram  yang harus dicoba karena cuma ada di Kota Palangkaraya. Cafe Cilik Riwut yang memadukan galeri perjuangan pahlawan nasional dari Kalimantan Tengah adalah salah atu tempat untuk mencobanya, selain itu Greenleaf Cafe yang berada di Palma juga menyediakan berbagai olahan dari baram.
3.       Berkunjung ke Musium Balanga

Satu-satunya musium yang ada di Kota Palangkaraya ini adalah tempat yang paling cocok untuk di kunjungi bagi yang ingin mengetahui tentang adat dan budaya Suku Dayak. Dari proses kelahiran hingga upacara kematian di jelaskan dengan menarik dengan benda-benda yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dipajang dalam kaca dan tampilan yang menarik, di lantai dua bahkan ada miniatur dari rumah betang dan rumah yang biasa digunakan ketika tinggal di ladang selama berbulan-bulan oleh suku Dayak.
4.       Aburetum Nyaru Menteng
Di sinilah Orangutan yang telah menjadi korban dari lajunya deforestasi kembali di rehabilitasi untuk kembali ke alam liar, di sini bawah yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation mereka di ajarkan kembali bagaimana menjadi Orangutan yang seutuhnya, bagaimana cara naik pohon, membuat sarang hingga mengenali predator yang ada di di sekitarnya. Namun pengunjung hanya diperbolehkan untuk masuk ke pusat informasi dan hanya melihat mereka di kandang besar dari balik kaca, di pusat informasi ini kita juga diputarkan video ketika pelepasliaran dan film pendek tentang orangutan yang menjadi peliharaan hingga kembali ke hutan. Pusat  infomasi ini hanya buka pada hari sabtu dan minggu, diluar itu bagi yang ingin berkunjung harus mengurus di BKSDA setempat.
5.       Bersantai di Danau Tahai

Tak jauh dari dari Aburetum Nyaru Menteng ada sebuah danau berair hitam yang telah dibangun di atasnya jembatan kayu yang pas untuk foto-foto, juga tersedia beberapa tempat untuk bersantai santai menikmati panorama sekeliling yang masih dikelilingi oleh hutan gambut. Bagi yang ingin mencoba aktifitas lain juga ada bebek-bebekan yang tinggal dikayuh untuk berkeliling danau.
6.       Mendaki Bukit Tangkiling
 
Diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai puncak bukit ini, setiba dipucak panorama hijaunya hutan Kalimantan berhiaskan sungai yang meliuk-liuk adalah bonus yang bisa kita nikmati. Waktu terbaik untuk mendaki bukit yang berupa batu-batu ini adalah di pagi hari ketika kabut tipis masih menutupi daerah sekitarnya sehingga kita tampak seperti berada di atas awan, atau di sore hari ketika matahari kembali ke peraduannya, sunset di Bukit Tangkiling adalah salah satu sunset terindah yang bisa dinikmati.
7.       Main seluncuran di Sungai Berbatu
Turun dari Bukit Tangkiling anda bisa menuju desa Sei Gohong yang berada di bawah bukit, desa ini dibelah oleh sebuah sungai yang airnya berwarna merah kehitaman. Ada bagian yang berbatu dan berlumut sehingga pas untuk berseluncur dan berendam untuk menghilangkan lelah setelah mendaki bukit.
8.       Camping di Danau Tahai’i

Walaupun namanya mirip dengan danau tahai sebelomnya, namun yang satu ini sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya, untuk meuju ke sana kita terlebih dahulu melalui labirin sungai kecil dengan pepohonan yang masih rapat. Pasir putih yang menghampar merupakan tempat yang pas untuk mendirikan tenda dan danaunya yang tidak terlau luas namun berair bersih sangat menyegarkan untuk berenang. Lebih lanjut tentang Danau tahai’i bisa dibaca di sini (Link).
9.       Berkeliling Pulau Kaja
Pulau kaja adalah pulau pra pelepasliaran Orangutan yang telah lulus “Sekolah Hutan” di pusat rehabilitasi BOSF, di sinilah mereka untuk pertama kalinya dengan bebas bergelayut dari satu pohon ke pohon lainya. Walau begitu, mereka masih di beri makan setiap harinya karena persediaan buah-buahan yang terbatas di pulau ini. Karena Pulau ini bukan tempat wisata, jadi ada beberapa peraturan yang harus di patuhi oleh pengunjung seperti dilarang untuk naik ke pulau dan berinteraksi dengan Orangutan,menjaga jarak maksimal 10 meter serta dilarang mengambil foto Orangutan dengan camera profesional. Pulau Kaja hanya boleh di kunjungi pada hari Sabtu, Minggu, Selasa dan Kamis
10.   Memetik Nanas langsung di kebunnya


Kalau di Malang ada wisata kebun apel, di Palangkaraya juga ada kebun nanas yang bisa menjadi alternatif untuk berwisata. Bukan cuma melihat-lihat, kita juga langsung dijelaskan oleh pemiliknya langsung tentang bagaimana perkebunan seluas 3 hektar tersebut di kembangkan olehnya, tentang beberapa jenis nanas yang di taman serta memetik sendiri dan memakan buahnya yang manis dan segar. Perkebunan nanas ini berada sekitar 10 kilometer dari bukit Tangkiling.
11.   Melihat Tarian Dayak
 
Waktu terbaik untuk melihat berbagai macam tarian Suku Dayak yang mempesona adalah ketika Festival Budaya Isen Mulang yang biasanya dilaksanakan setial bulan Mei. Namul diluar itu juga bisa dengan memesan langsung tarian dari sanggarnya yang khusus performance untuk kita.
12.   Bersantai di Taman Kota
 
Ada dua taman yang bisa dijadikan alternatif untuk bersantai dan bergaul di Palangkaraya. Yang pertama adalah taman kota yang terletak di dekat kantor gubernur, taman ini bisanya rame ketika sore dan malam hari. Relief perjuangan bangsa Indonesia dari jaman penjajahan hingga jaman kemerdekaan menghiasi temboknya, di bagian tengah, tirai air membelah taman menjadi dua bagian. Yang kedua adalah taman Tugu Sukarno, di sebut Tugu Sukarno karena di sinilah pertama kalinya dipancangkan pembangunan Kota Palangkaraya oleh presiden pertama republik Indonesia dan disiapkan sebagai ibukota negara.
13.   Menikmati Sunset dari tepi Sungai Kahayan
Setiap sore, di tiga pelabuhan sungai utama yang ada di Kota Palangkaraya selalu di penuhi oleh masyarakat baik itu untuk sekedar bersantai ataupun memancing, tak lupa pula para penjaja makanan yang datang untuk menawarkan dagangannya kepada para warga yang haus atau sekedar pengen menikmati gorengan sambil menatap sunset. Tiga pelabuhan yang biasanya menjadi tongkrongan adalah Pelabuhan Tugu Sukarno, Pelabuhan Flamboyan dan Pelabuhan Rambang.
14.   Trekking di Taman Nasional Sebangau

Taman nasional ini memang kalah terkenal dengan tetangganya Taman Nasional Tanjung Puting, namun ternyata di sini ada sekitar 6500 Orangutan liar yang tersebar di area hutan rawa gambut yang mendominasi kawasan ini. Menurut petugas di Taman Nasional sangat mudah untuk bertemu dengan Orangutan ketika sedang trekking atau menyusuri sungai dengan kelotok, terkadang mereka hanya bergelantungan di atas pohon di tepi sungai. Keunikan lainnya adalah hutan nipahnya yang cukup luas dan berliku-liku, menyusuri tempat ini dengan longboat atau kelotok adalah salah satu sensasi tersendiri yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.
Demikian 14 hal yang bisa dilakukan ketika berwisata di Kota Palangkaraya menurut Backpacker Borneo, ada yang mau menambahkan? 
Tulisan ini dipersembahkan untuk posting bareng dari komunitas Travel Blogger Indonesia dalam rangka #14on14, silahkan di simak tulisan lainya di sini:
·         Astin Soekanto  |  Makna Filosofis 14 Motif Tenun dari Nusa Tenggara
·         Danang Saparudin | 14 hal manis dan murah di Inggris
·         Danan Wahyu | 14 alasan mengunjungi Kerinci
·         Arie Okta | 14 Ragam Wisata Tanah Kelahiran
·         Albert Ghana | 14 Objek Wisata Menarik di Kalimantan Barat
·         Lenny | 14 travel selfie around USA
·         Tekno Bolang | 14 Senja yang Bikin Kamu Galau
·         Fahmi Anhar | 14 Tempat Wisata Menarik di Dubai
·         Wisnu Yuwandono | 14 Foto Romantis di Sekitar Kepulauan Komodo
·         Yofangga | 14 film inspirasi perjalanan
·         Teguh Nugroho | 14 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Semarang
·         Dea Sihotang | 14 Things to do in Paris
·         Indri Juwono | 14 tindak tanduk asyik di wae rebo!
·         Parahita Satiti | 14 tempat cantik untuk Natarajasana
·         Titiw Akmar | 14 Lagu Momen untuk Traveling
·         Bobby Ertanto | 14 SEO Basic Travel Blogging ala Virus Traveling
·         Adlien | 14 Alasan kenapa harus Traveling Saat Muda
·         Rembulan Indira | 14 Places I want to Share with my Loved One
·         Rembulan Indira | 14 Places I want to Share with my Loved One
·         Wira Nurmansyah | 14 Tips Simpel agar Komposisi Foto makin Kece
·         Olive Bendon | 14 Langkah Menikmati Perjalanan Tak Biasa

Happy ResponsibleTravel!

Read more »

[Foto] Lautan Manusia di Lautan Pasir

Gradasi Bromo di pagi hari
Gunung Bromo, bisa dibilang salah satu destinasi paling populer di Indonesia. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara sudah menjadikan tempat ini salah satu tempat yang harus dikujungi ketika menginjak Pulau Jawa, hampir tak ada musim sepi pengunjung di kawasan Gunung Bromo, dari musim hujan yang menghijau sampai musim kemarau yang menguning.

Apalagi jika berkunjung ketika weekend atau pas musim liburan, untuk menaiki tanggapun kita harus antri. Tapi dengan antri sebenarnya lumayan untuk bisa istirahat, sambil menark nafas yang sudah mulai ngos-ngosan.

Berikut sedikit foto yang diambil ketika weekend di kawasan padang pasir Gunung Bromo:

Gunung Batok diambil dari lereng Kawah Bromo.
Pengunjung yang naik ke Kawah Bromo.
Antrian tangga menuju kawah.
Telihat badai pasir di kejauhan, memakai masker sangat di sarankan.
Yang kecil-kecil di kejauhan sana adalaha manusia loh.
Jeep adalah satu-satunya kendaraan roda 4 yang bisa masuk ke kawasan Gunung Bromo.
Happy Responsible Travel!

Read more »

Sensasi Labirin Pepohonan Menuju Dahau Tahai'i

Maafkan daku wahai backpakpackerborneo.com, ternyata bulan kemaren tak ada satupun tulisan yang di posting di sini. Tahun berganti dan dalam beberapa minggu kedepan masih akan sering salah nulis angka 5 menjadi angka 4 untuk penulisan tahun.
Kali ini saya mau memperkenalkan sebuah destinasi yang nampaknya masih belum banyak di ketahui di Kota Palangkaraya. Yaitu sebuah danua kecil dengan air yang berwarna kemerahan seperti teh.

Menuju danau Tahai'i
Perjalanan menuju danau 
Namanya Dahau Tahai’i, namun jangan salah, danau ini berbeda dengan Danau Tahai yang berada di wilayah Nyaru Menteng. Danau yang saya maksud ini berada tak jauh dari Desa Sei Gohong. Untuk menuju danau ini masih belum ada jalan darat, kita harus menggunakan kelotok alias perahu mesin kecil.
Namun di sinilah keunikannya, sebelum sampai ke danau, kita akan melewati sungai-sungai kecil yang masih dikelilingi oleh pohon yang masih asri. Terkadang kita harus merunduk karena ranting pohon yang tak jauh dari kepala kita. Untuk lebih menyatu dengan alam, kita bisa mematikan mesin kelotok dan mendayung. Hanya suara alam yang terdengar dan ciauan burung yang akan menemani perjalanan di sini, benar-benar kembali ke alam. 

Mendayung sambil menikmati pemandangan
Kembali ke alam
Dan yang membuat saya merasa surprise, waktu kedua kalinya ke tempat ini di pagi hari, ada beberapa kelompok Bekantan atau yang sering disebut moyet belanda karena hidungnya yang mancung. Begitu mendengar suara manusia, mereka langsung berhamburan untuk bersembunyi diantara pepohonan. Ya, binatang ini sebenarnya memang pemalu dan tertu saja mereka masih sangat liar.
Sesampainya di Danau Tahai’I yang tidak terlalu besar, sayapun tak sabar untuk segera menceburkan diri di segarnya air yang berwarna kemerahan, sungguh segar. Sebenarnya tempat ini terlalu kecil untuk disebut sebagai danau karena hanya tidak terlalu luas, namun kalau disebut sungai juga terasa kurang pas.
Pasir dan air yang berwarna kemerahan
Kelotok untuk ke danau
Air yang berwarna merah kehitaman
Air danau yang berwarna kemerahan 
Wilayah kota Palangkaraya hampir semuanya merupakan daerah rawa gambut yang berair, apabila dikeringkan maka akan menjadi padang pasir. Akar pepohonan yang telah menyesuaikan diri membuat warna air manjadi berwarna kemerahan, di bagian air yang dalam akan terlihat seperti berwarna hitam sehingga ada juga yang menyebut air di wilayah Palangkaraya berwarna hitam.
Tanah lapang yang membentuk seperti pantai membuat danau ini saya sebut sebagai tempat untuk camping yang paling pas, hamparan pasir yang dulunya digunakan sebagai ladang dan kabun karet yang gagal sungguh cocok untuk mendirikan tenda.
Tempat yang pas buat camping
Tempat yang pas buat camping
Aktifitas yang utama bisa dilakukan di sini adalah berenang dan mandi, kalau mau berjemur juga boleh, namun matahari di Palangkaraya lumayan menyengat kulit, selain itu mendayung diantara labirin pepohonan juga mengasyikan. Namun diharapkan untuk ditemani dengan orang yang sudah mengenal tempat ini karena jalur yang tampak membingungkan dan terlihat sama.
Ada yang mau ikutan camping bareng di sini?  Yuk datang ke Palangkaraya!


Happy Responsible Travel!


Read more »

Berpetualang dengan Rakit Bambu di Loksado

Air sungai dan air terjun yang jernih, Suku Dayak dan serunya menaiki rakit bambu merupakan hal yang bisa dinikmati di Loksado. Sebuah kecamatan kecil di kaki Pegunungan Meratus menawarkan begitu banyak pesona keindahan alam bagi para pencinta traveling. Berikut adalah catatan perjalanan dan waktu yang dibuat oleh Indra Setiawan jika penerbangan berasal dari Jakarta.

Serunya bamboo rafting
Hari Pertama
Untuk menuju Loksado, Begitu mendarat dengan Citilink dari Jakarta pukul 15.20 di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, kita bisa langsung menggunakan jasa ojek menuju jalan utama untuk menunggu Angkot L300 (sebutan bagi taksi di Banjarmasin) menuju Kota Kandangan yang biasanya tersedia hingga larut malam.
Perjalanan airport-Kandangan akan memakan waktu 4 jam, sesampai di terminal kota kita bisa turun untuk berganti angkutan dan melanjutkan perjalanan menuju Desa Loksado. Catatan sedikit karena angkot tidak tersedia sejak sore, maka alternatifuntuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek atau menyewa mobil (travel dengan rombongan).
Kota Kandangan-Loksado dapat ditempuh sekitar 45 menit melalui jalan yang berliku dan berbukit.Ada beberapa pilihan untuk menginap di Loksado, dari yang termurah di Homestay atau pondok informasi, wisma, hotel, cottage ataupun resort tergantung dengan budget yang anda miliki. Yang pastinya ada harga ada kualitas.
Mengupas kulit kayu manis
Hari Kedua
Bangun pagi dan siapkan diri kita untuk mencoba Balanting Paring atau Bamboo Raftin. Menyusuri sungai dengan rakit bamboo bersama joki yang sudah berpengalaman mengarungi sungai, bisa dibilang cukup aman. Selain akan merasakan sensasi riam jeram sungai Amandit, kita juga bisa menyimak aktifitas suku Dayak Meratus yang akan kita temui dibagian tengah dari perjalanan arung sungai ini.
Rute pendek bamboo rafting sekitar 2-3 jam, satu rakit bamboo bisa untuk menampung 3 orang penumpang beserta seorang joki. Perjalanan dengan rakit bambu akan berakhir di Desa Tanuhi yang memiliki sumber air panas. Walaupun tidak memiliki gunung merapi, namun di Kalimantan bisa kita temui beberapa sumber air panas yang berasal dari gas bumi. Kita bisa berendam sejenak untuk mengurangi kepenatan dan ketegangan setelah berjibaku dengan riam  Sungai Amandit. Untuk kembali ke Desa Loksado tempat menginap dari Desa Tanuhi, kita bisa menunggu angkot yang tak menentu waktunya, atau jika ingin cepat ojek motor tentu lebih mudah ditemukan.
Sesampai di Loksado, jika anda merasa masih ingin meneruskan petualangan sebagai pelancong sejati, Malaris, desa yang berjarak sekitar 30 menit berjalan kaki dari Desa Loksado bisa jadi pilihan yang sangat menarik. Di Malaris terdapat sebuah balai adat yang berbentuk rumah panjang yang biasanya digunakan untuk upacara adat seperti Aruh Ganal, upacara syukuran sehabis masa panen yang biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun. Tidak jauh dari Desa Malaris ada sebuah air terjun yang bernama air terjun Kilat Api, walaupun tidak terlalu tinggi namun dengan kolamnya yang lebar dan tidak terlalu dalam kita bisa mandi sambil menikmati segarnya air yang berasal dari pegunungan.
Aktifitas lainnya yang sangat rekomendasi adalahmelihat proses bagaimana masyarakat mengolah kayu manis dari ketika masih berbentuk pohon hingga diolah menjadi sirup, atau bagi yang ingin souvenir khas Dayak, bisa membuat Gelang yang terbuat dari tumbuhan khas hutan hutan Meratus yang langsung dijalin ke tangan atau kaki anda.
Untuk para petualangan yang memiliki hobi fotografi, memotret para wanita yang sedang membuat tas atau kerajinan dari rotan pasti menarik! Memperhatikan bagaimana lincahnya tangan mereka, merubah selembar rotan atau kulit bambu hingga menjadi tas yang artistik yang biasa digunakan oleh masyarakat Dayak Meratus untuk pergi ke hutan.
Jika masih memiliki tenaga lebih, sore hari kita bisa mencoba untuk bermain tubing dijamin akan menyenangkan! Tubing istilah dari bermain air dengan menggunakan ban dalam mobil sambil menyusuri sungai di desa Loksado.
Jembatan gantung di Loksado
 Hari Ketiga
Ada baiknya kita check dulu waktu keberangkatan kita, perjalanan , menuju airport akan diperkirakan akan mengambil waktu 6 jam dengan pertimbangan jalan santai. Jika penerbangan pulang anda adalah ke Jakarta maka maksimal kita harus segera bertolak kembali ke Banjar Baru pada pukul 7:30 WITA pagi. Tetapi jika penerbangan anda masih diatas pukul 5 sore, alternatif untuk mampir ke air terjun Haratai bisa jadi jangan dilewatkan. 
Haratai, air terjun dengan ketinggian 20 meter bisa dicapai dengan kendaraan roda dua (ojek). Perjalanan menggunakan ojek hanya sekitar 30 menit.
Untuk kembali ke Banjarmasin, rute yang digunakan juga sama seperti berangkat sebelumnya.Pagi hari persedian angkutan umum sudah lumayan banyak. Jika masih ada waktu dan sudah sampai di Kandangan, jangan lupa untuk mencoba makanan khas yakni Ketupat Kandangan.
Bagi yang mempunyai waktu yang lebih lama, masih ada banyak destinasi yang bisa untuk dikunjungi di Kalimantan Selatan seperti Pasar Terapung, silahkan kunjungi backpackerborneo.com untuk referensi lebih jauh.

Rincian Pengeluaran:
Ojek Bandara – Jalan utama: Rp. 5.000 – 10.000
Angkot (L300) Banjarmasin - Kandangan: Rp. 30.000
Angkot Kandangan – Loksado: Rp. 15.000
Ojek Kandangan -  Loksado: Rp. 50.000 – 75.000
Bamboo Rafting: Rp. 250.000
Gelang simpai: Rp. 10.000
Ojek Desa Loksado – Air Terjun Haratai: Rp. 60.000

Pilihan Penginapan:
Camp AAL: Rp. 50.000
Wisma Alya: Rp. 150.000
Wisma Loksado: Rp. 250.000
Meratus Resort: Rp. 300.000

Tulisan ini dipublikasikan dalam Majalah LINKERS, in flight magazine maskapai Citilink pada bulan Juli 2014. Silahkan klik di sini (Link) untuk membaca langsung di e-majalahnya.

Happy Responsible Travel!


Read more »

Menikmati Waktu Libur di Rungan Sari Resort Palangkaraya

Traveling itu tidak harus jauh-jauh ke luar kota, keliling kota atau sekedar leyeh-leyeh di suatu tempat  juga sudah bisa dibilang traveling. Weekend kali ini saya cuma pengen bersantai setelah seminggu jalan-jalan (kerja) bersama tamu keliling sungai di Kota Palangkaraya.
Dan yang menjadi tempat untuk bersantai kali ini adalah Rungan Sari Resort yang bisa di jangkau sekitar 45 menit dari Pusat Kota Palangkaraya. Lokasi resort ini memang sangat strategis, berada tidak jauh beberapa lokasi yang bisa di kunjung di sekitar Kota Palangkaraya seperti Bukit Tangkiling, Batu Banama, Pulau Kaja, Pusat Informasi BOS, dll.

Bangunan Rungan Sari Resort
Setelah selesai job di sabtu pagi, saya segera meluncur dengan motor kesayangan menuju Rungan Sari Resort. Pepohonan rindang yang meneduhkan menyambut kedatangan saya, setelah memarkir motor sayapun langsung menuju resepsionis untuk check in di kamar yang telah dibooking sehari sebelumnya.
Staf yang ramah dan penuh kehangatan membuat kedatangan saya di sini serasa kembali ke rumah sendiri, seorang staf yang mengantarkan ke kamar menunjukan letak kolam renang yang memang sudah saya incar sebelumnya.
Namun karena matahari masih bersinar terik akhirnya saya putuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, kasur queen size yang empuk dan interior kamar setara dengan hotel bintang 3, toilet dan kamar mandi yang modern memang betul-betul tempat yang cocok untuk melepas penat setelah satu minggu full menghadapi pekerjaan.
Front Office
Kamar tempat saya tinggal :-)
Rungan Sari Resort yang berdiri sejak tahun 2002 ini merupakan resort pertama dan satu-satunya di Palangkaraya. Fasilitas lain yang bisa dipakai oleh tamu yang menginap di sini adalah sebuah kolam renang dan lapangan tenis, namun karena bermain tenis memerlukan skill dan kealian khusus maka saya lewatkan yang satu ini. Ada juga 3 ruangan meeting center yang biasa digunakan oleh perusahaan maupun instansi yang berada di sekitar kota palangkaraya.
Restoran yang terletak tepat di samping kolam renang mempermudah para tamu yang kelelahan setelah berenang dan memerlukan minuman, tinggal pesan maka langsung di antarkan ke meja-meja santai yang terletak di samping kolam. Selain saya, juga ada sepasang suami istri dan rombongan keluarga yang nampaknya sengaja datang ke sini hanya untuk menikmati kolam renang. Maklum saja, di kota Palangkaraya tidak ada kolam renang umum yang bagus selain di hotal dan resort seperti ini.
Kolam Renang
Restoran, buka dari pagi sampai jam 9 malam
Menu yang di tawarkan oleh Restoran Rungan Sari Resort yang terbuka untuk umum juga bermacam-macam, dari sekedar makanan pembuka sampai makanan berat dan penutup dengan berbagai macam syle masakan. Di pagi hari, sarapan gratis juga tersedia bagi para tamu yang menginap di sini. Kicauan burung yang terbang dengan bebas menemani sambil menikmati sarapan.
Pagi saya habiskan dengan berjalan-jalan di sekitar resort yang dinaungi oleh pohon jambu mente sambil mengirup udara pagi yang terbebas dari kabut asap yang melanda Kaliantan selama hampir 3 bulan. Sebenarnya disediakan juga sepeda bagi para tamu yang ingin berjalan-jalan, namun karena sammpil mengambil foto akhirnya saya memutuskan untuk berjalan kaki saja.
Ruangan buat meeting
Ini khusus buat bos yang meeting
Seperti layaknya sebuah resort, bungalow yang memiliki 4 buah kamar di setiap bangunannya dihubungkan oleh koridor untuk melindungi para tamu dari panas dan hujan, total ada 24 kamar double dan twin yang tersedia di sini. Wifi juga tersedia gratis di sekitar lobby dan restoran.
Satu malam terasa begitu singkat di sini, waktu seakan cepat berlalu tanpa terasa di dalam ketenangan dan kedamaian yang dipersembahkan oleh Rungan Sari Resort.  Namun life must go on, masih ada perkerjaan yang menunggu di rumah, yaitu pompa air yang bermasalah, alamat gak bisa mandi nih.

Rungan Sari Resort
Jl. Tjilik Riwut Km. 36 Sei Gohong
Palangka Raya, Kalimantan tengah 73225
Telepon: +62 811 520 8801
Twitter: @RunganSari_RSR

Read more »

Review Blog: Jalan-jalan Bersama Andrehandoyo.com

Akhir-akhir ini memang sudah semakin jarang  jalan-jalan ke luar daerah, makanya jangan heran kalau sementara kebanyakan isi blog ini tentang review dan tips yang tentunya juga masih behubungan dengan dunia perjalanan. Nah, kali ini kembali mencoba untuk mereview sebuah travel blog, walau ini pertama kalinya untuk mereview sebuah blog namun semoga masih bisa dinikmati.
Yang menjadi korban percobaan kali ini adalah sebuah blog yang beralamatkan andrehandoyo.com. Dari nama domainnya juga kita sudah bisa menebak bahwa ini adalah sebuah private blog yang mungkin dinamakan sesuai dengan nama sang empu blog tersebut.
Dan ternyata memang benar, dilihat dari halaman “About Andre” yang mempunyai blog tersebut mempunyai nama lengkap Andre Tri Nugraha Handoyo, namun seandainya nama tersebut dibuat jadi alamat domain maka akan terlalu panjang. Ternyata dinamakan andrehandoyo.com bukan karena narsis katanya, tapi supaya unik dan nyambung dengan nama sang pemilik.

Bagaimana dengan isi? Blog ini bisa kita bilang blog yang fokus ke blog tentang perjalanan atau yang lebih keren disbut dengan travel blog.  Isi blog ini ada yang ditulis dengan  Bahasa Inggris dan ada juga yang menggunakan  Bahasa Indonesia, namun masih lebih dominan oleh Bahasa Indonesia, sehingga tidak pelu susah-susah menggunakan google translate yang kadang bahasanya menjadi aneh bagi kita orang Indonesia yang ingin membacanya.
Percampuran dari gaya bahasa naratif yang mengalir dan deskriptif yang informativ membuat saya tidak bosan ketika menelusuri kata demi kata yang dituliskan oleh Andre. Beragam gaya tulisan tersebut membuatnya tidak terlihat monoton, kadang dia menulis dengan gaya wartawan di media yang lebih menekan akan penggambaran lokasi yang di tuliskan, kadang dia juga menulis dengan gaya bercerita detail tentang perjlanannnya, bahkan dia juga membuatkan contoh itinerary yang bisa kita tiru ketika mengunjungi tempat yang di ulas tersebut.
Untuk selanjutnya kita lihat dari segi tampilan, karena walau bagai manapun tampilan adalah yang pertama kali dilihat oleh (calon) pembaca ketika membuka halaman tersebut. Secara umum cukup menarik, navigasi juga mudah, sudah tersedia di bagian samping kategori untuk melihat tentang daerah mana yang ditulis. 

Di header paling atas, Andre dengan senyumannya menyambut para pembaca blog yang datang dengan penuh kehangatan, alamat social media yang dimiliki tertulis jelas, namun sayangnya tidak  dibuat langsung ngelink ke akun tersebut ketika kita klik tulisan tersebut karena hanya berupa gambar.
Dan yang terakhir sedikit masukan seandainya berkenan, sebaiknya bagian “My Page” yang berada di bagian samping bisa di pindah ke bagian atas berdampingan dengan “Home” yang sudah ada terlebih dahulu agar lebih rapi. Selain itu, logo Travel Blogger Indonesia yang ada juga Nampak kurang simetris ukurannya, seandainya dibuat pas seperti ukuran aslinya pasti akan lebih indah untuk di pandang.
Secara keseluruhan blog ini highly recommended untuk dikunjungi, banyak informasi tentang tempat keren yang belum saya ketahui sebelumnya  selama beberapa hari ini jalan-jalan ke blog ini, yang penasaran, silahkan kunjungi langsung di alamat andrehandoyo.com.
Note:
Tulisan ini dipersembahkan dalam rangka Hari Blogger Nasional, walaupun sudah lewat beberapa hari yang lalu namun inilah salah satu cara kita dari komunitas Travel Blogger Indonesia untuk merayakannya. Undian adalah cara kita untuk menentukan siapa yang mereview blog anggota lain yang ikut serta jalan hajatan ini. Berikut beberapa review travel blog keren lain yang bisa dikunjungi:

§  Andre Handoyo – Blog Review: Obendon.com
§  Atrasina Adlina – Mengenal Indonesia Lewat Firsta
§  Danan Wahyu Sumirat – TindakTanduk Arsitek
§  Fahmi Anhar – Jalan2 Cuap2 Bersama Danan Wahyu
§  Matius Teguh Nugroho – The Lost Traveler: Warmer, Softer, Deeper
§  Parahita Satiti – The Batgirl: Felicia Lasmana
§  Olive Bendon – Catperku, Jejak Daam Untaian Kata
§  Rembulan Indira – Review Blog: Tentang Kak Kembara
§  Tekno Bolang – Learning by Traveling (Review Blog)
§  Titi Akmar – Fahmi Anhar Sang Pecinta Hiu
§  Wira Nurmansyah – Berkenalan dengan Backpacker Borneo
§  Yofangga – Langkah Kaki Titi
Happy Responsible Travel!


Read more »

Aplikasi Tiket Pesawat Traveloka – Murah dan Mudah

Tiap menjelang liburan, saya selalu cek harga tiket pesawat untuk berlibur ke luar kota. Tapi selalu saja ada kendala. Kalau bukan soal harga yang tidak cocok, waktu yang jadi kendala. Masalah juga sering muncul selama proses pemesanan, misalnya lamanya proses pemesanan tiket pesawat.
Masih ingat kan dengan situs pemesanan tiket traveloka.com yang pernah saya review dulu? Nah, ternyata untuk mempermudah pelanggan mereka juga telah mempunyai  aplikasi tiket pesawat yang bisa di-download di handphone Android.
Tiket pesawat  app  Traveloka ini bisa membuat kegiatan traveling jadi lebih murah dan mudah, tinggal pencet-pencet di handpohe eh tinggal terbang. Mau tahu kelebihan aplikasi tiket pesawat  Traveloka?
1) Banyak destinasi menarik
Untuk saya yang ingin menjelajahi tempat wisata di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tiket pesawat app Traveloka menawarkan berbagai pilihan penerbangan murah keseluruh penjuru  Indonesia. Selain itu, aplikasi tiket pesawat ini juga menawarkan rute internasional.
2) Harga dan maskapai bervariasi
Lewat aplikasi tiket pesawat Traveloka, Anda bisa memilih berbagai maskapai dan tiket dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Saya sendiri sih yang penting murah dan selamat sampai tujuan, tak peduli mau pakai maskapai apa.
3) Banyak cara membeli tiket
Dulu kalau mau beli sesuatu secara online, uang saya sering kena potongan macam-macam biaya.  Hal tersebut tak berlaku di app Traveloka.  Layanan pencarian tiket online ini menyediakan sejumlah metode pembayaran (ATM, kartu kredit, internet banking dsb.) melalui berbagai  jenis bank,  sangat memudahkan pemesanan tiket pesawat. Selain itu, pesan tiket pesawat di aplikasi ini juga tidak dikenakan biaya tambahan.
4) Duit tidak hangus
Ini yang terpenting: uang aman. Pastinya tidak ingin uang kita hangus kan? Saya pernah tidak sengaja transfer jumlah yang salah. Untungnya, setiap pemesan Traveloka mendapatkan refund apabila mengalami masalah seperti ini.
Masalah pemesanan apapun bisa dibantu oleh Customer Service Traveloka yang siap 24 jam. Anda bisa email, chat ataupun langsung via telpon, pas banget bagi yang hunting tiket murah tengah malam J
Happy Responsible Travel!


Read more »

[Foto] Meratus Forest by Saipullah

Pegunungan Meratus yang membentang dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur merupakan salah satu bentangan hutan yang masih tersisa di pulau yang mendapat julukan paru-paru dunia ini. Puncak tertinggi  Pegunungan Meratus hanyalah 1.901 meter di atas permukaan laut yang berada di Gunung Besar dengan dengan Puncak Halau-Halau.

Berikut foto-foto di pedalaman hutan Meratus yang masih alami oleh Saipullah (Full Srg), seorang fotografer dari Barabai, Kalimantan Selatan yang diabadikannya dalam perjalanan menjelajahi eksotisme hutan perawan di Kalimantan. Enjoy…












 Happy Responsible Travel!


Read more »