Pagat Batu Benawa

Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengunjugi objek wisata ini,namun karena teman-teman masih ada yang belum pernah jadi saya ikut saja dan kebetulan juga pulang dari resepsi pernikahan teman.
Pagat Batu Benawa berada di kabupaten Hulu Sungai Tengah tepatnya 7 kilometer dari kota barabai, dengan perjalanan sekitar 15 menit dengan kendaran roda dua atau empat. Dalam perjalanan kita akan disuguhi pemandangan persawahan dan pegunungan Meratus di kejauhan, sebelum pagat kita melewati dearah Batali yang mana ini adalah termasuk area markas TNI. Namun saya pernah mendengar cerita tentang nama-nama kampung di sana, bahwasanya dulu kala ada orang yang berjalan di derah itu sepatunya masih terikat erat sehingga dinamakan "Batali" kemudian dia melanjutkan perjalanan lalu tali y putus sehingga dinamakan "Pagat" dan terus berjalan lagi tiba-tiba diya terjatuh dan daerah itu dinamakan "Hantakan". Entah hanya karangan atau tidak tapi cerita ini cukup masuk akal..he..he..
Untuk masuk kita harus membayar tiket masuk dengan harga Rp. 2.500, begitu melewati pintu masih kita kita sudah dapat melihat lengkapnya fasilitas di tempat ini, ada taman bermain, aula, panggung yang sering diadakan pementasan musik dangdut, tempat untuk beristirahat serta musholla dan WC.
Di tengah-tengah kita dapat menemukan sebuah dinding yang menceritakan sejarah terjadinya Pagat Batu Banawa ini, legenda tersebut yaitu mengisahkan anak yang durhaka kepada ibunnya, anak tersebut bernama Raden Panganten dan ibunya bernama Diang Insun. Ceritanya ini mirip dengan Cerita Malin Kundang. Menurut cerita yang berkembang Kapal yang ditumpangi Raden Panganten beserta istri dan anak buahnya belah atau pecah menjadi dua karena do’a ibunya yang terkabul, karena Raden Panganten telah durhaka kepadanya, satu pecahan dari kapal tersebut yaitu gunung yang ada di pagat Batu Benawa tersebut, dan satunya lagi berada di kabupaten Hulu Sungai Selatan.
















Sungainya yang bearus deras merupakan salah satu daya tarik objek wisata ini, sungainya yang lebar dan tidak terlalu deras membuatnya cukup aman untuk mandi apabila air sungai dalam kondisi yang normal. bahkan ada yang menyewakan pelampung bebek untuk anak-anak yang ingin mandi di sini. Untuk menyebrangi sungai ini ada dua alternatif, yaitu lewat jembatan gantung yang telah dibangun atau melalui rakit bambu yang disusun sampai ke seberang, kedua jalur ini memepunyai sensari yang berbeda namun sama-sama harus membayar uang untuk bisa menyeberang yaitu Rp. 1000, ada yang gratis yaitu dengan cara berenang(Bagi yang nekat)..hee
Untuk menaiki bukit sudah dibangun tangga dari semen dan kayu, di sinilah butuh fisik yang prima untuk menapakai puluhan anak tangga untuk dapat ke puncak, tangga yang terjal haruslah dilewati dengan hati-hati supaya tidak terjatuh. Namun sesampainya di puncak keletihan akan terbayar dengan pemandangan yang kita dapatkan, dari kesibukan di bawah, landscape yang menghijau serta pegunungan meratus. DI puncak sebenarnya sedah dibangun shelter untuk beristirahat namun karena kirangnya kesadaran tempat itu hanya tertinggal atapnya saja.Namun waktu yang terbatas kami segera turun karena teman-teman sudha menunggu, sebenarnya hanya sedikit lagi dari objek wisata Pagat Batu Benawa masih ada tempat lain yang bisa dikunjungi yaitu pemandian Air Panas Hantakan dan Tampat yang berbatu-batu dan asik buat mandi yaitu Manggasang.
Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

5 komentar :

  1. Postingan di Blog saya udah ditulis sumbernya bro

    BalasHapus
  2. Wahhhh, keren banget kak :D
    Nanti aku mau juga ah kesana kak :D

    BalasHapus
  3. saya sudah ke sana, asik juga tempatnya

    BalasHapus