Arboretum Nyaru Menteng

Tak jauh dari lokasi Danau Tahai ada sebuah konservasi dan rehabilitasi Orang Utan yaitu Aburetom Nyaru menteng, namun sayangnya karena datang pada hari senin jadi sayang tidak dapat masuk kedalam karena tempat ini memang hanya buka pada hari minggu dan hari-hari libur saja, alhasil saya hanya bisa diluar saja tidak dapat melihat orang utan di tempat ini.

Namun tak bisa masuk bukan berarti tak dapat informasin, kesempatan ini saya gunakan untuk ngobrol-ngobrol dengan satpam yang menjaga tempat ini, seandainya beliau yang memegang kunci saya dipersilahkan untuk masukkedalam namun sayangnya yang memegang kunci ada satu orang khusus dan sedang tidak ada ditempat. Dari beliau saya dapat info kalau dalam beberaka bulan kedepan akan dilepas beberapa Orang Utan ke alam bebas, dan lokasi pelepasannya adalah di daerah saya di Kabupaten Murung Raya, Orang utan akan diangkut kesana dengan jalur udara sampai bandara Puruk Cahu baru kemudian diangkut menuju lokasi pelepasan dengan menggunakan Helikopter.

Selain beliau ada juga petugas yang merawat para Orang Utan di karantina, Ternyata pertawatan Orang Utan juga seperti manusia, bayinya juga di beri susu kemasan seperti susu yang dikonsumsi bayi pada umunya.

Selain Orang Utan juga ada binatang lain yang dirawat de tempat ini, seperti Beruang Madu. Disekitar penangkaran dapat dijadikan tempat trekking yang asik, jangan khawatir dengan tanah rawanya karena sudah dibangun jembatan dari kayu untuk mengelilingi tempat ini seperti di Pulau Kembang di Banjarmasin. Monyet juga merupakan binatang yang bebas berkeliaran di tempat ini dan juga berbagai hewan lainnya.

Berikut ini merupakan data-data mengenai tempat ini yang saya dapat dari situs Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan tengah:

Sejarah

Arboretum Nyaru Menteng dibangun pada tahun 1988 dan merupakan areal bekas HPH yang telah dieksploitasi sejak tahun 1974. Arboretum Nyaru Menteng dengan luas 65,2 Ha yang merupakan bagian dari bumi perkemahan pramuka adalah kawasan pelestarian plasma nutfah ekosistem hutan rawa di Propinsi Kalimantan Tengah.

Letak

Terletak di sebelah Timur jalan raya Tjilik Riwut Km 28 dari Palangka Raya menuju Kabupaten Katingan. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kelurahan Tumbang Tahai Kecamatan Bukit Batu Kotamadya Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan letak garis lintang dan garis bujur, kawasan ini berada diantara 113° 46’ - 113° 48’ Bujur Timur dan 2° 0’ - 2° 02’ Lintang Selatan.

Topografi dan Tanah

Ketinggian wilayah ini adalah ± 25 m dpl, topografi kawasan Arboretum Nyaru Menteng secara keseluruhan datar dengan kelerengan 0% - 2%. Formasi geologi kawasan ini tersusun dari lapisan kuarter miosen atas intrusif dan flutonik. Jenis tanah terdiri dari jenis organosol, humus alluvial dan regosol dari batuan induk alluvial dengan fisiografi daratan serta kondisi drainase tergenang sehingga masuk dalam kategori tanah berawa dan bergambut dengan ketebalan gambut 1-2 m. Kondisi air tanah memiliki tingkat keasaman 3,3 s/d 5,8.

Flora

Jenis vegetasi yang hidup pada kawasan ini adalah jenis-jenis yang tumbuh dalam ekosistem hutan rawa. Berdasarkan hasil identifikasi, jenis pohon yang tumbuh di Arboretum Nyaru Menteng dapat digolongkan ke dalam 43 famili dengan jumlah species sebanyak 139 jenis. Jenis-jenis yang telah teridentifikasi antara lain Ramin (Gonistylus bancanus), Meranti rawa (Shorea spp), Mahang (Macaranga maingayi), Geronggang (Cratoxylon arborescens), Makakang (Melastoma sp), Kapur Naga (Dryobalanop sp), Kempas (Koompasia malaccensis), Rengas (Gluta Rengas), Palawan (Tristania maingayi), Belangiran (Shorea balangeran), Punak (Tretramerista glabra).

Pohon yang tergolong langka di Arboretum Nyaru Menteng adalah Terentang (Camnospermum sp), Mentibu (Dactylocladus stenostachys), Bintangur (Callophyllum sp), Jelutung (Dyera costulata), Agathis (Agathis sp), Bangkirai (Hopea sp), Gelam Tikus (Melaleuca leucadendron), Jambu-jambu (Eugenia sp) dan Tumih (Combretocarpus rotundotus). Selain itu terdapat 4 (empat) jenis Kantong Semar yang teridentifikasi di kawasan ini yaitu Nepenthes raffesiana, N. maxima, N. ampullaria dan N. Gracilis.

Jenis-jenis eksotik yang berasal dari luar kawasan yang ditanam di kawasan ini antara lain Alau (Dacridium sp), Galam (Eucalyptus sp), Nangka (Arthocarpus heterophylus), Sinonim (Arthocarpus integra), Jambu Mente (Anacardium occidentale), Rambutan (Nephelium lappaceum), Saga (Adenathera microsperma), Akasia (Acacia auliculiformis), Sungkai (Peronema canescens), Cempedak (Arthocarpus cempedak), Durian (Durio zibethinus) dan Cemara (Casuarina sp).

Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa Universitas Palangka Rata diketahui sedikitnya ada 36 jenis tumbuhan obat dari 26 famili tumbuh-tumbuhan diantaranya

Fauna

Jenis satwa liar yang teridentifikasi diantaranya Aves dengan jumlah sebanyak 89 jenis antara lain beo (Gracula religiosa) dan Cucak Rowo (Pyononotus zeylanicus). Jenis lain seperti Biawak (Varanus sp), Ular, Monyet.

Wisata

Adanya Pusat Reintroduksi Orangutan di dalam kawasan ini menjadi obyek dan daya tarik bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah wisata pendidikan konservasi orangutan dan pengenalan ekosistem rawa gambut, pembinaan cinta alam bagi pelajar, mahasiswa, pramuka dan generasi muda.

Fasilitas Wisata

Pusat Informasi Reintroduksi Orangutan, Bumi perkemahan, Aula pertemuan, Shelter, Pondok kerja, tempat parkir, pos jaga dan MCK.

Aksesibilitas

Untuk menuju ke Arboretum Nyaru Menteng sangat mudah dijangkau, karena telah dibangun fasilitas jalan aspal yang memungkinkan dilalui baik kendaran roda dua maupun roda empat. Dari Palangka Raya ke Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan darat ± 30 menit yaitu melalui jalan Tjilik Riwut menuju ke arah Tangkiling dan pada Km 28 belok ke kanan menuju arah Taman Wisata Danau Tahai.

Pengelolaan

Sejak Tahun 1994 pengelolaan Arboretum ini dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, setelah mendapat pelimpahan kewenangan untuk mengelola arboretum dari Kanwil Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah melalui suratnya No. 3274/Kwl-5/I/1994 tanggal 9 Pebruari 1994. Pengelolaan di lapangan dilaksanakan oleh Seksi Konservasi Wilayah I Palangka Raya.
Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

1 komentar :

  1. wah saya yang ada di Seruyan dan sudah bolak-balik ke Palangkaraya malah belum pernah ke sini

    BalasHapus