Indah nya Kepulauan Derawan

Tiket bis berwarna kuning lusuh telah saya pegang. Di Terminal Pal 6 Banjarmasin inilah perjalanan panjang menuju Kepulauan Derawan di Kaltim dimulai. Sebuah kepulauan yang disinyalir sebagai tempat kedua terkaya di dunia dalam hal keberagaman biota laut setelah Raja Ampat. Daya tarik lain Derawan adalah Danau Kakaban, danau purba berumur jutaan tahun yang didalam nya terperangkap jutaan ekor ubur-ubur tak menyengat. Danau jenis ini hanya ada dua lokasi di seluruh dunia, yakni Derawan dan Republik Palau.



Bis yang saya tumpangi lumayan panas. Karena bis yang saya pilih adalah bis non AC. Perjalanan darat selama sekitar 15 jam menuju Balikpapan di dominasi pada malam hari. Maka saya dapat membayangkan betapa dinginnya perjalanan itu jika bis bongsor yang saya tumpangi menggunakan AC.



Secara perlahan bis berwarna coklat ini meninggalkan Banjarmasin. Langit di luar jendela bis terlihat sangat cerah. Riuh rendah suara kendaraan bermotor bercampur dengan suara obrolan penumpang lain di dalam bis adalah hal lumrah di dalam angkutan massal seperti ini. Tak ada yang bisa saya ajak bicara selama 1 jam pertama perjalanan ini, karena bangku di samping saya masih kosong. Novel Negeri 5 Menara yang selalu tertunda saya baca akhir nya menjadi pilihan terakhir untuk mengisi waktu. Saya segera terbawa ke dalam kisah novel yang isi nya sangat inspiratif. Yakni kisah perjalanan sekelompok anak pesantren yang juga bisa meraih mimpi.



Bis merapat ke tepi jalan persis di seberang Masjid Agung Al Karomah Martapura. Saya masih berada di Kalsel. Beberapa penumpang nampak tergesa-gesa menaiki bis. Salah satu nya adalah Aiman, seorang pria muda asal Martapura yang mau menuju Batu Kajang, salah satu kecamatan di sekitar perbatasan Kalsel dan Kaltim. Kami pun sesekali mengobrol.



Bis terus melaju hingga akhir nya menjemput penumpang kembali di terminal kecil di Tanjung. Pada sekitar pukul 12 malam, bis kembali merapat. Kali ini adalah sebuah rumah makan yang di kiri kanan nya adalah hutan lebat. Saya tak berminat makan, karena masih kenyang. Dan saya yakin, menu makanan di warung ini adalah masakan yang tidak begitu enak tapi harga nya selangit. Sama seperti nasib warung makan persinggahan bis lainnya di provinsi manapun di Indonesia.



Fajar menjelang ketika saya tiba di pelabuhan penyeberangan fery di Penajam, Kaltim. Ratusan kapal nelayan dan speedboat tampak berjejer di sekitar pelabuhan. Langit begitu cerah, sayang rasa nya jika saya hanya menghabiskan waktu di dalam kabin kapal. Muara Teluk Balikpapan ini terlihat sangat sibuk. Kapal kecil maupun besar lalu lalang di sekitar nya. Teluk Balikpapan yang disinyalir sebagai salah satu tempat di dunia yang kaya akan ekosistem saat ini menghadapi masalah yang cukup serius. Karena pemerintah setempat membangun Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Banyak ancaman serius yang menghadang Teluk Balikpapan dan Hutan Lindung Sungai Wain di sekitar nya, yakni ancaman terhadap bekantan dan pesut teluk yang merupakan hewan endemik Kalimantan. Inilah Indonesia, demi alasan pertumbuhan laju ekonomi maka apapun akan dilakukan.



Saya akhir nya tiba di Balikpapan. Saya memiliki beberapa jam waktu luang untuk mengelilingi sebagian sudut-sudut Balikpapan sebelum akhir nya terbang ke Tarakan. Saya beruntung karena Andy kenalan saya yang juga anggota Couchsurfing berbaik hati menjemput dan mengajak jalan-jalan di sekitar Kota Minyak Balikpapan. Sarapan perdana di Balikpapan adalah nasi pecel, sedangkan Andy memilih menu nasi kuning.



Kelar sarapan, saya langsung di giring ke sebuah pantai di sekitar Pertamina. Namanya Pantai Melawai, sebuah pantai kecil dan nyaris tak ada pasir nya. Dari sini saya bisa menyaksikan langit biru dan lalu lalang kapal besar. Andy kembali menggiring saya ke sudut lain Balikpapan, yakni Gunung Dubs. Sebuah dataran tinggi yang di atas nya saya bisa menyaksikan Balikpapan dari atas bukit. Saya bahkan diajak ke sebuah jembatan yang diyakini banyak warga Balikpapan sangat angker.
Keterbataan waktu memaksa saya harus segera menuju Bandara Internasional Sepinggan. Disana saya menemui kawan lain bernama Anno yang pernah jalan bareng ke Tana Toraja, Sulsel di tahun lalu. Aroma nasi goreng Solaria tercium samar-samar. Kami sempat mengobrol sejenak hingga kemudian saya harus memasuki ruang tunggu bandara. Di dalam ruang tunggu, saya menemui beberapa kenalan baru yang juga akan ke Pulau Derawan.



Kota Tarakan di utara Kalimantan akhir nya terlihat. Pesawat mendarat mulus di Bandara Internasional Juwata. Bandara kecil yang ternyata memiliki rute luar negeri. Bandara milik Pemko Tarakan ini ternyata masih membangun gedung baru yang lebih besar di samping gedung lama. Di sekitar ruang pengambilan bagasi, saya ternyata kembali bertemu dengan teman sesama trip ke Tana Toraja. Pertemuan dengan Marlina ini benar-benar tidak sengaja. Dia juga mau ke Pulau Derawan bersama puluhan traveler lain dari Jakarta.



Speedboat berukuran sedang telah menunggu saya dan rombongan di Pelabuhan Tengkayu Tarakan. Setelah semua penumpang lengkap, speedboat kami pun melaju meninggalkan Tarakan. Langit sangat cerah dan lautan agak sedikit bergelombang. Saya makin tidak sabar untuk segera tiba di Derawan.



Perjalanan sekitar 2,5 jam di lautan lepas akhir nya berujung di sebuah dermaga kayu di Derawan. Perairan di sekitar Derawan sangat jernih. Membuat saya ingin segera bercebur. Namun saya mengurungkannya, karena harus segera membereskan barang bawaan ke penginapan.

Hal pertama di Derawan adalah menikmati suasana matahari tenggelam di barat pulau. Namun awan tebal ternyata menutup sunset sore ini. Saya pun segera menuju dermaga kayu yang menjorok ke lautan. Pemandangan nya sangat indah, saya bisa menyaksikan laut lepas dengan leluasa. Di dermaga itu saya kembali bertemu dengan Eva, traveler asal Surabaya yang pernah saya kenal ketika Eva jalan-jalan di Pasar Terapung Lok Baintan Banjarmasin tahun lalu. Kami memang telah merencanakan trip Derawan pada waktu yang sama. Hingga akhir nya trip ini benar-benar terwujud.



Makan malam pertama di Derawan adalah dengan menyantap ikan kakap merah bakar di RM. Avril. Selain ikan nya yang enak, warung sederhana ini juga menyediakan sambal tomat yang sangat nikmat. Menikmati indah nya ribuan bintang di ujung jembatan kayu adalah hal menarik yang saya lakukan setelah makan malam. Benar-benar indah. Hingga akhir nya rasa kantuk memaksa saya untuk segera kembali ke penginapan.



Pagi menjelang. Saya tergesa-gesa menyaksikan matahari terbit di salah satu dermaga di sekitar Derawan Dive Resort. Puas menikmati sunrise, saya segera mengarahkan pandangan ke air laut di sekitar dermaga. Ternyata apa yang dikatakan banyak orang tentang mudah nya bertemu penyu hijau di Derawan terbukti juga. Saya dengan mudah menyaksikan 4 ekor penyu berukuran seperti tudung nasi yang berenang di air jernih khas Derawan. Penyu-penyu tersebut sedang mencari makan berupa dedaunan yang hanyut di air.



Malam kedua di Pulau Derawan adalah menikmati ikan baronang bakar di RM. Avril. Lagi-lagi sambal tomat nya sangat nikmat. Puas makan malam, saya langsung bergabung dengan teman-teman lainnya untuk menyaksikan penyu bertelur. Namun malam ini ternyata gagal, karena penyu yang nyaris sudah menemukan lubang telur merasa terusik oleh kedatangan kami. Penyu raksasa itupun pergi ke lautan. Saat penyu mencari lubang dan bahkan sedang menggali lubang, penyu sangat sensitif dengan suara berisik dan cahaya lampu termasuk senter. Namun jika penyu tersebut sedang mengeluarkan telur nya, maka memegang badan penyu pun bukan jadi soal. Sebagai pengobat rasa kecewa, saya pun mengganti nya dengan menyaksikan hamparan bintang di dermaga kayu. Meski agak diganggu oleh serombongan turis lokal yang berkaraoke ria dengan norak nya.



Pagi menjelang, saya mencoba mencicipi kuliner khas Derawan, yakni nasi atau ketan yang dimasak dengan batok bulu babi. Beras atau ketan mentah di masukan ke dalam batok bulu babi, lalu dimasak hingga matang.



Aktivitas memberi makan penyu dengan daun pisang adalah hal paling langka yang saya alami. Saya hanya bermodalkan daun pisang segar untuk mengundang kehadiran penyu. Daun pisang tersebut cukup dikaitkan dengan seutas tali, lalu mengikatnya di dermaga. Jika beruntung, beberapa ekor penyu sekaligus akan memakan daun pisang tersebut. Seperti yang saya alami bersama beberapa teman saat ini. Hanya berselang beberapa menit saja, penyu-penyu berhasil kami datangkan. Bahkan ada yang nekad bercebur untuk memegang badan penyu.



Siang harinya, snorkeling di Coral Garden Pulau Derawan adalah aktivitas utama di hari ketiga saya di Derawan. Saya agak meragukan, apakah keberagaman terumbu karang nya bisa sehebat nama nya. Ternyata penamaan tersebut tidaklah mengada-ada. Coral berbagai bentuk dan warna telihat sangat rapat di dalam lautan. Ikan warna-warni termasuk ikan badut di dalam film animasi Finding Nemo dengan mudah saya temui.
Spot selanjutnya adalah gusung pasir. Sebuah hamparan sangat bersih di tengah lautan. Gusung pasir ini terbentuk jika air laut sedang surut. Banyak gusung pasir di sekitar Derawan. Kami memilih gusung pasir yang ada di sebelah barat Derawan. Sangat indah.



Di malam terakhir di Derawan, saya dan kawan-kawan akhir nya menyaksikan juga penyu bertelur di sekitar lapangan voli pantai. Salah seorang petugas WWF dengan senang hati mengajak saya dan rombongan untuk menyaksikan penyu mengeluarkan telur nya. Hingga larut malam, kami tetap berada di sekitar penyu. Saya pikir kapan lagi saya bisa menemui pengalaman seperti ini. Saya tak peduli dengan rasa kantuk yang menyerang.



Hari terakhir, saya isi kembali dengan snorkeling di sekitar dermaga di Derawan. Cukup menceburkan diri dengan peralatan snorkel lengkap tanpa diantar dengan speedboat, saya bisa menyaksikan hamparan terumbu karang. Meski tidak sepadat Coral Garden dan Pulau Kakaban. Di ujung dermaga Derawan Dive Resort, saya dan kawan-kawan bahkan bisa memberi makan ribuan ekor ikan yang saya tidak tahu apa nama nya. Cukup melempar segenggam nasi putih, koloni ikan segera menyambar nasi tersebut.



Pengalaman indah menjelajah pulau-pulau di sekitar Derawan, semakin menggelitik pikiran saya terhadap salah satu dialog di serial Korea yang isi nya tentang Bali yang menurut serial tersebut adalah surga terakhir di dunia. Saya benar-benar tidak sependapat…!
Pulau Sangalaki adalah pulau lain yang tak kalah indah dibanding Pulau Derawan. Jarak tempuh nya hanya sekitar 40 menit dengan menyewa jasa speedboat dari Pulau Derawan. Saya tak sendiri ke Sangalaki. Ada puluhan teman seperjalanan yang juga menuju pulau berpasir putih itu. Lautan sangat tenang dan warna nya sangat biru sekali. Keindahan bahari terhampar luas di depan saya saat ini.



Sebuah dermaga kayu yang menjorok ke lautan menyambut kedatangan saya. Pulau Sangalaki akhir nya saya jumpai. Pulau kecil ini terlihat sangat tenang dan damai. Tak ada perkampungan disini. Dan tentu nya tak ada kesibukan turis di sekitar nya, tak seperti gili-gili di Lombok yang ramai oleh wisatawan.



Speedboat akhir nya menyandar di sekitar pantai. Saya langsung melompat. Tak sabar rasa nya menikmati tiap sudut Sangalaki. Pulau indah yang selama ini hanya saya kenal via internet dan majalah wisata saja. Saat ini akhir nya mimpi itu terwujud, saya benar-benar menapakkan kaki saya di pasir lembut nya.



Saya segera menuju sebuah bangunan kayu di tengah-tengah pulau. Saya harus menerobos pepohonan yang lumayan teduh. Ternyata di sana ada sebuah bangunan milik WWF, badan yang konsern terhadap pelestarian penyu hijau di sekitar Sangalaki. Di dalam bangunan berbentuk rumah panggung itu, saya bisa membaca semua informasi tentang Sangalaki serta potensi wisata nya melalui poster-poster yang di tempel di dinding kayu. Tak hanya itu, informasi mengenai kejahatan manusia terhadap penyu hijau juga saya temui disana.



Selang beberapa menit kemudian, oleh salah seorang petugas WWF, saya diajak untuk menuju sebuah kandang di tepi pantai. Ternyata di dalam nya adalah tempat penetasan telur penyu. Para petugas dengan gigih tiap malam nya mengambil telur penyu di dalam lubang-lubang di dalam pasir. Untuk kemudian diletakkan di dalam lubang buatan di dalam kandang kayu tersebut. Hal ini bertujuan untuk melindungi telur penyu dari kerusakan.



Setelah telur menetas, maka bayi penyu alias tukik pun dilepasliarkan ke lautan. Menurut informasi yang saya dengar, tukik penyu tersebut akan hidup sendirian di lautan. Tanpa ditemani oleh induk nya. Ancaman selain berasal dari manusia, tukik juga menjadi mangsa predator lain di dalam lautan. Diantara ratusan tukik yang dilahirkan oleh satu ekor penyu dewasa, hanya sekitar 1- 3 tukik penyu yang bisa bertahan hidup hingga dewasa. Bayangkan saja, betapa lambat nya perkembangan populasi penyu hijau.



Puas menyapa ratusan tukik penyu, saya kembali menikmati keindahan pantai di pesisir Pulau Sangalaki. Pasir nya luar biasa bersih nya. Laut yang terhampar di sekitar nya luar biasa jernih. Langit biru, jembatan membentang dan angin semilir membuat suasana menjadi tampak sempurna. Rasa nya waktu lambat berputar disini. Pulau kecil ini benar-benar indah.



Saya tak bosan untuk membidikkan lensa kamera ke setiap sudut Sangalaki. Kesempatan langka seperti ini sangat sayang jika tak di dokumentasikan. Saya berharap Sangalaki tetap seperti ini, indah dan sederhana tanpa ada bangunan hotel mewah dengan deretan minuman alkohol sebagai pelengkap nya. Seperti yang terjadi di pulau lain di Indonesia yang lebih turistik. Biar lah Sangalaki menjadi sebidang lahan surga yang jauh dari hingar bingar ulah manusia.



Saya mencoba berenang di laut jernih nya. Tak peduli langit terik, saya segera membasahi badan saya. Luar biasa nikmat nya. Sejenak saya bisa melupakan kehidupan ala perkotaan. Di sini saya bisa membaur dengan alam Indonesia di sudut Kalimantan yang tak jauh dari Berau. Surga bahari yang sudah terkenal hingga mancanegara.



Tak terasa sudah berjam-jam saya di pulau ini. Masih ada pulau menarik lain yang harus saya kunjungi hari ini. Saya pun menyudahi aktivitas di Sangalaki. Speedboat telah siap dengan joki nya. Enggan rasa nya meninggalkan pulau cantik ini. Namun keterbatasan waktu lah yang memaksa saya meninggalkan Sangalaki. Saya berharap suatu saat saya bisa kembali ke Sangalaki. Salah satu pulau dengan pantai yang indah yang pernah saya jumpai.

Banjarmasin, 4 Oktober 2011
Ditulis oleh Nasrudin Ansori
http://kalimantanku.blogspot.com/
Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

61 komentar :

  1. kapan saya punya waktu berkunjung kesini @@, mupeng abis ngeliatnya T_T

    BalasHapus
  2. Ayo ntr nunggu msim kmrau nybain jalur darat ke sana..

    BalasHapus
  3. kunjungan terbaik bulan apa? mungkin ada rencana pengen explore borneo sekitar juni ato juli,,

    BalasHapus
  4. Itu bulan bgus bro,palagi klo udah kemarau,karena bsa jlur darat dari samarinda,tpi klo jalur udara bulan apa aja oke..

    BalasHapus
  5. hoho great, nabung cuti , nabung duit dulu, klo perjalanan darat kayaknya seru :D , tapi tetep lewat udara dulu, karena saya dari bali :D

    BalasHapus
  6. iri saya ngeliat poto2 nya,iya yah kapan saya jg bisa ke sana :(

    pertama,nabung dulu dan yg kedua hrs ngumpulin cuti yg banyak wuehehehe. Oia kira2 butuh brp hari buat keliling spot2 indah sekitar derawan?

    thx,

    BalasHapus
  7. 3-4 hari udah cukup bagi yg gak punya waktu banyak..tpi mungkin satu minggu belum cuckup untuk menikmati..:-)

    BalasHapus
  8. kl dihitung ongkosnya brp sampai k tujuan?

    BalasHapus
  9. bagus sebagai orang kaltim yang kemudian bekerja di jakarta saya merasa malu karena saya belum sempat ke derawan doakan semoga bisa kesana salam kenal fakhruddin

    BalasHapus
  10. Halo mas... mohon info, apakah mungkin jika ke derawan via berau tanpa ikut paket travel (ngeteng).
    thx

    BalasHapus
  11. Mungkin sekali mbak..cma ya itu rsko ngetng,hrus sbr n msh untng klo nyampe tanjung batu msh ada boat..

    BalasHapus
  12. Mungkin sekali mbak..cma ya itu rsko ngetng,hrus sbr n msh untng klo nyampe tanjung batu msh ada boat..

    BalasHapus
  13. maksudnya hrs sabar mas? hehehee maaf nanya trus

    BalasHapus
  14. Udah dari beberapa tahun terakhir saya sering denger nama Pulau Derawan, tapi belom pernah ke sana. Dan sekarang setelah lihat foto-fotonya di blog ini, langsung saya taro di wish list urutan pertama tempat yang paling pengen saya kunjungi. Bagus banget!

    BalasHapus
  15. semoga akhir tahun ini bisa k derawan . ada yang mau barengan gak sms yak 085754424822 .biar ada temennya lagi buat ngebolaaang . hahaha saya dari banjarmasin .

    BalasHapus
  16. teman2 dari banjarmasin september mau ke sana juga....

    BalasHapus
  17. halo gan, mohon tanya ttg perjalanaannya di derawan dan skitarnya...
    1. Biaya spead boat k derawan berapaan ya gan? Bagaimana dengan sewa spead boat ke pulau sekitar nya?
    2. Penginapan yang murah ala backpacker di derawan beserta sewa nya? Tempatnya aman ga buat cewe..kita rencana ada 4 org.
    3. Rencana kita pake agen dgn paket 2.95jt tuk 3H2M, dimna:
    -tiket BPN-Tarakan-BPN (pp)
    -transportasi, makan, penginapan
    -exclude biaya snorkling & diving
    -tujuan: derawan, kakaban, sangalaki, nabucco, maratua
    Menurut agan mahal ga itu paketnya.

    Kita mau coba backpackeran, sambil compare cost nya dan lebih/kurangnya.

    mohon share itenarary pas agan ke derawan kmaren ya beserta costnya agar kita punya gambaran ni gan.

    Terimakasih atas info ya gan!
    Salam traveler...:D

    BalasHapus
  18. ^^ saya bantu jawab ya :

    - biaya sewa speed boat utk island hopping ke 4 pulau2 dsana, antara 1,4 sampe 1,6 juta...udh termasuk BBM..muat sampe 6 orang..

    - banyak homestay di Derawan nya, mulai dr 70 ribu per malam...

    - 2,9 juta murah lah, kan udh termasuk tiket pesawat pp tuh...

    salam

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum :)


    saya dan beberapa teman saya berencana ke derawan pada akhir desember ini, bagi teman2 backpacker lain yg mau join bisa menghubungi nomor ini 087815205194. biar bisa patungan dan ngehemat biaya.
    ditunggu ya :))

    salam
    Jay dari Banjarmasin (KAL-SEL)

    BalasHapus
  20. udah di jawaw ama yg nulis..:-)

    Jay::nah ada yg handak ka asana jua....ayo yang mau kesana desember bisa gabung..:-)

    BalasHapus
  21. iya amang indra ,,,
    biar lebih menghemat biaya dan lebih ramiii

    BalasHapus
  22. hiii... bang Jay, akhir desember kira2 kapan y?
    saya posisi di bpn. makasi y

    BalasHapus
  23. note : catherine, balikpapan

    BalasHapus
  24. tujunaku berikutnya nih... semoga bisa terwujud..

    BalasHapus
  25. KALTIM SURGA WISATA.ayoo ada yang Pengen coba Backpacker Ke LABUAN CERMIN yang ada di Kab, Berau (KAL-TIM ) . Tak Kalah Indahnya dengan Pulau Derawan DIJAMIN !!! anda Akan Terhipnotis Hasil Karya Sang Maha Kuasa Untuk Lebih Jelasnya Serch :http://www.apakabardunia.com/2011/04/danau-labuan-cermin-tawar-dipermukaan.html
    ATAU
    http://travel.detik.com/read/2012/01/25/130448/1824391/1025/danau-labuan-cermin-harta-karun-di-kalimantan-timur

    BalasHapus
  26. aiiishhh
    sayangnya di kota saya gak ada laut bang, adanya mah gunung. masa mau nyelem ke kawah? hahaha
    salam kenal bang :)

    BalasHapus
  27. Hahaha...bisa tuh dicobain nyelam dikawahnya...sesuatu yg baru tuh...:-D

    BalasHapus
  28. kesananya tanpa paket tour ya ?

    BalasHapus
  29. tanggal 25 nih saya bareng bang jay mau ke derawan . ayo joiiiin biar rame . dari banjarmasin

    BalasHapus
  30. edho , banjarmasin 087815555496

    BalasHapus
  31. Bro kalau dari kabupaten pangkalan bun,KALTENG dari airport iskandar,kira2 tujuan nya ke mana2 ajaaa....soalnya gua mau ke pulau derawan di bulan january 2013.
    1.HOTEL APA DAN LOSMEN APA YANG PALING MURAH DI PULAU DERAWAN.
    2.DARI TARAKAN AIRPORT ATAU DARI SAMARINDA AIRPORT UNTUK MENUJU KE PULAU DERAWAN
    3.KIRA2 BERAPA ONGKOS SPEED BOATNYA
    4.KIRA2 KALAU LEWAT DARAT ENAKNYA PAKAI BIS ATAU PAKAI RENT CAR

    Thank's

    ennog

    Mobile;+62(0)81349201974
    Blackberry pin no;2A093CC7

    BalasHapus
  32. lengkapnya bisa dibaca disini mas Ennog..
    http://imanrabinata.blogspot.com/2012/01/rute-pilihan-menuju-derawan.html

    BalasHapus
  33. sangat informatif derawan nya ..saya berencana juga ke kaltim mudah-mudahan sempat ke derawan . tq atas informasinya .

    BalasHapus
  34. wah masnya couchsurfer, duh ga sabar tahun ini buat ke derawan jugaa :D itu masnya pake tour apa ngga ya? saya mau ke derawan tp solo traveler rencananya.. kalo baca2, sendirian bisa lbh mahal kalo ga nemu org yg bisa buat share cost :(

    BalasHapus
  35. Derawan,,, baru sekali aja kesana waktu tahun baruan 2013 kemaren, 3hr 2mlm masih kurang puas explore ke pulau2 disekitarnya. Pengen ngeliat pulau gusung dan penyu betelur juga belum kesampean. Need back to Derawan, kalo ada jadwal mau kesana bisa di share dong biar bisa barengan jadi ga perlu ikut paket tour.. :D

    BalasHapus
  36. Saya tinggal di Balikpapan tapi belum ada kesempatan liburan ke Derawan.

    Habis liburan di derawan mampir juga ke Balikpapan y, disini juga ada Pantai Ambalat dan pengangkaran buaya.

    Trus pulangnya jangan lupa beli oleh-oleh amplang IWAKE yach...

    More info ttg amplang Iwake klik di sini:
    http://fiekashop.wordpress.com/2013/02/11/amplang-iwake-ya-oleh-oleh-khas-balikpapan/

    BalasHapus
  37. Salam,
    Saya rencana akhir Mei ini mau backpackeran sendirian ke Derawan. Kira2 dari kawan2 di sini ada yg pengen join biar biaya bs lebih murah ato ada dari temen2 yg udah pernah ke Tarakan mau nemenin. Trims

    BalasHapus
  38. Maaf postingan td dari saya, David, Jakarta. Trims

    BalasHapus
  39. Selain raja ampat, atau bunaken, ternyata derwan bagus juga..

    http://travellingaddict.blogspot.com/

    BalasHapus
  40. insyaallah..
    hanimun ke sini dehhh...
    aaamiiiinnn... *nabung

    BalasHapus
  41. Boleh tanya ga bro.. Neh ente berangkat dah pesen speed boat, penginapan paket diving dll ga bro? atau bisa dapet tanpa mesen dlu?

    BalasHapus
  42. Masbro,Kalo dr balikpapan k tarakan gda yg jalur darat yaa??+klo pk pswt brpa yaa kira2 biaya'a...thanksss ^-^V

    BalasHapus
  43. klo jalura darat adanya ke Berau...q rencana tgl 19 juni mau ke sana juga lewat darat..yuk klo mau barengan..

    BalasHapus
  44. 19 Juni? Hiks hhiks..baru liat niy blog. Kepengen juga,tapi gak boleh cuti dadakan

    BalasHapus
  45. Kalau ada yg mau kesana antara Agustus - Desember 2013 ini tolong kabarin yah siapa tahu bisa barengan dan hemat cost hehehehe

    Pin BB : 25C07E59
    Facebook : Agus Ristianto

    BalasHapus
  46. Gan kalau ada yang mau ke derawan bulan desember - januari backpacker an dari banjarmasin hubungin saya ya. Biar bisa ikut barengan sayanya. Males sendirian ..

    Sesema org banjarmasin (Y)
    By adit banjarmasin
    Hp:085250996199

    BalasHapus
  47. Kalau ada yg berencana ke derawan minggu ke 2 agustus ini hubungi saya yah,,

    Budhie
    Pin : 2624fa5f or 081298298646

    Trims buat info2 di blognya mas

    BalasHapus
  48. bisa infoin untuk panita penyelenggaranya? rencana berangkat 5 org untuk tgl 12-14 september 2013

    Thank you

    BalasHapus
  49. ƾáƴa bulan desember rencana kederawan bareng kluarga,,bagusan lewat manayha biar hemat biaya gitu lewat tarakan tau lewat berau,,ƾáƴa posisi disamarinda,,tolong infonyyha :-)

    BalasHapus
  50. yang desember dari Banjarmasin ada yang berangkat...?

    Ocha
    081250141500 or 744202BB

    BalasHapus
  51. Owh ternyata penjaga penyunya derawan itu petugas dari WWF. Saya kira dari pemerintah lokal atau swadaya masyarakat... Kemaren sempat ngobrol banyak, tapi ga tau dia petugas WWF..

    BalasHapus
  52. Tmn-tmn yg mau gabung bulan april tgl 17 2014..mgkn bs bareng2 saya. Saya msh asing jg krn ini baru pertama kalinya. Posisi saya di balikpapan.

    BalasHapus
  53. rencana tanggal 23 Juni 2014 tour derawan, yang minat yuk gabung.. saya dan teman teman kurang lebih 10 orang. posisi saya di samarinda

    BalasHapus
  54. ada yang mau ke derawan akhir september? gabung dong

    BalasHapus
  55. ada yang mau ke derawan dari banjarmasin sktr awal oktober?, gabung dong

    BalasHapus
  56. Bgus..jika dari malaysia mahu ke sana bgaimn ya

    BalasHapus
  57. Aku dari malaysia..
    Ni emel saya nornadirah_86@yahoo.com
    Bagaimn saya hendak ke sana ya..plez email me

    BalasHapus
  58. Ada yang mau barengan ke derawan ngga? Butuh partner. Rencananya sih juli atau agustus tahun ini. Makasih klo ada yg mau bareng sms aja yaa 081315916291

    BalasHapus