[Foto] Boleh Saya Kasih Nama River Garden?

Persis seperti taman buatan yang sering saya lihat, bahkan lebih indah. Bercampur aduk perasaan yang saya rasakan ketika pertama kali menemukan tempat ini bersama seorang teman. Berawal dari ketidak sengajaan kita menemukan tepat ini, melihat aliran air deras yang tampaknya menarik untuk belajar fotografi slowspeed kitapun segera mencari jalan untuk menuju ke tempat ini.
Melalui sebuah jalan setapak yang biasa digunakan oleh penyadap karet kita terus menuruni tebing yang lumayan curam. Terdengar suara desiran air yang membuat kami makin tak sabar untuk sampai. Hingga akhirnya sampailah kita disebuah sungai dengan batu-batuan berbagai macam bentuk.Boleh say


Satu lagi keindahan Kabupaten Murung Raya yang saya temukan, dengan dua buah pohon besar sebagai kanopi yang menaungi tempat ini dari sengatan matahari, membuat kesejukan hal mutlak yang akan kita rasakan ketika berada di tempat ini. Berada tak jauh dari ibukota kabupaten, Puruk Cahu sebenarnya membuatnya tak begitu sulit untuk dijangkau.
Aliran air sungai yang mengalir deras diantara bebatuan menambah syahdu suasana, lumut bak permadani yang menutupi permukaan tanah dan sebagian akar pepohonan membuat kita harus berhati-hati untuk memilik dimana kita akanmemijakan kaki ketika melangkah, salah sedikit bisa terpeleset.
Bebatuan berbagai macam bentuk ini juga dilengkapi dengan tumbuhan yang menjadi penghias membuat tempat ini sungguh indah bagaikan sebuah taman yang terbentuk alami oleh proses selama alami.


Sungguhnya tempat ini mempunyai potensi dengan baik sebagai tempat wisata alternatif yang murah meriah tapi tetap bisa merasakan harmoni alam, namun biarlah ia tetap seperti apa adanya tanpa tercela oleh tangan-tangan jahil yang merusaknya.
Rasanya tak perlu saya bagikan bagaimana rute untuk menuju kesana, cukup masyarakat sekita yang bisa menikmatinya. Selama mainset masyarakat tentang bagaimana berwisata yang bertanggung jawab biarlah tempat ini tetap tersembunyi. Datang saja ke Puruk Cahu kalau ingin menikmati keindahan dan kedamaian tepat ini, biar saya langsung antarkan sendiri ke sini.
Tak tau lagi bagaimana kata-kata yang pantas tuliskan untuk menggambarkan suasannya, cukuplah anda berimajinasi dengan foto-foto dibawah ini, walau hasilnya tak sebagus karya para fotografer profesional. Enjoy...!







Happy Responsible Travel!
Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

29 komentar :

  1. keren... jadi pengen belajar slow speed gini

    BalasHapus
  2. Foto nya JUARA, gw selalu goyang kalo foto beginian dan hasil nya kacau :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake tripos mas Cum..dijamin gak goyang..hehe

      Hapus
  3. FOTONYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.
    KERENNYAA BUKAN MAINNN.

    itu foto pake kamera apa kak?

    BalasHapus
  4. Puruk Cahu memang eksotik, ulun pernah bermalam di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suah jua ka sini lah..masih banyak potensi yg belum ketahuan..:-)

      Hapus
  5. Hmmmm ... jadi pengen nyepeda kesana nih. Ada juga Air Terjun Spari, rada perawan sih, coba tengok nkali aja ngiler, bisa ditemanin, disini: http://bontangmtb.blogspot.com/2013_05_01_archive.html dan disini ; http://bontangmtb.blogspot.com/2013/06/ekspedisi-air-terjun-spari-bontang.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih keren..gede ya air tejun y,,,ntar lah klo ke Bontang...:-D

      Hapus
  6. ga kalah deh sama foto2 di luar negri sana, tp akses jalan kesana bagaimana? :D

    BalasHapus
  7. huwaaa juara banget foto bikin cloud effectnyaa, ajarin kak ajarinn

    ini blusukan kedalam hutan yah kak berarti?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuk sini bawa camre sama tripod aja...kita sama-sama belajar..:-)
      yang ini gak jauh kok masuknya dari jalan..

      Hapus
  8. Ajiib Bang :') ,

    anw, ganti template yah. sekarang tambah pro tampilannya :)

    BalasHapus
  9. Ini dimana Kak Indra, anterin donk kesana:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Kalteng kak Tesya..dekat rumah..yuk ke sini..:-)

      Hapus
  10. wah bang keren,disini udah ancur yg kaya gtuan,byk sampah yang nyampah dri mulai karung,botol,plastik,aqua,mijon,kacang 3x,yg dingin yg dingin#mulai absurd
    sampai softek,iya bang softek

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...ini masih belum banyak yng tau..makanya masih alami..

      Hapus
  11. Btw cara jdi slownya gimana,pake kamera apa tuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake DSLR..speed y aja dilambatin..ada kok setingan y..

      Hapus
  12. Menakjubkan memang tapi aduuuh air sungainya apa banyak busa sabunnnya siy ya? Knapa tuh yeah hihihi alami & terkontaminasi apa ya....peace peace

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bukan bisa sabun..tapi efek slowspeed camera y.. :-D

      Hapus
  13. Coba ke Kalimantan Barat, bakalan nemuin daerah derah yang masih belum banyak terjamah dan juga indah indah. Foto foto di atas juga mirip dengan sungai yang ada di Riam Berawan di Kab.Bengkayang Kec.Seluas

    BalasHapus
  14. ternyata foto beginian musti pake dslr toh. banyak nemu foto airnya kayak gini di instagram tapi bingung foto jenis apa ini hehehe

    BalasHapus