Ranu Kumbolo, Danau di Ketinggian 2.390 Mdpl

Satu-persatu dari kami keluar dari persembunyian, menyingkirkan hangatnya sleeping bag dan tenda, berusaha untuk melawan dingin yang mencucuk hingga ke tulang sumsum demi sebuah moment bernama “Sunrise”.
Detik-demi detik berlalu, namun yang di tunggu tak menampakan diri juga. Terlambat kah Sang Surya bangun hari ini? Apakah ia masih meringkuk di balik selimut hangatnya?  Tentu tidak saudara-saudara. Matahari tak pernah mengingkari kodratnya untuk menyinari seluruh alam raya setiap harinya, bumi pun masih setia berputar pada porosnya selama 24 jam sehari.

Semua hanya tentang persfektif, sudut pandang kita, di tempat lain mungkin saja mereka sudah merasakan hangatnya sinar matahari pagi ini. Kabut tebal masih menyelimuti alam sekitar, jarak pandang masih terbatas. Kami masih belum bisa menyaksikan salah satu danau dengan pemandangan terindah ini.

Mungkin belum keberuntungan kami untuk bisa menyaksikan matahari terbit di Danau Ranu Kombolo yang terkenal akan keindahannya itu, kami masih sabar menunggu, menunggu angin meniupkan halimun yang mengaburkan padangan akan mahakarya sang Khalik.
Tadi malam, sebelum tiba di danau ini, kami hampir saja tersesat karna tebalnya kabut. Beberapa orang harus berpencar untuk menemukan jalur selanjutnya untuk menuju ke sisi lain danau ini. Hingga kawan yang sudah pernah ke sini menemukan jalan setapak yang harus kita lalui, saya hanya mengikuti yang di depan sambil sesekali berteriak kepada rombongan yang di belakang agar tidak terpisah jauh.

Akhirnya tulisan “Selamat Datang di Danau Ranu Kumbolo” di papan yang sudah lapuk menyambut kedatangan kami, danaunya masih belum kelihatan karena tertutup oleh kabut tebal. Kamipun segera mencari lokasi yang cocok untuk berristirahat, walau sudah sampai di tujuan kita untuk hari ini namun bukan berarti kita langsung bisa beristirahat. Kami bagi tugas, yang cowok mendirikan tenda sedangkan yang cewek memasak untuk santapan malam kita.

Perlahan-lahan kabut mulai berkurang, perlahan-lahan keindahan danau seluas 8 hektar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini mulai terlihat,  matahari sudah tinggi. Pantulan matahari pagi membuat riak-riak air yang tertiup angin tampak seperti keemasan, kabut yang masih tersisa membuat nuansa mistis namun memabukan.
Air danau yang terlihat biru berbalut dengan padang sabana yang menguning dan pepohonan yang menghijau membuat mata tak henti-hentinya memandang ke segala penjuru, akhirnya diberi kesempatan juga untuk menikmati indahnya danau yang berarti “Ranu” dalam bahasa setempat ini.

Sayangnya kami tak bisa lama-lama menikmati danau yang berada di ketinggian 2.390 meter dari permukaan laut ini, perjalanan kita masih panjang, puncak Mahameru yang menjadi tujuan masih berdiri gagah nan jauh disana. Setelah puas foto-foto dan sarapan kami segera melanjutkan perjalanan menuju camp selanjutnya, Kalimati.

Tanjakan Cinta menjadi ujian pertama ketika meninggalkan Ranu Kumbolo, ada mitos bahwa apabila kita naik sambil memikirkan orang yang kita sayang tanpa menoleh ke belakang maka  kita akan bahagia. Namun pesona keindahan Ranu kumbolo menjadi godaan terberat, semakin tinggi kita naik semakin indah pula pemandangan yang kita lihat. Ah, nanti suatu saat saya harus kembali lagi ke sini.
Note:
-          Catatan perjalanan lengkap mendaki Gunung Semeru bisa dibaca di sini (Link)
-          Rancangan Itinerary pendakian Gunung Semeru Bisa dilihat di sini (Link)

Happy Responsible Travel!

Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

45 komentar :

  1. Padahal aku suka banget nih bang kalau lihat pemandangan yang indah ditepi danau..hhhddeechh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi kalo sama yang indah-indah tambah indah pemandangan y..haha

      Hapus
  2. aaah aku ngiri..!

    kepingin kesana, next year semoga kesampaian *amiiin* *goncangin celengan*

    BalasHapus
  3. mauuuu bangettt kesana, tapi nunggu dpt suami dulu, biar ada yg nemenin hho...

    BalasHapus
  4. Indah banget Sob, mungkin kalau cuacanya cerah dan tidak tertutup kabut sunrise nya akan terlihat indah ya Sob ?

    Salam wisata

    BalasHapus
  5. aaaaaaaaaaa mau kesanaaaa, yukyukyuk lagiiiii :')

    BalasHapus
  6. danaunya indah banget..lihat fotonya rasanya ingin langsung nyebur ke dalam danau....aku juga mau mencoba menjajal tanjakan cinta...... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh,katanya sekarang udah gak boleh lagi mandi di danau ini..

      Hapus
  7. Blm kesampaian kesana lagi, dulu jaman smu sech perna kesana tp blm bisa menikmati sesungguh nya keindahan itu. Hanya mengeluh capek waktu itu ihik ihik .... Rankum tunggu aku kembali lagi :)

    BalasHapus
  8. blum pernah ke semeru & ranu2nya
    smoga bisa kesana nanti

    BalasHapus
  9. Nice post!
    Sering baca dan lihat foto2 cantik Ranu Kumbolo. Pengen banget bisa kesana satu hari nanti. Tapi mesti banyak latihan fisik dulu kali ye, hihihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo cuma ke Ranu kumbolo jalurnya gak terllu berat kok..eh dari malang kan dekat..

      Hapus
  10. huwaa kak Indra, sukaa sama foto ranu kumbolonya, btw kalo jam-jam tertentu kabut turun yah?? ih jadi pengen kesini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih sering sih malam sama pagi...klo udah siang pas cerah warna danau y biru..indah banget..

      Hapus
  11. Uhh.. pingin nyobain naik gunung, apalagi setiap abis baca tulisan tentang pendakian -_- *mupeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuk naik gunung lagi...*sambil ngomong sama lutut

      Hapus
  12. Ya اَللّهُ ijinkan aku kesana aamiin ;)

    BalasHapus
  13. Hi Kak Indra Setiawan, sangat indah bukan tanah air tercinta, khususnya ranu kumbolo. oh ya, setelah berhasil mendaki tanjakan cinta, apa menemukan kekasih pujaan? keren abes.

    makasi kaka indra setiawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup..berjalan dan bercerita tentang keeksotisan Indonesia tidak akan ada habisnya..

      Hapus
  14. mau nanya nanya nih bang. persiapan apa ajah kalo buat pendakian?
    saya masih newbie dalam mendaki :)

    BalasHapus
  15. Indah banget yaaaa :)

    BalasHapus
  16. Gan,,, kalau ada yg mau sini lg ikutan dong gan... hikz... tp dri jauh2 hri planningnya biar bisa ijin cuti mwahahah,,, semisal ada yg mendaki info ke cuma2709@gmail.com thanks

    BalasHapus
  17. wah, tahun depan lah ke semeru..

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. foto-nya keren, matabs...

    BalasHapus
  20. Maaf saya mau tanya lengkap cara menuju ranu kumbolo.mohon dibalas
    Email saya : candrienezsibarani@gmail.com

    BalasHapus
  21. kereenn mas bero!
    www.duniawisataku.com

    BalasHapus
  22. keren ah, pengen banget, tapi harus latihan fisik dulu kali ya , hihi..

    BalasHapus
  23. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai pariwisata Indonesia dengan sejumlah wisata yang menarik.Benar benar sangat bermamfaat jika kita dapat mengetahui tempat wisata yang menarik dan penuh dengan suasana baru pada Indonesia.Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata indonesia yang bisa anda kunjungi di www.pariwisata.gunadarma.ac.id

    BalasHapus
  24. Seharusnya bulan ini saya kesana, apa daya quota pendaki sudah full hiks :')

    BalasHapus
  25. udah lama ga nengokin ranu kumbolo, kangen

    BalasHapus