Ternyata di Sungai Barito Juga Ada Pantai!

Kelotok yang digunakan pengunjung
Ketika tetesan air dari langit semakin jarang, air terjun tak lagi mengalirkan airnya, ketika asap mulai menyesakan pernafasan, ketika sungai-sungai yang membelah pulau yang  kian tak hijau lagi  mulai mengering. Maka itu artinya musim kemarau telah melanda pulau Kalimantan.
  Sungai Barito, salah satu sungai terpanjang di Kalimantan ini juga tak luput dari akibat musim kemarau, airnya telah surut hingga bepuluh-puluh meter dibandingkan ketika musim hujan.
Di beberapa bagian aliran sungai kita bisa menemukan pulau-pulau baru yang terbentuk oleh pasir di dasar sungai yang terlihat seiring berkurangnya debit air. Tempat ini ini biasanya disebut Gosong atau Pantai oleh masyarakat sekitar.

Tumpukan gelondongan kayu dan lanting
Pantai ini memang bisa disebut dengan pantai dalam hakikatnya seperti yang sering kita lihat di tepi laut. Pasir putih atau kadang agak coklat menghampar di tepian sungai barito, kadang ada juga yang muncul di tengah.
Pantai inilah yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai objek wisata dadakan. Di sore hari masyarakat berbondong-bondong menuju tempat ini untuk sekedar mandi-mandi ataupun bermain-main. Ada yang bermain bola, mebuat rumah-rumahan dari pasir atau sekedar mandi sambil bercanda dengan teman-teman.
The shadow of us
Mengingat tidak semua masyarakat Kalimantan yang jauh dari laut seperti  kami di Puruk Cahu ini tidak semuanya pernah melihat laut, hal ini tentu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merasakan bagaimana bermain di pantai ala bule-bule yang sering dilihat di tv.
Pasir gosong ini ternyata juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti di pasir yang terletak di tak jauh dari Kota Puruk Cahu, beberapa orang memanfaatkan moment ini untuk membuka warung, sekedar menjual minuman dan makanan ringan.

Penjual makanan dan minuman
Salah satunya ibu yang berasal dari Beriwit yang berjual pentol dan minuman ini mengaku ketika sedang ramai setiap harinya dia bisa meraup kentungan hingga Rp. 100.000, lumayan kan untuk menambah belanja anak dan mengepulkan dapur.
Namun seperti di tempai keramaian biasanya tentunya sampah juga ikut merajalela, tak ada tempat sampah yang di sediakan, begitu juga masyarakatnya yang masih belum mengerti pentingnya arti kebesihan, ketika saya tanyakan kepada ibu sang penjual kenapa tidak disediakan tempat sampah dia menjawab.
“Nanti pas airnya pasang akan hilang juga hanyut oleh air”
Tekstur pasir yang terbentuk alami
Hadeeh, maka berarti makin banyak saja sampah plastik yang mengendap di dasar Sungai Barito.

Memang, pasir gosong ini akan kembali hilang seiring dengan tetes hujan yang semakin sering membasahi bumi dan berlalunya musim kemarau, namun tetap saja yang namanya sampah akan mengangganggu pemandangan mata.

Tahun depan tempat ini akan muncul lagi dengan bentuk yang berbeda karena ditempa oleh arus Sungai Barito selama berbulan-bulan.

Sunset di Gosong Pasir

Happy Responsible Travel!
Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

32 komentar :

  1. Miris banget denger jawaban dari si ibu penjual... “Nanti pas airnya pasang akan hilang juga hanyut oleh air”
    semoga ke depannya hal yang kayak gini gak jadi kebiasaan ya...

    itu foto yang sunset keren bangeeeeeeeeett..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak..sayang banget..tapi gitulah mainset sebagian masyarakat di Indonesia..

      Hapus
  2. kenapa ane gak dapet pertamax
    knapa knapa knapaaaaa !! -_-"
    (udah curhatnya)
    buset ada warung, disanamah enak pasirnya kaya pantai. Disini mah batu, tpi enaknya ada?
    Dimana2 jka musim kemarau, org pda mandi kesungai, otomatis byk cewek mandi disono, jdi bsa ngintip deh, eaaaaakkkk
    dont try this at home
    muahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..ada juga sih bagian yang berbatu2..n pasti y banyak juga yang memanfaatkan buat pacaran di sii..hehehe

      Hapus
  3. Duhh sedih belum ada pengarahan ke penduduk lokal tentang arti kebersihan bagi sungai :|
    Dannn foto-foto Indra jujur semakin bagus tekniknya...Lanjutken kaka ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah kak..hiks

      Duh jadi maluu di puji.. *tambah belajar

      Hapus
  4. kalau nanya temen orang banjarmasin pasti jawabannya ga ada pantai eh ternyata ada pantai di sungai! oiya bang indra kenal bang ipul taripang? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kalsel sih juga banyak pantai di tepi laut..tapi airnya gak jernih, kecuali daerah kotabaru..

      Iya kenal, dulu pernah ketemu di Samarinda..dia di jkt katanya sekarang..

      Hapus
  5. Harus di timbulkan kesadaran akan sampah ini thp penduduk setempat agar mereka juga akan menikmati keindahan dan kebersihan sungai baritu di kelanjutan hari :-)

    BalasHapus
  6. berjualan pentol? pentol apaan yak?
    sejenis makanan atau apa?

    BalasHapus
  7. Hmm manusia selalu komplain terhadap apapun tanpa sadar kadang dia complain terhadapa perbuatannya sendiri.. si ibu penjual pentol adalah salah satu bukti nyata, pada akhirnya dia hanya complain masalah sampah maupun banjir... eh btw foto-fotonya bagus banget, di tempat ini kayaknya sunsetnya juara...
    Kapan-kapan mampir ke blog saya ya http://alfi-journey.blogspot.com/ ( baru nulis )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia..apalagi di sini tap tahun emang lngganan banjir..

      Hapus
  8. nanti kalo banjir baru pada komplen yah...ngenes bacanya.
    btw kak, foto2nya ajib deh, sinar matahari tenggelam nya sungguh mempesona...**apeuuuu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya gtu deh..

      makasih kaka..padahal itu fotonya nnnoisse banget..

      Hapus
  9. mirip jambi ya hhihihih

    BalasHapus
  10. mirip dengan pantai di tepi laut, cuma ini di tepi sungai...foto-fotonya keren.. :-)

    BalasHapus
  11. foto-fotonya kak indra tambah sangaarrr
    suka kak sama sunsetnya
    tak ada laut, sungaipun jadi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah hidup jauh dari laut kak..udah sakau..haha

      Hapus
  12. tulisannya kereeen..fotonya mantab.. jadi pengen ke kalimantan lagi..hehe

    BalasHapus
  13. sungai kapuas juga ada pantainya kalo musim surut :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pernah dengar juga...kayaknya rata-reata sungai besar ada,,

      Hapus
  14. Cara berpikir masyarakat kita yg masih kurang berpendidikan itu terlalu sederhana, mereka tidak salah karena mereka tidak tahu. Harus ada yang menyadarkan dan mendidik mereka.

    BalasHapus
  15. Semoga yang buang sampah sembarangan segera disadarkan :D

    BalasHapus
  16. Bang coba berkunjung ke Muara Teweh saat air sedang surut, karena ada wisata sejarang kapal Ondrust yaitu kapal belanda yang tenggelam di sungai Barito

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus