Suatu Sore di Air Terjun Liang Pandan

Di Puruk Cahu, kota kecil ibu pusat pemerintahan sebuah kabupaten di Kalimantan Tengah ini tak perlu jauh-jauh ke luar kota kalau hanya untuk mandi di sungai dan menikmati derasnya air terjun.
Tepat di tengah kota, ada sebuah sungai yang di beri nama sungai Beriwit. Sungai ini mengalir membelah kota Puruk Cahu hingga bermuara di Sungai Barito, tak heran Kelurahan yang menaungi wilayah administratif  kota Puruk Cahu dinamakan dengan Kelurahan Beriwit.
Di Jalan Angkang kita bisa menemukan sebuah air terjun yang dinamakan Air Terjung Liang Pandang dengan fasilitasnya yang cukup lengkap. Tak terlalu tinggi memang, hanya sekitar lima meter. Namun ketika sedang musim hujan airnya sangat deras, bahkan cukup untuk menghanyutkan pengunjung yang tidak berhati-hati.
Di suatu sore, ketika saya sedang asyik-asiknya dengan camera dan belajar tentang tehnik slowspeed, tiba-tiba saja saya mendengar teriakan,
"Tolooong...tolooong...tolooong"
Terlihat seorang anak seumur SMP yang sedang bermain-main di derasnya air terjun tak dapat mempertahankan keseimbangannya, mungkin ia tergelincir karena licinnya permukaan batu yang berlumut.
Ia mengapai-gapai mencari tempat untuk berpegangan, namun apa daya, semua yang ada di sana hanyalah batu dan batu. Temannyapun tak bisa berbuat apa-apa, hanya ikut memandang sambil ikut berteriak-teriak.
Terseret oleh derasnya aliran air, kepalanya tampak timbul-tenggelam diantara buih-buih yang berwarna putih. Kejadian berlangsung cepat, untungnya seorang bapak yang sedang mandi di bagian hilir berhasil menangkapnya dan membawanya ke tepian.
Tidak perlu BHD atau RJP untuk menyelamatkan anak tersebut, tak ada cidera apapun,dia hanya sedikit trauma. Padahal saya sudah bersip-siap untuk mempraktekan ilmu yang telah dipelajari selama bergabung sebagai relawan PMI.
Untungnya dia tidak terjatuh di bagian yang terjal, tapi di bagian yang landai dan bisa dijadikan sebagai tempat perosotan seperti wahana di Waterboom ketika airnya sedang sedikit.
Di bagian hilir air terjun ini biasanya pada sore hari diramaikan oleh penduduk Puruk Cahu yang mandi, mencuci dan membersihkan motor. Sungai yang dangkal dan arus yang tidak terlalu memudahkan untuk melakukan aktifitas mereka. Air Terjun Liang Pandan ini memang merupakan sebuah tempat yang cocok untuk bersantai menghabiskan waktu.
Datang saja ke Puruk Cahu untuk menikmatinya.

Update: Baru dapat kabar ternyata kemaren (07/10/2013) ternyata ada anak kecil yang meninggal sini, kata teman-temannya habis terjatuh sempat di sangka memang menyelam, setelah tidak muncul-mucul ke permukaan barulah dicari. Innalillahi wa Ilaihi Rajiun....Semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk selalu berhati-hati ketika berwisata.

Happy Responsible Travel!

Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

32 komentar :

  1. wow, air terjunnya alirannya tampak deras ya... hasil fotonya bagus lho :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pas deras..sekarang lagi kering pas kemarau..

      Hapus
  2. cara pengambilan gambar nya keren banget, jadi pingin belajar moto nich :)

    BalasHapus
  3. iya kakak ajarin slow speed gini , aku belum pernah coba slow speed.... abis kalo mau ngoprek pake tripod diajakin mandi pasti bubar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..emang kalo ke air terjun gak mandi gak afdol..eh, itu pake samsung camera bisa kan ya buat slowspeed?

      Hapus
  4. Mantappp nih... jangan pergi dulu dari Kalimantan kaka...ergg biar aku bisa numpang hahaha *ada maunya* :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo buruan...gaampaaang ntar di sininya ditanggung (kehutan maksudnya)...hahaha

      Hapus
  5. Kayaknya hobi baru fhoto di air terjun.
    Di makassar lebih banyak air terjun bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di sini gak ada pantai..makany maen ke air terjun terus..hehe

      Hapus
  6. bikin tips memoto air terjun kak,,udah expert sepertinya :D

    BalasHapus
  7. mantap bang.
    gak ada foto bidadari yang lagi mandi ya #eh

    BalasHapus
  8. suka semua photo2 slow speed nya, jadi lembyutt and keceh.
    Oneday yah mau ke situ..TFS yah, salam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih...di tunggu kedatangan y di Kalimantan Tengah,, :-)

      Hapus
  9. kereeen....
    ceritanya mengingatkanku waktu kecil dulu. aku juga pernah hayut terbawa arus di sungai kecil dekat sawah nenek. aku bermaksud berpegangan ke tanaman liar yang ada di pinggir2 sungai, tapi yang bisa digapai oleh tangan hanya rumput, rumputnya yg malah tercabut. deg2an sangat waktu itu... alhamdulillah selamat krn bantuan nenek n sepupu2 yg mengejar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillh....ini baru dapat kabar kemaren ada anak kecil yang tenggelam dan meninggal di sana..

      Hapus
  10. T_T jadi ngiri, disana aernya masih gede, lah disini aernya seuprit, sungai kotor byk sampah, terutama rudal kuning.

    @nagaboker

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau musim kemarau airnya juga dikit kok..ayo ke sini aja biar maen air di sini ;-D

      Hapus
  11. Aduh kok serem sampai ada yng meninggal di sana...:( Tapi main air di sungai selalu menyenangkan (inget cerita waktu masih bocah hehehe)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya...licin soal y...
      klo itu sih sampe sekarang masih suka maen di air terjun...hehe

      Hapus
  12. Wah blj teknik slowspeed nya berhasil deh Kyanya.. Keren foto nya. Jadi ngiler pengen kesana. Tapi harus ati2 bgt yah, jgn msp kejadian kya ank yg tenggelam tadi, sedih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih Belum Berhasil kak :-(
      Iya harus hati-hati..biasanya kan air terjun emang licin dan berlumut..

      Hapus
  13. Waaaaaaaa *langsung cari Puruk Cahu di peta

    BalasHapus
  14. Waow, ada air terjun di tengah kota? Tapi itungannya kota kabupaten yah? Hmmm. Gapapapa deh daripada ke air terjunnya harus masuk hutan belantara, hahaha. Tapi ngeri juga ya di sana udah menelan korban jiwa. Air derasnya patut diwaspadai, selain mengancam tripod juga mengancam nyawa. Eh, saya suka foto yang keempat dari atas.

    BalasHapus
  15. Waini, bikin pengin belajar slow speed. Diset di berapa itu speed, aperture, ISO-nya masbro?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Isonya paling rendah trus speednya dibawah nol koma..ini masih belajar juga kak...

      Hapus
  16. tempatnya keren dan hasil fotonya cakep

    BalasHapus
  17. wah keren banget pengin kesitu dehhh :)

    BalasHapus
  18. Terimakasih untuk informasinya semoga bermanfaat yahhh :)

    BalasHapus