Umbut Rotan, Menu Khas Masyarakat Dayak

Udah pada tau yang namanya rotan kan? Selama ini kita mengenal rotan sebagai salah satu bahan untuk pembuatan kerajinan seperti tikar, meja, kursi, ranjang dan lain-lain. Namun ternyata rotan merupakan salah satu bahan makanan yang digemari oleh Suku Dayak di Kalimantan.


 Rotan yang biasa kita lihat keras dan kuat tersebut ternyata juga memiliki sisi kelembutan, tidak sesangar tampilannya yang penuh dengan onak dan duri. Di Kalimantan, rotan sering ditemukan di sekitar tepi sungai dan hutan hujan yang mendominasi di pulau ketiga terbesar di dunia tersebut.
Menu Umbut Rotan
Untuk menikmat  rotan sebaga makanan, jangan bayangkan suku Dayak akan langsung memakannya mentah-mentah dalam keadaan keras seperti rotan yang biasa kita lihat pada meja atau kursi. Namun rotan yang dimakan tersebut adalah rotan yang masih muda, sama seperti rebung muda pada bambu. Itulah yang dinamakan dengan Umbut Rotan.
Pada pangkal rotan biasanya ada bambu yang baru bertunas, nah itulah yang akan di ambil. Setelah dipotong dan dibersihkan durinya, maka bagian tengah rotan muda yang masih lemah itulah yang diambil kemudian di potong-potong menjadi kecil dan diolah menjadi sayuran.
Penampakan Rotan Muda
Umbut rotan yang sudah di potong kecil-kecil tersebut kemudian di masak bersama dengan rempah-rempah dan pelengkap seperti terong asam yang juga di potong-potong. Sayur umbut rotan paling pas disajikan dengan ikan patin bakar atau ikan nila bakar, ditambah dengan sambal maka dijamin akan menggoda salera makan anda.
Untuk para wisatawan yang sedang berkunjung ke Palangkaraya dan ingin mencoba memakan rotan tidak perlu bersusah payah untuk masuk ke hutan dan mencari umbut rotan di habitatnya. Beberapa restoran dan warung makan khas Kalimantan Tengah di Palangkaraya sudah menyediakan menu tersebut.
Salah satu warung makan yang di rekomendasikan adalah Rumah Makan Samba yang terletak di Jl. RTA. Amilono Palangkaraya, rumah makan ini selalu menjadi  persinggahan bagi para tamu yang datang ke kota Palangkaraya, selain umbut rotan, di rumah makan ini juga menyediakan menu khas Kalimantan lainnya seperti sulur keladi, ikan pepes dan lain-lain.
Ikan Nila Bakar
Seandainya saja warung makan atau restoran  yang menjual makanan khas dayak tersebut juga menerima pesanan secara online, kita tidak perlu capek-capek datang ketika sedang kangen makanan khas tersebut, tinggal pesan dan umbut rotan langsung datang ke rumah.
Namun kabar baiknya  bagi kawan-kawan yang berada d beberapa kota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tanggerang dan Bandung bisa memesan makanan d restoran favorit setempat  hanya dengan cara online melalui situs yang menjual berbagai macam makanan secara online yang bernama Foodpanda. Cukup klik foodpanda.co.id pilih lokasi dan menu makanan, pesan, tinggal santai di rumah  atau sambil kerja d kantor makanan pun datang, mudah bukan?
Sulur Keladi
Ada banyak restoran dan rumah makan yang telah berkerja sama dengan Food Panda sepert Pancious,  Burger King dan lain-lain. Bahkan untuk mempermudah pelanggannya, mereka  juga telah menyediakan aplikasi untuk  smartphone yang bisa langsung di download untuk handphone masing-masing. (Download di sini)
Seandainya saja Food Panda juga membuka cabang di Palangkaraya, tentu saja tidak perlu capek-capek untuk menikmati umbut rotan, tinggal pesan dan menunggu d rumah saja. Semoga secepatnya…tak sabar…

Happy Responsible Travel! 
Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

23 komentar :

  1. rotan ini rasanya gimana bg? apakah hampir sama kayak rebung (bambu muda)?

    BalasHapus
  2. rotan sih belum pernah.kalo bambu muda sih pernah,..saya lebih milih ikan nila bakar aja dah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. di lombok ada rotan gak sih?yang masih liar...

      Hapus
  3. Aiih ngiler banget menatap sayur umbut rotan itu. Begitu pun pucuk keladi. Nikmat banget tampaknya. Cuman kalau umbut rotan kebanyakan disayur, bisa-bisa supllai rotan Kalimantan bakal terganggu dong ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak terlalu banyak juga kayaknya..soalnya nyari harus ke hutan..hehe

      Hapus
  4. itu ikan nila sepertinya pedaas *lap iler*
    apa emang nila berwarna merah ya bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Merah karena pake saos buat manggangnya..gak pedas kok..

      Hapus
  5. Bukannya rotan dan bambu muda itu sama ya kak..? :D eh tapi nila bakarnya kelihatan LEZAT SEKALI....

    BalasHapus
  6. Iya, sekilas penampakan umbut rotan dan bambu muda itu sama ya? serupa juga dengan talas. Tentang sulur keladi, baru sekali ini saya tahu, mirip kacang panjang kah rasanya?

    BalasHapus
  7. Sepertinya wajib dicoba kalau mampir ke Palangkaraya. Satu porsi Umbut rotan harganya berapa rupiah min?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekitar 25an lah...tidak terlalu mahal juga..

      Hapus
  8. sayur kesukaan ku itu hehheeee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang di atas nih yang hebat masaknya juga..haha

      Hapus
  9. itu beneran rotan bisa dimakan kak? Weh, jadi penasaran pengen cobain deh :D apalagi dimakan sama nila bakarnya XD look so delicious!

    BalasHapus
  10. Di Medan ada juga menu rotan kak
    Pakkat khas Mandailing dari rotan muda bakar
    banyak jual saat ramadhan saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih medan ada juga....ntar mudah2n bisa coba pas ke sana..

      Hapus
  11. Di aceh juga adaaa,mnamanya rebung...enak banget. Mamamku sering mencampur rebung itu dengan kelapa gongseng. Laparrr...tiba2 ngidam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau rebung di sini buat nyebut bambu muda kak...

      Hapus
  12. Iya aku baru kepikir begitu dibilang rotan bisa dimakan berarti kayak bambu muda (rebung) ya.. ternyata bahan yang tuanya keras mudanya bisa enak dimasak.. btw itu masakan sulur keladi yang terakhir bikin ngiler bener..

    BalasHapus