Hutan Kalimantan, Nasibmu Kini

Menyusuri Sungai di Kalimantan
                    Tiba-tiba saja saya teringat dengan Orangutan yang kami temui di perjalanan antara Bontang dan Samarinda sekitar Km. 28, tiba-tiba saja dia menyeberang di depan kita,untung saja waktu itu jalan dalam keadaan sepi. Kitapun memperlambat laju mobil untuk memberi dia kesempatan menyeberang dan menghilang di balik semak belukar. Entah bagaimana nasib Orangutan itu sekarang, apalagi tempat itu tak jauh dari pemukiman penduduk.
Sehari sebelumnya, saya melewati jalan bekas HPH yang sekarang berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Sepanjang mata memandang hanyalah ada pohon sawit, hati saya makin terenyuh ketika melihat hutan yang tampaknya baru saja dibuka dan ditanami dengan pohon sawit yang masih kecil, tampak beberapa pohon yang menjulang tinggi diantara anak sawit tersebut, namun tetap saja tidak bisa menjadi penobang bagi kesuburan bumi ini. Kalah oleh rakusnya pohon sawit akan air tanah dan unsur hara.
Sedih liat yang kaya gini (Sumber foto greenpeace.org)
Beribu-ribu hektar hutan kalimantan telah berubah fungsi menjadi tambang dan kebun sawit. Pantas saja salah satu Orangutan tadi sampai nyasar ke daerah pemukiman penduduk karena tempat tinggalnya sudah dirampas oleh kaum kapitalis yang haus akan kekayaan tanah Borneo. Bahkan satu-satunya kerajaan Orangutan paling besar di Kalimantan juga terancam, ekspansi kebun sawit juga akan merambah wilayah Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.
Para penguasa yang memangku kebijakan di daerah juga berlomba-lomba untuk menimbun kekayaan tanpa memperdulikan lagi masalah konservasi dan kelestarian alam. Jangan heran kalau ada penjabat di Kalimantan mempunyai kekayaan yang sanggup untuk menghidupi tujuh turunan.
Apalagi di daerah penghasil batu bara, para pejabat berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya kepada perusahaan asing beroperasi di daerah mereka. Belum lagi "Upeti" yang setiap bulannya dibayarkan kepada mereka. Jadi jangan heran kalau orang-orang pada berebut untuk mencalon sebagai pemimpin daerah.
Tambang di Kalimantan Tengah
Saat ini, hutan Kalimantan yang katanya paru-paru dunia menyusut dengan drastis. Menurut Greenpeace, pada tahun 2010 hutan di Kalimantan tinggal tersisa 25,5 juta hektar saja. Paru-paru itu sudah mulai korengan, bopeng di mana-mana akibat bekas tambang yang tidak di reklamasi, tercemar asap pembakaran lahan sawit yang tidak bertanggung jawab.
Data yang dikeluarkan oleh State of the World's Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 adalah 1,8 juta hektar/tahun. Tingginya laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record menganugrahi Indonesia sebagai negara yang laju kerusakan hutannya tercepat di dunia. Sebuah prestasi yang tidak patut untuk dibanggakan. (sumber)
Berdasarkan data di atas, maka kalau di hitung dalam 15 tahun kedepan tak akan ada hutan lagi di Kalimantan. Seandainya tak ada hutan, Lalu di mana Orangutan akan tinggal? Di mana burung-burung bersarang? Dari mana sumber air berasal?
Kembalikan rumah kami
Tulisan ini dipersembahkan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2014 yang jatuh pada hari ini, 5 Juni 2014. Berikut beberapa tulisan dari teman-teman Travel Blogger Indonesia tentang #WED2014 :
Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

48 komentar :

  1. semoga anak cucu kita masih bisa menikmati hutan kalimantan, bukan hanya mendengar ceritanya saja... sedih tiap kali denger berita deforestasi hutan kalimantan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin...klo hutan hilang semua akan merasakan akibatnya...

      Hapus
  2. yang menyedihkan adalah kehilangan habitat. tempat tinggal yang sesuai tingkat kenyamanan mereka harus musnah karena keserakahan.. ;'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget kayak...kayak rumah yang udah didiamin puluhan tahun trus di gusur...

      Hapus
  3. kak foto udara kalimantan itu bikin sedih :( kejam banget sih manusia sama bumi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya kalo pilkada jgn pilih dari partai kapitalis..jadinya kyk gitu

      Hapus
  4. Benar-benar memprihantinkan... jangan tunggu sudah punah baru disesali... Borneo adalah kerajaan orang utan terakhir... the last kingdom of orang utan

    BalasHapus
  5. Saya sudah menyaksikan sendiri bagaimana hutan kalimanatan saat ini.
    "Hutan Kalimantan itu menipu,hanya hijau di sepanjang jalan tapi kalau kamu melihat lebih kedalam sudah banyak yang gundul " kata kondektur bus, saat perjalanan bus dari Balikpapan ke Bontang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah, mengena banget perkataan kondekturnya kak..

      Hapus
  6. Bagaimana jika 15 tahun lagi kita tidak dapat lagi menikmati hijaunya hutan kalimantan :'(

    kasihan orangutan yang kehilangan habitatnya. Semoga para pejabat yang haus akan uang, hatinya terbuka untuk lebih memikirkan lagi akan keadaan hutan kalimantan ini. Benar kak, sekarang hutan-hutan dikalimantan ini sudah banyak lukaya akibt dari pekerjaan tambang dan sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan cuma Orangutan, tapi juga muat manusia :-(

      Hapus
  7. mirip banar ulun melihat kejadian kaya ini, hutan kita tanah tempat tinggal orangutan sudah hampir binasa semua. mudahan ada kesadaran aja nih dari urang2 yang menggawi tambang lwan kelapa sawit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin..tapi urusan duit ni ngalih pank..

      Hapus
  8. miris banget kak.. kondisinya ga jauh dengan hutan sumatra... semua jadi lahan sawit terus penghuni hutan bingung rumahnya diobrak abrik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya sering ada berita gajah menyerang ke pemukiman...habitat mereka udah dihancurkan sih..

      Hapus
  9. satu cita yang belum kesampaian adalah menyusuri hutan kalimantan
    ajak aku ke sana kk Indra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kak..buruan sebelum habis hutanya...

      Hapus
  10. Sedih nih baca postingan ini. T.T Jangan sampe habis dong hutannya.
    About the Guiness Book of The Record.. not kind of reward that we want isn't it? T.T *nangis dua kali*

    BalasHapus
  11. perusakan hutan di Indonesia memang sangat parah,,,menyedihkan :(

    BalasHapus
  12. Hampir semua hutan di Kalimantan sudah di rambah, sangat menyedihkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak..kayaknya kita harus mencalonkan diri jadi Gubernur... :-D

      Hapus
  13. Mereka bilang hutan tak hasilkan uang, baiknya ditebang agar perut kenyang.
    Hutan hilang, tanah diserang, batubara siap didulang..
    Aaahhh.. memang di Indonesia surga dilelang hingga kering kerontang

    BalasHapus
  14. Mungkin ada beberapa pihak yang bangga Indonesia jadi salah satu negara penghasil sawit terbesar di dunia... tapi itu semua berimbas mencoreng muka Indonesia sendiri. Sudah bukan Indonesia lagi kalau nggak punya hutan lebat di Kalimantan, jangan ngaku Indonesia lagi kalau banyak terumbu karang hancur gara-gara ekploitasi wisata besar-besaran di beberapa pulau kecil... Yah semua kembali ke manusianya.
    Nice post banget bro, sukkaaa sukaaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak..sedih banget liat karang banyak yang rusak..masyarakat indonesia memang masih belum siap sebagian besar..

      Hapus
  15. disaat pohon terakhir sudah binasa, baru semua akan tersadar, uang tidak ada gunanya !
    miris sekali ngeliat foto hutan kalimantan itu kak :(
    semoga pemerintah tergerak untuk reboisasi kembali hutan Indonesia, kalau tidak, mari kita yang bergerak !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk..mulai dari yang paling kecil yang bisa kita lakukan dulu..

      Hapus
  16. ga tau lagi harus gimana kalo denger berita kaya begini. cuma bisa mencoba memperbaiki dari diri sendiri yang semoga suatu ketika nanti dapat memperbaiki total kerusakan yang sudah terjadi meskipun mungkin itu mustahil

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, paling gak kita mulai dari diri sendiri..

      Hapus
  17. Sayang banget ya, mas. Mereka nggak memikirkan kerugian besar yang nanti harus dihadapi jika semua hutan itu lenyap.

    BalasHapus
  18. #jleb banget deh baca postingan ini. Ternyata, penetapan sebagai taman nasional belum tentu juga kawasan hutannya terlindungi. Perlu upaya dan kesadaran dari masyarakat adat juga untuk 'perang' demi mempertahankan dominasi modal kapital. Saya lihat sendiri bagaimana ekspansi kebun sawit perlahan-lahan menggerogoti kawasan hutan sekitar Taman Nasional Tanjung Puting saat berkunjung awal Februari silam. Semoga masyarakat Kalimantan senantiasa diberi 'kekuatan' untuk mempertahankan hutan yang masih ada. Ngeri kalau lihat hutan Kalimantan dari udara :'(

    BalasHapus
  19. Hallo Blogger

    Ada info lomba nih . Lomba blog "Why Macau".

    Berhadiah jalan- jalan gratis ke Macau & Grand Prize iPhone 5C.

    Dapatkan hadiah jalan - jalan gratis ke Macau & door prize 1 unit iPhone 5c! Ikuti lomba blog "Why Macau” dengan klik link berikut ini http://bit.ly/WhyMacau .

    Caranya mudah, cukup membuat artikel berisi keinginan untuk pergi ke Macau. Sertakan foto atau video agar tulisan lebih menarik. Topik nya bisa tentang kuliner, objek wisata, kebudayaan, dan tempat.

    Jangan sampai ketinggalan yah ;)

    BalasHapus
  20. negeri istriku namun belum pernah aku kunjungi

    BalasHapus
  21. Sungguh sedih melihat rekor yang diciptakan indonesia

    BalasHapus
  22. Surga di tanah Borneo yg kelak akan jadi neraka. Memberi musibah dan bencana ketika kejayaan hutan hanya tinggal cerita.

    BalasHapus
  23. Waw :D Ini bener" hutan yang keren banget :D boleh bermalam disitu ga ya??

    BalasHapus
  24. Harimau jawa dan harimau bali diyakini sudah punah karena eksploitasi hutan secara besar-besaran oleh pemerintah Hindia Belanda, untuk kepentingan industri. Seteah Belnda pergi dan kini bangsa Eropa melantangkan gerakan cinta lingkungan, ternyata sifat rakusnya masih tertinggal dan membudaya di Indonesia. Seharusnya pemerintah belajar dari kepunahan dua spesies harimau tadi.

    BalasHapus