Sensasi Labirin Pepohonan Menuju Dahau Tahai'i

Maafkan daku wahai backpakpackerborneo.com, ternyata bulan kemaren tak ada satupun tulisan yang di posting di sini. Tahun berganti dan dalam beberapa minggu kedepan masih akan sering salah nulis angka 5 menjadi angka 4 untuk penulisan tahun.
Kali ini saya mau memperkenalkan sebuah destinasi yang nampaknya masih belum banyak di ketahui di Kota Palangkaraya. Yaitu sebuah danua kecil dengan air yang berwarna kemerahan seperti teh.

Menuju danau Tahai'i
Perjalanan menuju danau 
Namanya Dahau Tahai’i, namun jangan salah, danau ini berbeda dengan Danau Tahai yang berada di wilayah Nyaru Menteng. Danau yang saya maksud ini berada tak jauh dari Desa Sei Gohong. Untuk menuju danau ini masih belum ada jalan darat, kita harus menggunakan kelotok alias perahu mesin kecil.
Namun di sinilah keunikannya, sebelum sampai ke danau, kita akan melewati sungai-sungai kecil yang masih dikelilingi oleh pohon yang masih asri. Terkadang kita harus merunduk karena ranting pohon yang tak jauh dari kepala kita. Untuk lebih menyatu dengan alam, kita bisa mematikan mesin kelotok dan mendayung. Hanya suara alam yang terdengar dan ciauan burung yang akan menemani perjalanan di sini, benar-benar kembali ke alam. 

Mendayung sambil menikmati pemandangan
Kembali ke alam
Dan yang membuat saya merasa surprise, waktu kedua kalinya ke tempat ini di pagi hari, ada beberapa kelompok Bekantan atau yang sering disebut moyet belanda karena hidungnya yang mancung. Begitu mendengar suara manusia, mereka langsung berhamburan untuk bersembunyi diantara pepohonan. Ya, binatang ini sebenarnya memang pemalu dan tertu saja mereka masih sangat liar.
Sesampainya di Danau Tahai’I yang tidak terlalu besar, sayapun tak sabar untuk segera menceburkan diri di segarnya air yang berwarna kemerahan, sungguh segar. Sebenarnya tempat ini terlalu kecil untuk disebut sebagai danau karena hanya tidak terlalu luas, namun kalau disebut sungai juga terasa kurang pas.
Pasir dan air yang berwarna kemerahan
Kelotok untuk ke danau
Air yang berwarna merah kehitaman
Air danau yang berwarna kemerahan 
Wilayah kota Palangkaraya hampir semuanya merupakan daerah rawa gambut yang berair, apabila dikeringkan maka akan menjadi padang pasir. Akar pepohonan yang telah menyesuaikan diri membuat warna air manjadi berwarna kemerahan, di bagian air yang dalam akan terlihat seperti berwarna hitam sehingga ada juga yang menyebut air di wilayah Palangkaraya berwarna hitam.
Tanah lapang yang membentuk seperti pantai membuat danau ini saya sebut sebagai tempat untuk camping yang paling pas, hamparan pasir yang dulunya digunakan sebagai ladang dan kabun karet yang gagal sungguh cocok untuk mendirikan tenda.
Tempat yang pas buat camping
Tempat yang pas buat camping
Aktifitas yang utama bisa dilakukan di sini adalah berenang dan mandi, kalau mau berjemur juga boleh, namun matahari di Palangkaraya lumayan menyengat kulit, selain itu mendayung diantara labirin pepohonan juga mengasyikan. Namun diharapkan untuk ditemani dengan orang yang sudah mengenal tempat ini karena jalur yang tampak membingungkan dan terlihat sama.
Ada yang mau ikutan camping bareng di sini?  Yuk datang ke Palangkaraya!


Happy Responsible Travel!


Share on Google Plus

About backpackerborneo.com

Adalah sebuah travel blog oleh Indra Setiawan, media untuk memperkenalkan wisata dari Kalimantan dan catatan perjalan menikmati keindahan Indonesia. Silahkan like facebook Backpacker Borneo, follow Instagram @backpackerborneo dan follow juga Twitter @bpborneo untuk update informasi terbaru .

58 komentar :

  1. Asyik bangett alamnya. Apalagi kalau bisa ngeDome di situ.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pasti asik..penen juga nyobain di sini ntar...

      Hapus
  2. selalu indah foto2nya.. selalu mupeng lihatnya :D

    BalasHapus
  3. Ratjun pake banget! Dari kota Palangkaraya menuju Desa Sei Gohong berapa lama bro?
    Sepertinya jelajah Palangkaraya nggak cukup dua hari ya... seminggu kali ya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. paling 45 menit kak..yuk ntar sekalian festival isen mulan ntar...

      Hapus
  4. Ya Allah semoga aku jodoh sama Borneo tahun ini ya allah. Udah kebanyakan listnya aaaaaa doain ya mz indraa :3

    BalasHapus
  5. Baru tau dan baru dgr tmpt ini, ada habitat bekantannya juga yaa.. padahal prnah berdomisili di Palangkaraya dlu, walaupun cuma 1 bulan :D ,.. Asyik juga camping bareng di sini, aman gak .. :D

    BalasHapus
  6. Hiks, bagaikan di Amazon, ajak saya mas, ajak saya :3

    BalasHapus
  7. Kamu kejam, blog nya ngak di urus ... kamu sibuk ama tetangga sebelah yeee ihik ihik #KokGwYangKepo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak...rumput tetangga lebih hijau bulan kemaren..hihi

      Hapus
  8. Ajibbbb, naik sampan kayak gitu emang jos :-D
    Nggak bawa alat pancing sekalian? :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan gak bawa kemaren..di sini banyak ko ikannya...

      Hapus
  9. Airnya merah kayak air teh. khas air hutan rawa gambut. Kalau mandi pakai air ini, sabun di badaan terasa licin terus..hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha..iya, tinggal tambahain gul jadi teh deh..

      Hapus
  10. gak tahu kalau di palangka ada tempat kayak gini ><

    BalasHapus
  11. ooh tempatnya mirip-mirip ama di kota ane...
    namanay Lasalimu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ada juga ternyata di Bau-bau..tulis donk..

      Hapus
    2. nanti kalo uda ada share pasti di share... :D

      Hapus
  12. tiap main ke rumahmu selalu bikin pengen segera menginjakkan kaki di bumi kalimantan. udah pernah sik, tapi pulau kalimantan negara tetangga haha. pengen blusukan ke sisa hutan hujan tropisnya sebelum itu semua hanya menjadi legenda...

    #tsaah

    adain famtrip kesana dong ndra, gandeng disparta nya :)

    BalasHapus
  13. Wow danau dengan air wran merah unik banget :D

    BalasHapus
  14. Sungainya mirip di Ujung Kulon :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? klo gitu harus nyobain ke ujung kulon juga nih..

      Hapus
  15. Mas Indra, kalau naik pesawat, paling enak turun mana ya? Maksudnya biar bisa ketemu sampean kelak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Palangkaraya mas..ntr di jemput di airport :-)

      Hapus
  16. Aku mau mandi-mandi aja deh. Kali aja mentas mandi badan langsung wangi seperti teh.

    BalasHapus
  17. dari mana kah warna air yang keemasan itu yach.. dari daun kering kah atau dari getah getah pepohonan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari akar pepohonan kak..kan daerah rawa gambut...

      Hapus
  18. Di palangka kah skrg domisili ndra...
    wah.. kawa ni minta ajaki ksana kena.. ekekekeke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heeh di palangka wahini...yo datangi ja, rumah selalu terbuka ni..hehe

      Hapus
    2. Insya Allah kena mun ke wadah mintuha besinggah...

      Hapus
  19. ada buayanya lah disitu bang? haha :D

    BalasHapus
  20. Mohon infonya klo ada trip bareng

    BalasHapus
  21. WAAHH, menarik! baru tau di Palangkaraya ada yang kayak gini. Seru kayaknya camping di sini..

    Eh iya, waktu di Sulteng pernah juga lihat sungai yang airnya cokelat gitu.. Kata supir kami waktu itu, "Ini pabrik Teh Botol!" hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah sama ya..berarti di sana daerah rawa gambut juga..

      Hapus
  22. airnya unik sekali yaaa..ber warna merah :)...sepertinya bisa jadi tempat yang asyik niih...

    BalasHapus
  23. Itu kenapa airnya merah ya gan ? Beracun kah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak beracun kok..itu alamu karena akar pepohonan rawa gambut

      Hapus
  24. tempat wisata ini spertinya pernah di expose sama trans tv

    BalasHapus
  25. klo mau join jalan2 gimana caranya ya?? trims..

    BalasHapus
  26. buat sampai ke danau tahai, naik perahunya berapa lama itu?

    BalasHapus